Bacaan Yasin Lengkap untuk Ziarah Kubur

Bacaan Yasin Lengkap untuk Ziarah Kubur

Chilyah Auliya - detikJatim
Minggu, 08 Mar 2026 01:00 WIB
Ilustrasi ziarah kubur atau nyekar.
Ilustrasi ziarah kubur. Foto: ChatGPT
Surabaya -

detikers, ziarah kubur sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari spiritualitas kita. Bukan sekadar tradisi mengunjungi makam, amalan ini adalah momen perjumpaan doa antara yang hidup dan yang telah berpulang.

Salah satu bacaan yang paling lekat dengan momen ini adalah surat Yasin. Dianggap sebagai jantung Al-Qur'an, Yasin sering dipanjatkan untuk memberikan ketenangan bagi ahli kubur. Yuk, simak panduan lengkap tata cara, adab, hingga bacaan doa ziarah kubur dan Yasin yang praktis untuk diamalkan.

Makna di Balik Ziarah Kubur

Ziarah kubur bukan hanya tentang mendoakan mereka yang sudah di alam barzakh, tapi juga menjadi alarm bagi diri kita sendiri. Rasulullah SAW bersabda: "Berziarahlah kalian ke kuburan, karena ziarah itu akan mengingatkan kalian kepada akhirat,". (HR Muslim)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

detikers diingatkan bahwa dunia ini fana melalui melihat pusara. Selain itu, doa yang terkirimkan kepada almarhum atau almarhumah adalah bentuk bakti dan kasih sayang yang tidak terputus, meski raga sudah tak lagi bersama.

Adab Utama Saat Ziarah Kubur

Agar ziarah yang dilakukan tetap sesuai syariat dan berlangsung dengan penuh khusyuk, ada beberapa adab yang perlu diperhatikan umat Islam saat berada di area pemakaman. Berikut sejumlah etika yang dianjurkan ketika melakukan ziarah kubur.

ADVERTISEMENT
  • Sangat dianjurkan untuk berwudu terlebih dahulu.
  • Setibanya di gerbang makam atau depan nisan, sapa penghuni kubur dengan salam.
  • Hindari duduk atau melangkah di atas nisan, serta jangan meratap (menangis histeris).
  • F Gunakan waktu ziarah untuk membaca Al-Qur'an (seperti Yasin) dan memohon ampunan bagi almarhum.

Kumpulan Doa Ziarah Kubur Sesuai Sunah

Dalam ajaran Islam, terdapat beberapa bacaan doa ziarah kubur yang diriwayatkan dalam hadis dan sesuai dengan sunah Nabi Muhammad SAW. Berikut kumpulan doa ziarah kubur yang dapat dibaca saat berziarah.

1. Doa Salam Saat Memasuki Makam

Ini adalah sapaan pertama kita kepada para penghuni kubur.

Arab:

السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنينَ وَأتاكُمْ ما تُوعَدُونَ غَداً مُؤَجَّلُونَ وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحقُونَ

Latin: Assalâmu 'alaikum dâra qaumin mu'minîn wa atâkum mâ tû'adûn ghadan mu'ajjalûn, wa innâ insyâ-Allâhu bikum lâhiqûn.

Artinya: Assalamu'alaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Tuhan yang sempat ditangguhkan besok, dan kami insyaallah akan menyusul kalian.

2. Doa Permohonan Ampun Umum

Doa ini cocok dibaca untuk semua mukmin yang telah wafat.

Latin: Allāhummaghfir lil muslimīna wal muslimāt, wal mukminīna wal mukmināt, al-ahyā'i minhum wal amwāt.

Artinya: Ya Allah, ampunilah mukminin, mukminat, muslimin, muslimat, yang masih hidup dan yang telah wafat.

Panduan Membaca Surat Yasin di Makam

Membaca surat Yasin saat ziarah dipercaya dapat memberikan syafaat dan meringankan beban ahli kubur. Berikut urutan praktisnya.

  • Mulailah dengan membaca Al-Fatihah yang dihadiahkan khusus untuk almarhum/almarhumah.
  • Niatkan dalam hati bahwa pahala bacaan Yasin ini ditujukan sebagai hadiah untuk mereka.
  • Bacalah dengan tenang dan resapi maknanya.

Bacaan Surat Yasin

  1. يس
    Arab Latin: Yā Sīn
    Artinya: Ya Sin.
  2. وَالْقُرْآنِ الْحَكِيمِ
    Arab Latin: Wal Qur'ānil-Ḥakīm
    Artinya: Demi Al-Qur'an yang penuh hikmah.
  3. إِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ
    Arab Latin: Innaka laminal-mursalīn
    Artinya: Sesungguhnya engkau (Muhammad) adalah salah seorang dari rasul-rasul.
  4. عَلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ
    Arab Latin: Alā ṣirāṭim-mustaqīm
    Artinya: Yang berada di atas jalan yang lurus.
  5. تَنْزِيلَ الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ
    Arab Latin: Tanzīlal-'Azīzir-Raḥīm
    Artinya: Sebagai wahyu yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
  6. لِتُنذِرَ قَوْمًا مَّا أُنذِرَ آبَاؤُهُمْ فَهُمْ غَافِلُونَ
    Arab Latin: Litunẓira qawmam mā unẓira ābā'uhum fa hum ghāfilūn
    Artinya: Agar engkau memberi peringatan kepada suatu kaum yang nenek moyang mereka belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai.
  7. لَقَدْ حَقَّ الْقَوْلُ عَلَىٰ أَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
    Arab Latin: Laqad ḥaqqal-qawlu 'alā aktharihim fa hum lā yu'minūn
    Artinya: Sungguh, pasti berlaku perkataan (hukuman) terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman.
  8. إِنَّا جَعَلْنَا فِي أَعْنَاقِهِمْ أَغْلَالًا فَهِيَ إِلَى الْأَذْقَانِ فَهُم مُّقْمَحُونَ
    Arab Latin: Innā ja'alnā fī a'nāqihim aghlālan fa hiya ilāl-aẕqāni fa hum muqmaḥūn
    Artinya: Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka sampai ke dagu, maka karena itu mereka tertengadah.
  9. وَجَعَلْنَا مِن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَاهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ
    Arab Latin: Wa ja'alnā min bayni aydīhim saddan wa min khalfihim saddan fa aghshaynāhum fa hum lā yubṣirūn
    Artinya: Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.
  10. وَسَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
    Arab Latin: Wa sawā'un 'alayhim a'anżartahum am lam tunżirhum lā yu'minūn
    Artinya: Sama saja bagi mereka apakah engkau memberi peringatan atau tidak memberi peringatan, mereka tidak akan beriman.
  11. إِنَّمَا تُنذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمَٰنَ بِالْغَيْبِ ۖ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَأَجْرٍ كَرِيمٍ
    Arab Latin: Innamā tunżiru manittaba'a az-zikra wa khashiyar-raḥmāna bil-ghaybi fabash-shirhu bimaghfiratin wa ajrin karīm
    Artinya: Sesungguhnya engkau hanya memberi peringatan kepada orang yang mau mengikuti peringatan (Al-Qur'an) dan yang takut kepada (Allah) Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihat-Nya. Maka berilah kabar gembira kepadanya dengan ampunan dan pahala yang mulia.
  12. إِنَّا نَحْنُ نُحْيِ الْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُّبِينٍ
    Arab Latin: Innā naḥnu nuḥyil-mawtā wa naktubu mā qaddamū wa āthārahum wa kulla shay'in aḥṣaynāhu fī imāmin mubīn
    Artinya: Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yang jelas (Lauh Mahfuzh).
  13. وَاضْرِبْ لَهُم مَّثَلًا أَصْحَابَ الْقَرْيَةِ إِذْ جَاءَهَا الْمُرْسَلُونَ
    Arab Latin: Waḍrib lahum mathalan aṣḥābal-qaryati iż jā'ahal-mursalūn
    Artinya: Dan buatlah suatu perumpamaan bagi mereka, yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka.
  14. إِذْ أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ فَكَذَّبُوهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوا إِنَّا إِلَيْكُم مُّرْسَلُونَ
    Arab Latin: Iż arsalnā ilayhimuṡnayni fakażżabūhumā fa'azzaznā biṡāliṡin faqālū innā ilaykum mursalūn
    Artinya: (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka mereka berkata, "Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu."
  15. قَالُوا مَا أَنتُمْ إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُنَا وَمَا أَنزَلَ الرَّحْمَٰنُ مِن شَيْءٍ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا تَكْذِبُونَ
    Arab Latin: Qālū mā antum illā basharun miṡlunā wa mā anzalar-raḥmānu min shay'in in antum illā takżibūn
    Artinya: Mereka menjawab, "Kamu ini hanyalah manusia seperti kami juga, dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatu pun; kamu ini hanyalah pendusta belaka."
  16. قَالُوا رَبُّنَا يَعْلَمُ إِنَّا إِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُونَ
    Arab Latin: Qālū rabbunā ya'lamu innā ilaykum lamursalūn
    Artinya: Mereka berkata, "Tuhan kami mengetahui bahwa kami adalah utusan-utusan-Nya kepada kamu."
  17. وَمَا عَلَيْنَا إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ
    Arab Latin: Wa mā 'alaynā illal-balāghul-mubīn
    Artinya: Dan kewajiban kami hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas.
  18. قَالُوا إِنَّا تَطَيَّرْنَا بِكُمْ ۖ لَئِن لَّمْ تَنتَهُوا لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ
    Arab Latin: Qālū innā taṭayyarnā bikum la'in lam tantahū lanarjumannakum walayamassannakum minnā 'ażābun alīm
    Artinya: Mereka berkata, "Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu; jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami."
  19. قَالُوا طَائِرُكُم مَّعَكُمْ ۚ أَإِن ذُكِّرْتُم ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُونَ
    Arab Latin: Qālū ṭā'irukum ma'akum a'in żukkirtum bal antum qawmum musrifūn
    Artinya: Para utusan berkata, "Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu bernasib malang)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas."
  20. وَجَاءَ مِنْ أَقْصَى الْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعَىٰ قَالَ يَا قَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَ
    Arab Latin: Wajā'a min aqṣal-madīnati rajulun yas'ā qāla yā qawmi attabi'ul-mursalīn
    Artinya: Dan datanglah dari ujung kota seorang laki-laki dengan bergegas, ia berkata, "Wahai kaumku! Ikutilah utusan-utusan itu,".
  21. اتَّبِعُوا مَن لَّا يَسْأَلُكُمْ أَجْرًا وَهُم مُّهْتَدُونَ
    Arab Latin: Ittabi'ū man lā yas'alukum ajran wa hum muhtadūn
    Artinya: Ikutilah orang yang tidak meminta imbalan kepadamu dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.
  22. وَمَا لِيَ لَا أَعْبُدُ الَّذِي فَطَرَنِي وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
    Arab Latin: Wa mā liya lā a'budu alladzī faṭaranī wa ilayhi turja'ūn
    Artinya: Mengapa aku tidak menyembah (Allah) yang telah menciptakanku dan hanya kepada-Nya kamu akan dikembalikan?
  23. أَأَتَّخِذُ مِن دُونِهِ آلِهَةً إِن يُرِدْنِ الرَّحْمَٰنُ بِضُرٍّ لَّا تُغْنِ عَنِّي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا وَلَا يُنقِذُونِ
    Arab Latin: A'attakhidzu min dūnihī ālihatan in yuridnir-raḥmānu biḍurrin lā tughni 'annī syafā'atuhum syai'an wa lā yunqiżūn
    Artinya: Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain Dia? Jika Allah Yang Maha Pemurah menghendaki bencana terhadapku, niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikit pun bagi diriku dan mereka tidak dapat menyelamatkanku.
  24. إِنِّي إِذًا لَّفِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ
    Arab Latin: Innī iżan lafī ḍalālin mubīn
    Artinya: Sesungguhnya aku (kalau begitu) pasti berada dalam kesesatan yang nyata.
  25. إِنِّي آمَنتُ بِرَبِّكُمْ فَاسْمَعُونِ
    Arab Latin: Innī āmantu birabbikum fasma'ūn
    Artinya: Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu, maka dengarkanlah (pengakuan keimanan)ku.
  26. قِيلَ ادْخُلِ الْجَنَّةَ ۖ قَالَ يَا لَيْتَ قَوْمِي يَعْلَمُونَ
    Arab Latin: Qīla dkhulil-jannata qāla yā layta qawmī ya'lamūn
    Artinya: Dikatakan (kepadanya), "Masuklah ke surga." Dia berkata, "Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui."
  27. بِمَا غَفَرَ لِي رَبِّي وَجَعَلَنِي مِنَ الْمُكْرَمِينَ
    Arab Latin: Bimā ghafara lī rabbī wa ja'alanī minal-mukramīn
    Artinya: Apa yang menyebabkan Tuhanku memberikan ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan.
  28. وَمَا أَنزَلْنَا عَلَىٰ قَوْمِهِ مِن بَعْدِهِ مِن جُندٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَمَا كُنَّا مُنزِلِينَ
    Arab Latin: Wa mā anzalnā 'alā qawmihī mim ba'dihī min jundim minas-samā'i wa mā kunnā munzilīn
    Artinya: Dan tidak Kami turunkan kepada kaumnya setelah dia (meninggal) suatu pasukan pun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya.
  29. إِن كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ خَامِدُونَ
    Arab Latin: In kānat illā ṣaiḥatan wāḥidatan fa iżā hum khāmidūn
    Artinya: Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati.
  30. يَا حَسْرَةً عَلَى الْعِبَادِ ۚ مَا يَأْتِيهِم مِّن رَّسُولٍ إِلَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ
    Arab Latin: Yā ḥasratan 'alal-'ibād mā ya'tīhim mir rasūlin illā kānū bihī yastahzi'ūn
    Artinya: Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tidak datang seorang rasul pun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.
  31. أَلَمْ يَرَوْا كَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُم مِّنَ الْقُرُونِ أَنَّهُمْ إِلَيْهِمْ لَا يَرْجِعُونَ
    Arab Latin: A lam yarau kam ahlaknā qablahum minal-qurūni annahum ilaihim lā yarji'ūn
    Artinya: Tidakkah mereka memperhatikan berapa banyak generasi sebelum mereka yang telah Kami binasakan, bahwa mereka tidak kembali kepada mereka.
  32. وَإِن كُلٌّ لَّمَّا جَمِيعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُونَ
    Arab Latin: Wa in kullul lammā jamī'ulladainā muḥḍarūn
    Artinya: Dan semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami.
  33. وَآيَةٌ لَّهُمُ الْأَرْضُ الْمَيْتَةُ أَحْيَيْنَاهَا وَأَخْرَجْنَا مِنْهَا حَبًّا فَمِنْهُ يَأْكُلُونَ
    Arab Latin: Wa āyatul lahumul-arḍul-maytatu aḥyaynāhā wa akhrajnā minhā ḥabban faminhū ya'kulūn
    Artinya: Dan suatu tanda bagi mereka adalah bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan darinya biji-bijian, maka dari biji-bijian itu mereka makan.
  34. وَجَعَلْنَا فِيهَا جَنَّاتٍ مِّن نَّخِيلٍ وَأَعْنَابٍ وَفَجَّرْنَا فِيهَا مِنَ الْعُيُونِ
    Arab Latin: Wa ja'alnā fīhā jannātim min nakhīlin wa a'nābin wa fajjarnā fīhā minal-'uyūn
    Artinya: Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air.
  35. لِيَأْكُلُوا مِن ثَمَرِهِ وَمَا عَمِلَتْهُ أَيْدِيهِمْ ۖ أَفَلَا يَشْكُرُونَ
    Arab Latin: Liya'kulū min ṡamarihī wa mā 'amilathu aydīhim afalā yasykurūn
    Artinya: Agar mereka dapat makan dari buahnya dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapa mereka tidak bersyukur?
  36. سُبْحَانَ الَّذِي خَلَقَ الْأَزْوَاجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنبِتُ الْأَرْضُ وَمِنْ أَنفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ
    Arab Latin: Subḥānalladzī khalaqal-azwāja kullahā mimmā tumbitul-arḍu wa min anfusihim wa mimmā lā ya'lamūn
    Artinya: Mahasuci Allah yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi, dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.
  37. وَآيَةٌ لَّهُمُ اللَّيْلُ نَسْلَخُ مِنْهُ النَّهَارَ فَإِذَا هُم مُّظْلِمُونَ
    Arab Latin: Wa āyatun lahumul-laylu naslakhu minhun-nahāra fa iżā hum muẓlimūn
    Artinya: Dan suatu tanda bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka seketika mereka berada dalam kegelapan.
  38. وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ
    Arab Latin: Wash-shamsu tajrī limustaqarril lahā żālika taqdīrul-'azīzil-'alīm
    Artinya: Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
  39. وَالْقَمَرَ قَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ حَتَّىٰ عَادَ كَالْعُرْجُونِ الْقَدِيمِ
    Arab Latin: Wal-qamara qaddarnāhu manāzila ḥattā 'āda kal-'urjūnil-qadīm
    Artinya: Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah sampai manzilah terakhir) kembalilah ia seperti bentuk tandan kurma yang tua.
  40. لَا الشَّمْسُ يَنبَغِي لَهَا أَن تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ ۚ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ
    Arab Latin: Lā ash-shamsu yanbaghī lahā an tudrikal-qamara wa lā al-laylu sābiqun-nahār wa kullun fī falakin yasbaḥūn
    Artinya: Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya.
  41. وَآيَةٌ لَّهُمْ أَنَّا حَمَلْنَا ذُرِّيَّتَهُمْ فِي الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ
    Arab Latin: Wa āyatul lahum annā ḥamalnā żurriyyatahum fil-fulkil-mashḥūn
    Artinya: Dan suatu tanda bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam kapal yang penuh muatan.
  42. وَخَلَقْنَا لَهُم مِّن مِّثْلِهِ مَا يَرْكَبُونَ
    Arab Latin: Wa khalaqnā lahum mim miṡlihī mā yarkabūn
    Artinya: Dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti itu.
  43. وَإِن نَّشَأْ نُغْرِقْهُمْ فَلَا صَرِيخَ لَهُمْ وَلَا هُمْ يُنقَذُونَ
    Arab Latin: Wa in nasha' nugriq-hum fa lā ṣarīkha lahum wa lā hum yunqażūn
    Artinya: Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka, maka tidak ada penolong bagi mereka dan tidak pula mereka diselamatkan.
  44. إِلَّا رَحْمَةً مِّنَّا وَمَتَاعًا إِلَىٰ حِينٍ
    Arab Latin: Illā raḥmatam minnā wa matā'an ilā ḥīn
    Artinya: Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai waktu tertentu.
  45. وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّقُوا مَا بَيْنَ أَيْدِيكُمْ وَمَا خَلْفَكُمْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
    Arab Latin: Wa iżā qīla lahumut-taqū mā baina aidīkum wa mā khalfakum la'allakum turḥamūn
    Artinya: Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Takutlah kamu akan siksa yang di hadapanmu dan yang akan datang agar kamu mendapat rahmat."
  46. وَمَا تَأْتِيهِم مِّنْ آيَةٍ مِّنْ آيَاتِ رَبِّهِمْ إِلَّا كَانُوا عَنْهَا مُعْرِضِينَ
    Arab Latin: Wa mā ta'tīhim min āyatim min āyāti rabbihim illā kānū 'anhā mu'riḍīn
    Artinya: Dan tidak datang kepada mereka suatu tanda dari tanda-tanda kekuasaan Tuhan mereka, melainkan mereka selalu berpaling darinya.
  47. وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ أَنفِقُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ قَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنُطْعِمُ مَن لَّوْ يَشَاءُ اللَّهُ أَطْعَمَهُ ۖ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا فِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ
    Arab Latin: Wa iżā qīla lahum anfiqū mimmā razaqakumullāh qālallażīna kafarū lillażīna āmanū anuṭ'imu man law yashā'ullāhu aṭ'amahū in antum illā fī ḍalālim mubīn
    Artinya: Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Infakkanlah sebagian dari rezeki yang diberikan Allah kepadamu," orang-orang kafir berkata kepada orang-orang beriman, "Apakah kami akan memberi makan kepada orang yang jika Allah menghendaki Dia akan memberinya makan?"
  48. وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَٰذَا الْوَعْدُ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ
    Arab Latin: Wa yaqūlūna matā hāżal-wa'du in kuntum ṣādiqīn
    Artinya: Dan mereka berkata, "Bilakah janji itu (hari kebangkitan) jika kamu orang-orang yang benar?"
  49. مَا يَنظُرُونَ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً تَأْخُذُهُمْ وَهُمْ يَخِصِّمُونَ
    Arab Latin: Mā yanẓurūna illā ṣaiḥatan wāḥidatan ta'khużuhum wa hum yakhiṣṣimūn
    Artinya: Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar.
  50. فَلَا يَسْتَطِيعُونَ تَوْصِيَةً وَلَا إِلَىٰ أَهْلِهِمْ يَرْجِعُونَ
    Arab Latin: Fa lā yastaṭī'ūna tawṣiyatan wa lā ilā ahlihim yarji'ūn
    Artinya: Lalu mereka tidak mampu membuat suatu wasiat pun dan tidak pula dapat kembali kepada keluarganya.
  51. وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُم مِّنَ الْأَجْدَاثِ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يَنسِلُونَ
    Arab Latin: Wa nufikha fiṣ-ṣūr fa iżā hum minal-ajdāṡi ilā rabbihim yansilūn
    Artinya: Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya menuju kepada Tuhan mereka.
  52. قَالُوا يَا وَيْلَنَا مَن بَعَثَنَا مِن مَّرْقَدِنَا ۜ هَٰذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَٰنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُونَ
    Arab Latin: Qālū yā wailanā man ba'aṡanā mim marqadinā hāżā mā wa'adar-raḥmān wa ṣadaqal-mursalūn
    Artinya: Mereka berkata, "Celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami?" Inilah yang dijanjikan oleh Tuhan Yang Maha Pengasih dan benarlah para rasul.
  53. إِن كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ جَمِيعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُونَ
    Arab Latin: In kānat illā ṣaiḥatan wāḥidatan fa iżā hum jamī'ul ladainā muḥḍarūn
    Artinya: Tidak lain hanyalah satu teriakan saja, maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami.
  54. فَالْيَوْمَ لَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَلَا تُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
    Arab Latin: Fal-yauma lā tuẓlamu nafsun syai'an wa lā tujzauna illā mā kuntum ta'malūn
    Artinya: Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikit pun dan kamu tidak dibalas kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan.
  55. إِنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَ
    Arab Latin: Inna aṣḥābal-jannatil-yauma fī syugulin fākihūn
    Artinya: Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan mereka.
  56. هُمْ وَأَزْوَاجُهُمْ فِي ظِلَالٍ عَلَى الْأَرَائِكِ مُتَّكِئُونَ
    Arab Latin: Hum wa azwājuhum fī ẓilālin 'alal-arā'iki muttaki'ūn
    Artinya: Mereka dan pasangan-pasangan mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan.
  57. لَهُمْ فِيهَا فَاكِهَةٌ وَلَهُم مَّا يَدَّعُونَ
    Arab Latin: Lahum fīhā fākihatun wa lahum mā yadda'ūn
    Artinya: Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta.
  58. سَلَامٌ قَوْلًا مِّن رَّبٍّ رَّحِيمٍ
    Arab Latin: Salāmun qaulan mir rabbir raḥīm
    Artinya: (Kepada mereka dikatakan), "Salam," sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.
  59. وَامْتَازُوا الْيَوْمَ أَيُّهَا الْمُجْرِمُونَ
    Arab Latin: Wamtāzul-yauma ayyuhal-mujrimūn
    Artinya: Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir), "Berpisahlah kamu pada hari ini, wahai orang-orang yang berbuat jahat."
  60. أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَن لَّا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ ۖ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
    Arab Latin: A lam a'had ilaikum yā banī ādama al lā ta'budusy-syaiṭān innahū lakum 'aduwwum mubīn
    Artinya: Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu wahai Bani Adam agar kamu tidak menyembah setan? Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagi kamu.
  61. وَأَنِ اعْبُدُونِي ۚ هَٰذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيمٌ
    Arab Latin: Wa ani'budūnī hāżā ṣirāṭum mustaqīm
    Artinya: Dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus.
  62. وَلَقَدْ أَضَلَّ مِنكُمْ جِبِلًّا كَثِيرًا ۖ أَفَلَمْ تَكُونُوا تَعْقِلُونَ
    Arab Latin: Wa laqad aḍalla mingkum jibillan kaṡīrā afalam takūnū ta'qilūn
    Artinya: Sungguh setan itu telah menyesatkan sebagian besar di antara kamu. Maka apakah kamu tidak memikirkan?
  63. هَٰذِهِ جَهَنَّمُ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ
    Arab Latin: Hāżihī jahannamullatī kuntum tū'adūn
    Artinya: Inilah neraka Jahannam yang dahulu kamu diancam dengannya.
  64. اصْلَوْهَا الْيَوْمَ بِمَا كُنتُمْ تَكْفُرُونَ
    Arab Latin: Iṣlauhal-yauma bimā kuntum takfurūn
    Artinya: Masuklah ke dalamnya pada hari ini karena dahulu kamu mengingkarinya.
  65. الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىٰ أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
    Arab Latin: Al-yauma nakhtimu 'alā afwāhihim wa tukallimunā aidīhim wa tasy-hadu arjuluhum bimā kānū yaksibūn
    Artinya: Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.
  66. وَلَوْ نَشَاءُ لَطَمَسْنَا عَلَىٰ أَعْيُنِهِمْ فَاسْتَبَقُوا الصِّرَاطَ فَأَنَّىٰ يُبْصِرُونَ
    Arab Latin: Walau nasyā'u laṭamasnā 'alā a'yunihim fastabaquṣ-ṣirāṭa fa annā yubṣirūn
    Artinya: Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami hapuskan penglihatan mata mereka, lalu mereka berlomba-lomba mencari jalan. Maka bagaimana mereka dapat melihat?
  67. وَلَوْ نَشَاءُ لَمَسَخْنَاهُمْ عَلَىٰ مَكَانَتِهِمْ فَمَا اسْتَطَاعُوا مُضِيًّا وَلَا يَرْجِعُونَ
    Arab Latin: Walau nasyā'u lamasakhnāhum 'alā makānatihim famastāṭā'ū muḍiyyan wa lā yarji'ūn
    Artinya: Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami ubah bentuk mereka di tempat mereka berada, maka mereka tidak sanggup berjalan lagi dan tidak pula dapat kembali.
  68. وَمَن نُّعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِي الْخَلْقِ ۖ أَفَلَا يَعْقِلُونَ
    Arab Latin: Wa man nu'ammir-hu nunakkis-hu fil-khalq afalā ya'qilūn
    Artinya: Dan barangsiapa Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian semula. Maka apakah mereka tidak memikirkan?
  69. وَمَا عَلَّمْنَاهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنبَغِي لَهُ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ وَقُرْآنٌ مُّبِينٌ
    Arab Latin: Wa mā 'allamnāhusy-syi'ra wa mā yanbaghī lah in huwa illā żikrun wa qur'ānum mubīn
    Artinya: Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Al-Qur'an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan.
  70. لِّيُنذِرَ مَن كَانَ حَيًّا وَيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْكَافِرِينَ
    Arab Latin: Liyunżira man kāna ḥayyan wa yaḥiqqal-qaulu 'alal-kāfirīn
    Artinya: Agar dia memberi peringatan kepada orang yang hidup (hatinya) dan agar pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang kafir.
  71. أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا خَلَقْنَا لَهُم مِّمَّا عَمِلَتْ أَيْدِينَا أَنْعَامًا فَهُمْ لَهَا مَالِكُونَ
    Arab Latin: A wa lam yarau annā khalaqnā lahum mimmā 'amilat aidīnā an'āman fa hum lahā mālikūn
    Artinya: Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri, lalu mereka menguasainya?
  72. وَذَلَّلْنَاهَا لَهُمْ فَمِنْهَا رَكُوبُهُمْ وَمِنْهَا يَأْكُلُونَ
    Arab Latin: Wa żallalnāhā lahum fa minhā rakūbuhum wa minhā ya'kulūn
    Artinya: Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka; sebagian menjadi tunggangan mereka dan sebagian mereka makan.
  73. وَلَهُمْ فِيهَا مَنَافِعُ وَمَشَارِبُ ۖ أَفَلَا يَشْكُرُونَ
    Arab Latin: Wa lahum fīhā manāfi'u wa masyārib afalā yasykurūn
    Artinya: Dan mereka memperoleh padanya berbagai manfaat dan minuman. Maka mengapa mereka tidak bersyukur?
  74. وَاتَّخَذُوا مِن دُونِ اللَّهِ آلِهَةً لَّعَلَّهُمْ يُنصَرُونَ
    Arab Latin: Wattakhażū min dūnillāhi ālihatal la'allahum yunṣarūn
    Artinya: Mereka mengambil sembahan-sembahan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan.
  75. لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَهُمْ وَهُمْ لَهُمْ جُندٌ مُّحْضَرُونَ
    Arab Latin: Lā yastaṭī'ūna naṣrahum wa hum lahum jundum muḥḍarūn
    Artinya: Berhala-berhala itu tidak dapat menolong mereka, padahal mereka menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga berhala-berhala itu.
  76. فَلَا يَحْزُنكَ قَوْلُهُمْ ۘ إِنَّا نَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ
    Arab Latin: Fa lā yaḥzunka qauluhum innā na'lamu mā yusirrūna wa mā yu'linūn
    Artinya: Maka janganlah ucapan mereka menyedihkanmu. Sesungguhnya Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan.
  77. أَوَلَمْ يَرَ الْإِنسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِن نُّطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُّبِينٌ
    Arab Latin: A wa lam yaral-insānu annā khalaqnāhu min nuṭfatin fa iżā huwa khaṣīmun mubīn
    Artinya: Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air, maka tiba-tiba ia menjadi penentang yang nyata?
  78. وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِيَ خَلْقَهُ ۖ قَالَ مَن يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ
    Arab Latin: Wa ḍaraba lanā maṡalan wa nasiya khalqah qāla may yuḥyil-'iẓāma wa hiya ramīm
    Artinya: Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata, "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang yang telah hancur?"
  79. قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ
    Arab Latin: Qul yuḥyīhallażī ansya'ahā awwala marrah wa huwa bikulli khalqin 'alīm
    Artinya: Katakanlah, "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk."
  80. الَّذِي جَعَلَ لَكُم مِّنَ الشَّجَرِ الْأَخْضَرِ نَارًا فَإِذَا أَنتُم مِّنْهُ تُوقِدُونَ
    Arab Latin: Allażī ja'ala lakum minasy-syajaril-akhḍari nāran fa iżā antum minhu tūqidūn
    Artinya: Yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu menyalakan api darinya.
  81. أَوَلَيْسَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِقَادِرٍ عَلَىٰ أَن يَخْلُقَ مِثْلَهُم ۚ بَلَىٰ وَهُوَ الْخَلَّاقُ الْعَلِيمُ
    Arab Latin: A wa laisallażī khalaqas-samāwāti wal-arḍa biqādirin 'alā ay yakhluqa miṡlahum balā wa huwal-khallāqul-'alīm
    Artinya: Dan bukankah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi mampu menciptakan yang serupa dengan itu? Benar, Dia Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.
  82. إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَن يَقُولَ لَهُ كُن فَيَكُونُ
    Arab Latin: Innamā amruhū iżā arāda syai'an ay yaqūla lahū kun fayakūn
    Artinya: Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, "Jadilah!" maka jadilah ia.
  83. فَسُبْحَانَ الَّذِي بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
    Arab Latin: Fa subḥānallażī biyadihī malakūtu kulli syai'in wa ilaihi turja'ūn
    Artinya: Maka Mahasuci Allah yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya kamu dikembalikan.

Waktu Utama Berziarah

Meski ziarah kubur dapat dilakukan kapan saja, terdapat beberapa waktu yang dianggap memiliki keutamaan lebih dalam tradisi Islam. Berikut beberapa waktu yang sering dipilih untuk berziarah.

1. Hari Jumat

Hari Jumat kerap dianggap sebagai waktu yang baik untuk berziarah. Dalam berbagai riwayat, hari ini disebut sebagai hari yang istimewa bagi umat Islam sehingga banyak orang memanfaatkannya untuk berdoa, membaca Al-Qur'an, dan mengirimkan doa bagi ahli kubur.

2. Menjelang Bulan Suci Ramadhan

Banyak umat Islam melakukan ziarah kubur menjelang datangnya bulan Ramadhan. Tradisi ini dimaksudkan sebagai bentuk mendoakan keluarga yang telah meninggal sekaligus menyambut bulan suci dengan hati yang bersih dan penuh refleksi.

3. Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha

Setelah melaksanakan salat Id, sebagian umat Islam juga menyempatkan diri berziarah ke makam keluarga. Momen ini biasanya dimanfaatkan untuk mendoakan orang tua, kerabat, maupun leluhur yang telah wafat serta mempererat ikatan keluarga yang masih hidup.

detikers, mengirim doa adalah hadiah terindah bagi mereka yang sudah tiada. Mari sempatkan waktu untuk berziarah dan mendoakan ahli kubur kita agar mereka mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, ya!



(ihc/irb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads