- Faedah Ziarah Kubur Menurut Sejarah
- Adab Ziarah Kubur yang Perlu Diperhatikan 1. Suci dari Hadas 2. Berpakaian Sopan 3. Mengucapkan Salam 4. Tidak Duduk atau Menginjak Makam 5. Menghindari Ratapan Berlebihan
- Tata Cara dan Urutan Doa Ziarah Kubur 1. Mengucapkan Salam 2. Membaca Istigfar dan Al-Fatihah 3. Membaca Surat-surat Pendek 4. Membaca Kalimah Thayyibah (Tahlil) 5. Doa Khusus untuk Jenazah
Ziarah kubur menjadi tradisi yang telah mengakar di masyarakat Indonesia, terutama menjelang bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri. Namun, ziarah bukan sekadar datang ke makam dan menabur bunga.
Ada adab, tata cara, serta urutan doa yang perlu diperhatikan agar ibadah ini bernilai pahala dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Melalui panduan lengkap ini, detikers dapat memahami tujuan ziarah kubur, etika yang harus dijaga, serta bacaan doa yang dianjurkan.
Faedah Ziarah Kubur Menurut Sejarah
Pada masa awal Islam, Rasulullah SAW sempat melarang umatnya berziarah kubur. Larangan tersebut bertujuan untuk mencegah praktik syirik yang masih kuat pada masa itu. Namun, setelah akidah umat Islam semakin kokoh, beliau justru menganjurkannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda: "Dahulu aku melarang kalian berziarah kubur, sekarang berziarahlah kalian, karena sesungguhnya ziarah itu dapat mengingatkan pada akhirat." (HR. Muslim).
Dari hadis tersebut, terdapat dua tujuan utama ziarah kubur, yakni mendoakan almarhum atau almarhumah serta mengingatkan diri sendiri akan kematian dan kehidupan akhirat.
Adab Ziarah Kubur yang Perlu Diperhatikan
Sebelum berangkat ke TPU (Tempat Pemakaman Umum), ada beberapa etika yang sebaiknya dipahami dan diamalkan. Berikut adab ziarah kubur yang perlu diperhatikan muslim.
1. Suci dari Hadas
Dianjurkan untuk berwudu sebelum berangkat sebagai bentuk kesiapan ibadah.
2. Berpakaian Sopan
Gunakan pakaian yang menutup aurat dan rapi sebagai bentuk penghormatan kepada penghuni makam.
3. Mengucapkan Salam
Saat memasuki area makam atau tiba di depan pusara, ucapkan salam kepada ahli kubur.
4. Tidak Duduk atau Menginjak Makam
Rasulullah SAW melarang duduk atau menginjak gundukan kuburan. Sebaiknya berdiri atau duduk di sampingnya.
5. Menghindari Ratapan Berlebihan
Menangis karena rindu diperbolehkan. Namun, menangis histeris atau meratap (niyahah) tidak dianjurkan dalam Islam.
Dengan menjaga adab ini, ziarah kubur menjadi ibadah yang penuh penghormatan dan ketundukan kepada Allah SWT.
Tata Cara dan Urutan Doa Ziarah Kubur
Agar tidak bingung saat berada di pemakaman, berikut urutan doa ziarah kubur yang bisa diikuti.
1. Mengucapkan Salam
Saat tiba di makam, bacalah salam berikut:
السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنينَ وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحقُونَ
Arab Latin: Assalamu'alaikum dāra qaumin mu'minīn, wa innā insyā-Allāhu bikum lāhiqūn.
Artinya: Semoga keselamatan tercurah kepada kalian wahai penghuni tempat kaum mukmin, dan kami insyaallah akan menyusul kalian.
2. Membaca Istigfar dan Al-Fatihah
Setelah salam, awali dengan membaca istighfar untuk memohon ampunan kepada Allah SWT, baik untuk diri sendiri maupun orang yang diziarahi. Kemudian, hadiahkan bacaan surat Al-Fatihah untuk almarhum atau almarhumah.
3. Membaca Surat-surat Pendek
detikers dapat melanjutkan dengan membaca surat-surat pendek berikut. Bacaan ini diniatkan sebagai amal yang pahalanya dihadiahkan kepada ahli kubur.
- Surat Al-Ikhlas (3 kali)
- Surat Al-Falaq
- Surat An-Naas
- Ayat Kursi
4. Membaca Kalimah Thayyibah (Tahlil)
Perbanyak membaca tahlil, "Laa ilaha illallah", sebagai bentuk penguatan tauhid. Pahala bacaan tersebut dapat diniatkan untuk almarhum.
5. Doa Khusus untuk Jenazah
Tutup rangkaian doa dengan permohonan ampun. Berikut doa khusus yang bisa dipanjatkan untuk jenazah.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ
Arab Latin: Allahummaghfirlahu warhamhu wa 'afihi wa'fu 'anhu.
Artinya: Ya Allah, ampunilah dia, berilah rahmat kepadanya, sejahterakanlah dia, dan maafkanlah kesalahannya.
Doa ini berisi permohonan ampun, rahmat, keselamatan, dan penghapusan dosa bagi orang yang telah wafat.
Bagi yang sedang merantau atau tinggal jauh dari makam orang tua dan kerabat, tidak perlu berkecil hati. Doa tidak terhalang jarak. Bacaan Al-Qur'an dan doa dapat dikirimkan dari mana saja, yang terpenting adalah ketulusan hati dan keikhlasan dalam mendoakan.
Ziarah kubur merupakan ibadah yang memiliki nilai spiritual mendalam. Selain mendoakan almarhum, ziarah juga menjadi pengingat bagi setiap Muslim tentang kehidupan akhirat. Dengan memahami tata cara, adab, dan urutan doa sesuai sunah, ziarah kubur dapat dilakukan dengan lebih khusyuk dan penuh makna.
(ihc/irb)
