Tips Cegah Microsleep Saat Mudik Lebaran

Tips Cegah Microsleep Saat Mudik Lebaran

Esti Widiyana - detikJatim
Minggu, 15 Mar 2026 10:30 WIB
Arus lalu lintas di Jalan Tol Jakarta–Cikampek terpantau masih lancar meski memasuki sepekan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Sejumlah kendaraan pemudik mulai terlihat melintas menuju arah Jawa Tengah, namun kepadatan lalu lintas belum terjadi secar
Ilustrasi kendaraan mudik. (Foto: Rifkianto Nugroho/detikFoto)
Surabaya -

Berdasarkan data Kemenhub, sekitar 76,24 juta orang atau sekitar 52,98 persen dari total masyarakat memilih untuk mudik menggunakan mobil pribadi.

Bagi pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, khususnya mobil, penting untuk mewaspadai risiko microsleep saat berkendara jarak jauh. Pasalnya, pengendara roda empat berpotensi mengalami fenomena highway hypnosis yang dapat memicu microsleep dan membahayakan perjalanan.

Menurut Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surabaya, Dede Nasrullah, highway hypnosis merupakan kondisi ketika otak seseorang seperti terhipnotis akibat situasi berkendara yang terlalu monoton.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akibatnya, pengemudi bisa berada dalam kondisi setengah sadar saat mengemudi.

Sementara itu, microsleep adalah kondisi hilangnya kesadaran atau perhatian dalam waktu yang sangat singkat, biasanya hanya berlangsung sepersekian detik.

ADVERTISEMENT

"Microsleep biasanya muncul ketika seseorang merasa mengantuk, sehingga tertidur secara tiba-tiba dalam waktu singkat," kata Dede, Minggu (15/3/2026).

"Sementara gejala highway hypnosis berupa mengantuk, kehilangan konsentrasi atau kekaburan mental, pikiran linglung, waktu terasa lambat, kelopak mata berat atau sering berkedip. Untuk itulah bagi yang ingin melakukan arus balik lebaran, maka harus memerhatikan beberapa hal terkait highway hypnosis dan microsleep," tambahnya.

Dede menyebutkan ada beberapa cara yang dapat dilakukan pengemudi untuk mengantisipasi highway hypnosis dan microsleep saat berkendara jarak jauh, terutama selama perjalanan mudik Lebaran.

1. Menjaga Komunikasi

Pengemudi disarankan untuk tetap berkomunikasi dengan penumpang di dalam kendaraan. Percakapan sederhana dapat membantu mengurangi rasa bosan selama perjalanan.

2. Istirahat Sejenak

Semakin lama seseorang berkendara di jalan yang monoton, tubuh dan otak akan semakin cepat merasa lelah. Karena itu, pengemudi dianjurkan untuk berhenti sejenak dan beristirahat jika sudah menyetir terlalu lama.

3. Minum Kafein Jika Mengantuk

Menurut Dede, kafein dapat membantu meningkatkan fokus dan konsentrasi. Meski begitu, kafein mungkin tidak sepenuhnya membuat tubuh kembali segar. Selain minum kopi atau minuman berkafein, pengemudi juga bisa mengonsumsi makanan ringan atau mengunyah permen untuk mengurangi rasa bosan.

4. Jangan Terlalu Makan Kenyang

Dede menyarankan agar pengemudi tidak makan terlalu banyak sebelum berkendara. Pasalnya, makan dalam porsi berlebihan justru dapat memicu rasa kantuk.

5. Lepaskan Pandangan Sejenak dan Tetap Waspada

Pengemudi dapat sesekali mengalihkan pandangan keluar kendaraan untuk melihat sesuatu yang menarik agar tidak cepat bosan. Namun demikian, pengemudi tetap harus menjaga fokus saat menyetir.

6. Hindari Alkohol dan Obat-obatan

Hal penting lainnya, lanjut Dede, pengemudi harus menghindari alkohol, obat-obatan, atau zat lain yang dapat memengaruhi kemampuan berkendara.

7. Tidur Cukup Sebelum Berkendara

Pengemudi juga disarankan untuk tidur cukup sebelum melakukan perjalanan jauh. Waktu tidur ideal sekitar 7-9 jam agar tubuh dan pikiran tetap segar saat berkendara.

Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, diharapkan pemudik dapat mengurangi risiko microsleep saat berkendara sehingga perjalanan menuju kampung halaman tetap aman dan selamat.




(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads