Sampah Sisa Malam Tahun Baru di Kota Malang Tembus 600 Ton

Sampah Sisa Malam Tahun Baru di Kota Malang Tembus 600 Ton

Muhammad Aminudin - detikJatim
Kamis, 01 Jan 2026 17:00 WIB
Sampah sisa perayaan tahun baru di Kota Malang.
Sampah sisa perayaan tahun baru di Kota Malang. (Foto: Istimewa)
Kota Malang -

Volume sampah di Kota Malang mengalami peningkatan signifikan saat pergantian tahun. Di sejumlah titik seperti Jalan Ijen sampah terlihat berserakan pada pagi hari awal tahun 2026.

Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang menyebutkan jumlah sampah yang masuk ke TPA Supiturang mencapai sekitar 600 ton per hari, atau naik sekitar 80 ton dibandingkan hari biasa.

"Perkiraan kami, sampah yang masuk ke TPA Supiturang kurang lebih di angka 600 ton. Ada kenaikan sekitar 80 ton dari kondisi normal," ujar Raymond kepada wartawan, Kamis (1/1/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peningkatan volume sampah paling banyak ditemukan di sejumlah titik keramaian seperti kawasan Jalan Ijen, Jalan Kayutangan, dan kawasan Stasiun Malang serta di sejumlah area masjid.

Hal ini dipicu aktivitas masyarakat yang meningkat pada malam pergantian tahun. Termasuk pengajian yang digelar di sejumlah masjid, salah satunya di Masjid Kidul Pasar.

ADVERTISEMENT

Meski volume sampah meningkat, DLH Kota Malang memastikan pelayanan pengangkutan tetap berjalan optimal. Sistem pengambilan sampah tetap dilakukan seperti hari biasanya.

Sampah sisa perayaan tahun baru di Kota Malang.Sampah sisa perayaan tahun baru di Kota Malang. (Foto: Istimewa)

Hanya saja, jam pengangkutan akan diperpanjang demi mengantisipasi lonjakan volume yang masih akan terjadi.

"Biasanya pengangkutan sampah ke TPA Supiturang selesai sampai jam 12 siang. Karena volume membludak, kami tambah jam operasional hingga sekitar pukul 15.30 WIB, baru seluruh sampah bisa terangkut," jelasnya.

Raymond menambahkan, kondisi di sejumlah kawasan yang sempat terjadi penumpukan kini sudah kembali bersih. Jalan Ijen, Kayutangan, dan beberapa titik lainnya telah tertangani dengan baik oleh petugas kebersihan.

Untuk penanganan lonjakan sampah ini, DLH tidak menambah jumlah personel. Total petugas kebersihan tetap sebanyak 500 orang tetapi penambahan rit atau frekuensi pengangkutan sampah dilakukan sebagai strategi penanganan.

Saat ini, DLH Kota Malang memiliki total 48 unit truk sampah, dengan 45 unit di antaranya beroperasi aktif. Setiap truk mampu mengangkut sekitar 3,5 hingga 4 ton sampah per sekali jalan.

"Tidak ada penambahan petugas, hanya rit pengambilan yang kami tambah agar semua sampah bisa terangkut," pungkasnya.



(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads