Doa Ziarah Kubur Saat Lebaran, Lengkap Arab, Latin dan Artinya

Doa Ziarah Kubur Saat Lebaran, Lengkap Arab, Latin dan Artinya

Salma Nisrina Fahriyyah - detikJatim
Selasa, 03 Mar 2026 02:00 WIB
Umat Islam berdoa di sisi makam keluarganya saat tradisi ziarah kubur menjelang bulan suci Ramadhan di Pemakaman Muslim Wanasari, Denpasar, Bali, Senin (16/2/2026). Menurut pengurus Yayasan Muslim Wanasari Maruti Tiga Belas, sejak Jumat (13/2) sudah banyak warga yang berziarah ke tempat pemakaman umum itu dengan jumlah rata-rata 500 orang per hari. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/wsj.
Umat Islam berdoa di sisi makam keluarganya saat tradisi ziarah kubur.Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Surabaya -

Ziarah kubur saat Lebaran sudah menjadi tradisi yang dilakukan umat Islam. Selain untuk mengenang keluarga yang telah wafat, momen ini juga jadi waktu untuk mendoakan mereka. Umumnya, ziarah kubur dilakukan pada hari Kamis sore atau malam Jumat, menjelang datangnya bulan Ramadhan, dan sebelum hari raya Idul Fitri.

Mengutip NU Online, dalam kitab Al-Adzkar, Imam Nawawi menjelaskan bahwa saat berziarah umat Islam dianjurkan untuk mengawali dengan salam kepada ahli kubur, lalu dilanjutkan dengan membaca surah Al-Qur'an, zikir, dan doa untuk mereka serta seluruh kaum Muslimin.

Berikut tata cara serta doa ziarah kubur yang dianjurkan sesuai dengan sunnah Rasul. Simak selengkapnya

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Urutan dan Tata Cara Ziarah Kubur

Dirangkum dari beberapa sumber, berikut urutan bacaan saat melakukan ziarah kubur.

1. Ucapkan Salam Saat Tiba di Makam

السَّلامُ على أهْلِ الدّيارِ مِنَ المُؤْمنينَ وَالمُسْلمينَ وَيَرْحَمُ اللَّهُ المُسْتَقْدِمِينَ مِنْكُمْ وَمِنَّا وَالمُسْتأخِرِين وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّه بِكُمْ لاحِقُونَ

ADVERTISEMENT

Arab Latin: Assalâmu 'alâ ahlid diyâr minal mu'minîna wal muslimîn, yarhamullâhul mustaqdimîna minkum wa minnâ wal musta'khirîn, wa innâ insyâ-Allâhu bikum lâhiqûn.

Artinya: Semoga keselamatan tercurah kepada kalian wahai penghuni kubur dari kaum mukminin dan muslimin. Semoga Allah merahmati yang telah mendahului dan yang akan menyusul. Dan sesungguhnya kami insyaallah akan menyusul kalian.

2. Membaca Istigfar

أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ اَلَّذِي لآ إِلَهَ إِلَّا هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Arab Latin: Astaghfirullâhal 'azhîm alladzî lâ ilâha illâ huwa al-hayyul qayyûm wa atûbu ilaih.

Artinya: Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertobat kepada-Nya.

3. Membaca Al Fatihah

Saat sampai di makam, menghadaplah ke arah kiblat dan bacalah Al-Fatihah.

بسمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ مَالِكِ يَوْمِ الَّذِيْنِ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ. أَمِينٌ

Arab Latin: Bismillahir-Rahmanir-Rahim. Al-hamdu lillahi rabbil-'alamin. Ar-Rahmanir-Rahim. Malik yawmiddin. Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in. Ihdinas-siratal-mustaqim. Siratal-ladhina an'amta 'alayhim ghairil-maghdubi 'alayhim wa la-dh-dallin. Amin.

Artinya: Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terlontar. Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang maha pengasih lagi maha penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah. Hanya kepada-Mu pula kami memohon pertolongan.

Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Kau anugerahi nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Semoga Kau kabulkan permohonan kami.

4. Mengamalkan Amalan Sesuai Sunnah

Setelahnya, dianjurkan untuk melakukan sunnah sebagaimana diajarkan oleh Ali bin Abi Thalib yaitu dengan membaca surat-surat berikut.

  • Surah Al-Qadr sebanyak 7 kali.
  • Surah Al-Fatihah.
  • Surah Al-Falaq, An-Nass, Al-Ikhlas dan Ayat Kursi masing-masing sebanyak 3 kali.

5. Membaca Tahlil

Arab:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ

Latin: Lâ ilâha illallâh.

Artinya: Tiada Tuhan selain Allah.

6. Membaca Doa Ziarah Kubur

Terakhir, baca doa ziarah kubur untuk ahli kubur sebagai berikut.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ

الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، ونَوِّرْ لَهُ فِيهِ

Allahummaghfìrlahu war hamhu wa 'aafìhìì wa'fu anhu, wa akrìm nuzuulahu wawassì' madholahu, waghsìlhu bìl maa'ì watssaljì walbaradì, wa naqqìhì, mìnaddzzunubì wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mìnad danasì.

Wabdìlhu daaran khaìran mìn daarìhì wa zaujan khaìran mìn zaujìhì. Wa adkhìlhul jannata wa aìdzhu mìn adzabìl qabrì wa mìn adzabìnnaarì wafsah lahu fì qabrìhì wa nawwìr lahu fìhì.

Artinya: Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran.

Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, istri yang lebih baik dari isterinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya. (HR Muslim)

Cara atau Adab Ziarah yang Dianjarkan Rasulullah

Mengutip dari buku yang bertajuk Buku Pintar 50 Adab Islam karya Arfiani, Nabi SAW menganjurkan berziarah dengan adab-adab berikut.

1. Mengucapkan Salam

Saat tiba di makam, disunahkan untuk mengucapkan salam. Adapun ucapan salam hendaknya menghadap wajah mayat lalu mengucapkan salam berikut.

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ أَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمْ الْعَافِيَة

Arab latin: Assalamu'alaikum ahlad diyar min al-mu'minina wal muslimin, wa inna in sya'a Allahu bi kum laqahihun. Wa inna in sya'a Allahu bi kum lahaqihun.

Artinya: Keselamatan kepada penghuni kubur dari kaum mukminin dan muslimin, kami InsyaAllah akan menyusul kalian semua. Aku memohon keselamatan kepada Allah untuk kami dan dan kalian semua. (HR. Muslim).

2. Tidak Memakai Sandal di Kuburan

Disunahkan untuk tidak memakai alas kaki saat berjalan di atas kuburan untuk menghormati penghuni kuburan. Sebagaimana dalam sebuah hadis dijelaskan bahwa:

يَا صَاحِبَ السِّبْتِيَّتَيْنِ، أَلْقِ سِبْتِيَّتَكَ! فَنَظَرَ الرَّجُلُ فَلَمَّا عَرَفَ رَسُوْلَ اللهِ، خَلَعَهُمَا فَرَمَى بِهِمَا

Artinya: Wahai orang yang memakai sendal, celaka engkau, lepaslah sandalmu! Lalu orang itu melihat dan tatkala dia mengetahui (bahwa yang menegurnya adalah) Rasulullah SAW maka dia melepas dan melempar sandalnya. (HR. Abu Daud).

Namun, jika tanah kuburan itu bertanah panas, basah, dan sebagainya, dibolehkan untuk memakai sandal.

3. Membaca Bacaan Tasbih, Zikir, dan Surat Pendek

Saat pertama kali Jibril menyampaikan perintah atas nama Allah untuk mendoakan ahli kubur Baqi', Aisyah mengikuti Nabi SAW secara diam-siam. Kemudian, Rasulullah SAW mengajari Aisyah bacaan setelah salam. Runtutannya adalah sebagai berikut.

  • Membaca bacaan tasbih 33x.
  • Membaca tahmid 33x.
  • Dilanjutkan dengan takbir 34x, lalu doa "Allahummaghfirlahum warhamhum wa 'afihim wa fu'anhum".

4. Mendoakan Mayat

Rasulullah menziarahi kuburan sahabatnya untuk mereka dan memohon ampunan untuk mereka. Dibolehkan untuk mengangkat tangan ketika mendoakan mayat dan disarankan untuk menghadap kiblat.

5. Boleh Menangis Asal Tidak Berlebihan

Menangis saat melakukan ziarah kubur diperbolehkan karena Rasulullah SAW pun pernah menangis ketika melakukan ziarah kubur ibunya sampai menangis pula orang sekitar, lalu bersabda:

"Istasna'tu rabbi fi an astaghfira laha fa lam yu'dzan li, wastasna'tuhu fi an azura qabraha fa u'dzina li"

Artinya: Aku meminta izin kepada Rabbku untuk memohon ampun baginya tapi tidak diizinkan, lalu kuperluka izin untuk menziarahi kuburnya maka diizinkan. (HR Muslim no. 976).

Menangis dibolehkan jika meratapi nasib akhirat, tapi dilarang berlebihan seperti meratap keras atau memukul diri.

6. Tidak Duduk dan Berjalan di Atas Pusara Kuburan

Adab lainnya yang perlu diperhatikan dalam melakukan ziarah kubur adalah tidak duduk atau berdiri di atas kuburan. Sementara itu, diperbolehkan bila berjalan di samping atau di antara pusara-pusara kubur.

Sebagaimana dalam hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Muslim:

لأنْ يَجْلِسَ أحَدُكُمْ عَلَى جَمْرَةٍ، فَتُحْرِقَ ثِيَابَهُ فَتَخْلُصَ إِلَى جِلْدِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أنْ يَجْلِسَ عَلَى قَبْرٍ

Artinya: Sungguh jika salah seorang dari kalian duduk di atas bara api sehingga membakar bajunya dan menembus kulitnya, itu lebih baik daripada duduk di atas kubur. (HR. Muslim)

7. Menyiram Air di Atas Pusara

Menyiram air di atas pusara kuburan saat berziarah diperbolehkan. Hal ini sebagaimana didasarkan pada salah satu hadits yang berbunyi:

أن النبي ( صلى الله عليه وسلم ) رش على قبر ابراهيم ابنه ووضع عليه حصباء

Artinya: Sesungguhnya Rasulullah SAW menyiram (air) di atas kubur Ibrahim, anaknya, dan meletakkan kerikil di atasnya. (HR. Abu Daud)




(hil/irb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads