Tumpukan Sampah Menghiasi Tepian Jalan Muharto Malang

Tumpukan Sampah Menghiasi Tepian Jalan Muharto Malang

Muhammad Aminudin - detikJatim
Rabu, 28 Jan 2026 23:15 WIB
Banner larangan buang sampah di Jalan Muharto
Banner larangan buang sampah di Jalan Muharto (Foto: Istimewa)
Malang -

Di balik riuh aktivitas di kawasan Muharto, Kota Malang, terselip sebuah pemandangan yang kontras dan menyesakkan mata. Setiap hari, tepian jalan itu beralih fungsi menjadi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) dadakan, lokasi tepatnya di sisi timur jembatan Muharto.

Bau busuk yang menusuk hidung dari tumpukan sampah menjadi pemandangan apabila melintas di kawasan tersebut.

Sampah rumah tangga itu mulai menumpuk sejak malam dan semakin menggunung saat pagi hari. Ironinya, banner larangan pembuangan sampah yang sudah terpampang, seakan hanya menjadi pajangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang bukannya tidak tahu. Namun, alasan klasik kembali mencuat: ketiadaan lahan untuk Tempat Pembuangan Sementara (TPS) disebut sebagai biang masalah.

Karena TPS lama, dulunya pernah ada di Jalan Muharto Gang 5 sudah tidak lagi difungsikan. Lantaran banyak makam yang beralihfungsi menjadi pemukiman.

ADVERTISEMENT

"Dulu ada TPS di Gang 5, tapi sekarang di situ banyak makam yang sudah menjadi hunian. Masyarakat tidak berkenan lagi dijadikan TPS," ujar Plh Kepala DLH Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang kepada wartawan, Rabu (28/1/2026).

Akibat penutupan TPS tersebut, para penggerobak sampah tidak memiliki lokasi alternatif yang jelas. Sampah kemudian ditumpuk di tepi jalan Muharto. Meski ada imbauan agar tidak membuang sampah di lokasi tersebut.

DLH sementara hanya memberikan solusi darurat, dengan menyediakan kontainer sampah di lokasi, sekaligus mengatur jam pembuangan.

Namun, kebijakan ini dinilai jauh dari kata efektif. Raymond mengakui, keterlambatan gerobak sampah serta armada, justru membuat sampah kembali meluber di tepi jalan.

"Kadang penggerobaknya datang terlambat dan kendala teknis armada yang harus diperbaiki. Jadi pengangkutan terlambat," bebernya.

Pengakuan ini menegaskan bahwa penanganan sampah di kawasan Muharto masih sangat bergantung pada kondisi teknis dan kedisiplinan di lapangan, tanpa sistem cadangan yang matang. Ketika satu armada bermasalah, dampaknya langsung dirasakan masyarakat luas.

Ironisnya, untuk solusi jangka panjang, DLH mengaku masih sebatas mencari lokasi baru pendirian TPS. Belum ada kepastian di mana lokasi pembuangan sementara itu dibangun di kawasan Muharto.

"Kami sedang koordinasi dengan BKAD untuk mencari tanah milik Pemkot yang tidak terlalu jauh, agar bisa dibangun TPS," kata Raymond.

DLH menyebut, ada pilihan rencana penempatan TPS yang baru, akan berada di wilayah timur atau sebelum jembatan Kedungkandang.

Namun itu pun masih sebatas wacana. Sementara usulan lokasi lain dinilai terlalu jauh dan tidak realistis bagi penggerobak sampah.

"Kita cari solusinya. Kalau ke arah sana (Boldy) terlalu jauh, masyarakat tidak akan mau," tegas Raymond.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads