Jangan Keliru! Ini Perbedaan Nuzulul Qur'an dan Lailatul Qadar

Jangan Keliru! Ini Perbedaan Nuzulul Qur'an dan Lailatul Qadar

Chilyah Auliya - detikJatim
Kamis, 05 Mar 2026 21:30 WIB
Ilustrasi turunnya Al-Quran pada bulan Ramadan. Gambar dibuat dengan AI.
Ilustrasi turunnya Al-Qur'an pada bulan Ramadan. (Foto: ChatGPT)
Surabaya -

Selama bulan Ramadan, umat Islam menantikan sejumlah momen istimewa yang berkaitan erat dengan turunnya mukjizat terbesar dalam Islam, yakni Al-Qur'an. Dua di antaranya adalah Nuzulul Qur'an dan Lailatul Qadar. Meski sama-sama berkaitan dengan proses turunnya wahyu, keduanya memiliki makna, proses, serta waktu yang berbeda.

Tidak sedikit umat Muslim yang masih menganggap Nuzulul Qur'an dan Lailatul Qadar sebagai peristiwa yang sama. Padahal, para ulama dan pakar tafsir menjelaskan bahwa turunnya Al-Qur'an terjadi melalui beberapa tahap yang berbeda. Memahami perbedaan keduanya penting agar umat Islam tidak keliru dalam memaknai sejarah turunnya kitab suci tersebut. Berikut penjelasan lengkap mengenai perbedaan Nuzulul Qur'an dan Lailatul Qadar.

Dua Fase Turunnya Al-Qur'an

Berdasarkan penjelasan para pakar tafsir, termasuk Syekh Muhammad bin Ahmad al-Qurthubi, Al-Qur'an tidak diturunkan dari langit ke bumi dalam satu tahap sekaligus. Ada dua fase utama dalam proses turunnya Al-Qur'an yang perlu dipahami umat Islam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fase pertama (Lailatul Qadar). Pada tahap ini, Al-Qur'an diturunkan secara utuh dari Lauhul Mahfuz ke Baitul Izzah yang berada di langit dunia. Syekh Abu Ja'far Muhammad bin Jarir al-Thabari menyebutkan dalam salah satu riwayat bahwa peristiwa sakral tersebut terjadi pada malam Lailatul Qadar, yang disebut berlangsung pada malam ke-24 Ramadan.

Fase kedua (Nuzulul Qur'an). Setelah berada di Baitul Izzah, Al-Qur'an kemudian diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Proses ini berlangsung selama kurang lebih 20 hingga 23 tahun, menyesuaikan dengan berbagai peristiwa dan kebutuhan umat Islam pada masa itu.

ADVERTISEMENT

Mengenal Baitul Izzah, Tempat Transit Wahyu

Sebagian orang mungkin bertanya-tanya tentang Baitul Izzah, tempat yang disebut sebagai lokasi turunnya Al-Qur'an sebelum sampai ke bumi. Dalam sejarah Islam, kitab suci tersebut tidak langsung diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dalam bentuk satu mushaf utuh.

Malaikat Jibril menyampaikan wahyu secara bertahap dari Baitul Izzah kepada Rasulullah SAW, ayat demi ayat. Syekh Muhammad al-Khudlari Bik menjelaskan bahwa proses bertahap ini merupakan cara Allah SWT membimbing umat manusia secara perlahan, dari kegelapan kebodohan menuju cahaya ilmu pengetahuan dan petunjuk hidup.

Mengapa Indonesia Memperingati 17 Ramadan?

Di Indonesia, istilah Nuzulul Qur'an secara khusus merujuk pada momen turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW, yaitu Surat Al-Alaq ayat 1-5 yang diterima di Gua Hira.

Meskipun terdapat berbagai pendapat ulama mengenai waktu turunnya wahyu pertama, peringatan pada 17 Ramadan memiliki landasan sejarah yang cukup kuat. Dalam kitab Nur al-Yaqin dijelaskan bahwa peristiwa ketika Nabi Muhammad SAW didatangi Malaikat Jibril terjadi 13 tahun sebelum Hijriah atau sekitar 610 Masehi, tepatnya pada tanggal 17 Ramadan. Karena itulah, tanggal tersebut kemudian menjadi tradisi peringatan Nuzulul Qur'an di Indonesia.

Perbedaan Nuzulul Qur'an dan Lailatul Qadar

Agar tidak tertukar, ada beberapa poin penting yang membedakan Nuzulul Qur'an dan Lailatul Qadar.

1. Waktu peringatan

Di Indonesia, Nuzulul Qur'an diperingati setiap 17 Ramadan. Sementara itu, Lailatul Qadar adalah malam yang waktunya dirahasiakan oleh Allah SWT. Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk mencarinya pada 10 malam terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil.

2. Peristiwa utama

Nuzulul Qur'an menandai turunnya wahyu pertama Al-Qur'an (Surat Al-Alaq ayat 1-5) kepada Nabi Muhammad SAW. Sedangkan Lailatul Qadar merujuk pada peristiwa turunnya Al-Qur'an secara utuh dari Lauhul Mahfuz ke Baitul Izzah di langit dunia.

3. Makna dan keutamaan

Nuzulul Qur'an dimaknai sebagai titik awal risalah kenabian serta awal bimbingan bagi umat manusia melalui Al-Qur'an. Sementara itu, Lailatul Qadar memiliki keutamaan yang sangat besar karena disebut sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan (khairun min alfi syahr), di mana setiap amal ibadah akan dilipatgandakan pahalanya.

Memahami perbedaan Nuzulul Qur'an dan Lailatul Qadar dapat membantu umat Islam memaknai Ramadan dengan lebih dalam. Kedua momen ini sama-sama memiliki nilai spiritual yang besar dan menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.



(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads