Miris! Truk Sampah Keropos di Kota Malang Tetap Beroperasi

Miris! Truk Sampah Keropos di Kota Malang Tetap Beroperasi

Muhammad Aminudin - detikJatim
Senin, 09 Mar 2026 21:45 WIB
Truk pengangkut sampah dalam kondisi tak layak tetap beroperasi
Truk pengangkut sampah dalam kondisi tak layak tetap beroperasi. (Foto: Tangkapan layar)
Malang -

Pengguna jalan di Kota Malang diperlihatkan pemandangan miris dengan penampakan truk sampah dalam kondisi tak layak. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang menyebut beroperasinya truk sampah itu karena adanya kendala teknis.

Dari rekaman warga yang diunggah di media sosial, truk sampah milik DLH sudah dalam kondisi usang dengan bagian bak belakang berlubang.

Truk pengangkut sampah itu terekam saat melintas di kawasan Dieng, Kota Malang. Sejumlah sampah yang berada di bak pun berceceran di jalan yang dilintasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Plh Kepala DLH Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang angkat bicara terkait beredarnya video kondisi truk pengangkut sampah tersebut.

Menurut Raymond hal itu terpaksa dilakukan sebagai langkah darurat akibat adanya kendala teknis di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang.

ADVERTISEMENT

Raymond juga menjelaskan, bahwa munculnya truk-truk kondisi memprihatinkan tersebut dipicu oleh melambatnya proses pembuangan di TPA akibat faktor cuaca.

"Kemarin ada beberapa truk tertahan di TPA karena proses pengurukan memakan waktu lama akibat posisi hujan. Dampaknya, terjadi penumpukan di beberapa titik pengambilan yang membutuhkan tambahan armada segera," ujar Raymond saat dikonfirmasi wartawan, Senin (9/3/2026).

Raymond tidak menampik bahwa truk yang dikeluhkan masyarakat tersebut sebenarnya masuk dalam daftar perbaikan. Namun, karena kebutuhan mendesak dan keterbatasan armada yang siap jalan, truk 'cadangan' tersebut akhirnya dioperasikan kembali.

"Truk itu memang dalam rencana perawatan. Tapi karena belum sempat diperbaiki dan ada kebutuhan mendesak, terpaksa dipakai. Sebagai antisipasi agar sampah tidak jatuh, bak truk tetap ditutupi terpal saat pengangkutan," imbuhnya.

Saat ini, DLH Kota Malang memiliki total 48 unit truk, di mana tiga di antaranya dalam kondisi rusak parah dengan kondisi bak berlubang dan berkarat.

Mayoritas armada yang ada merupakan pengadaan tahun 2015 hingga 2017, bahkan beberapa unit tercatat merupakan produksi di bawah tahun 2000.

Raymond menambahkan, pihaknya sudah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 600 juta per tahun untuk seluruh armada.

Namun, angka tersebut dinilai belum optimal untuk meremajakan truk-truk tua yang terus dipaksa bekerja ekstra.

Idealnya, lanjut Raymond, dengan keberadaan 78 Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Kota Malang, dibutuhkan setidaknya 70 unit truk.

"Kondisi sekarang kurang. Idealnya satu truk itu melakukan dua kali ritase (pengambilan) per hari. Tapi karena armada terbatas dan sampah banyak, teman-teman di lapangan harus bekerja ekstra hingga 3 sampai 4 kali ritase per hari," jelas Raymond.

Sebagai solusi jangka panjang, DLH Kota Malang mulai melakukan penambahan armada secara bertahap meski terkendala efisiensi anggaran daerah.

Untuk tahun 2026 ini, Pemkot Malang tengah memproses pengadaan satu unit truk baru.

Tahun ini kita dapat tambahan satu unit, saat ini masih dalam proses lelang. Kami terus berupaya mengajukan penambahan secara bertahap agar pelayanan sampah di Kota Malang bisa lebih maksimal dan tidak lagi menggunakan armada yang tidak layak," pungkasnya.



(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads