Ancaman Polisi Banyuwangi buat Siapa pun yang Berani Timbun Bahan Pangan

Ancaman Polisi Banyuwangi buat Siapa pun yang Berani Timbun Bahan Pangan

Eka Rimawati - detikJatim
Jumat, 06 Mar 2026 16:00 WIB
Kapolresta Banyuwangi Kombes Rofik Ripto Himawan.
Kapolresta Banyuwangi Kombes Rofik Ripto Himawan. (Foto: Eka Rimawati/detikJatim)
Banyuwangi -

Harga berbagai kebutuhan mengalami kenaikan selama ramadan. Sejumlah bahan makanan seperti daging sapi, ayam, beras, telur, hingga minyak goreng naik harga di kisaran Rp. 500 sampai Rp. 3.000. Akibatnya angka inflasi menyentuh 3%.

Kenaikan harga barang ini berpotensi mimicu tindak kriminal di sektor perniagaan. Salah satunya upaya menahan peredaran barang atau yang bisa disebut menimbun. Untuk mengantisipasi penimbunan ini, Polresta Banyuwangi menegaskan sikap.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Rofik Ripto Himawan memastikan bahwa pelaku penimbunan bahan pokok akan mendapatkan sanksi secara tegas, baik secara administratif maupun pidana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu jelas ancamannya ada sanksi administratif dan sanksi pemidanaan itu, di mana sanksi administratif badan usaha pelaku penimbunan pasti akan dicabut. Pidananya sangat bergantung dari objek permainan mereka," kata Kombes Rofik usai membuka pasar murah di Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Tukangkayu, Kamis (5/3/2026).

Terkait pasal pemidanaan lebih lanjut, Rofik menjelaskan hal itu bergantung pada kecurangan dan pelanggaran yang dilakukan oleh masing-masing oknum. Ada yang akan mengacu pada Undang-undang Pangan, UU Perlindungan konsumen, bahkan bisa pula dikenao pasal berlapis bergantung pada potensi pelanggaran yang dilakukan.

ADVERTISEMENT

"Jadi kalau misalnya tentang UU kesehatan, pasti beda encaman pidananya dengan UU pangan, yang pangan pasti beda terkait UU perlindungan konsumen. Pidananya pasti bervariatif sesuai dengan potensi pelanggaran yang dilakukan, harapannya tidak kami temukan dan kesadaran ini dibangun bersama-sama," tegas Rofik memperingatkan.

Rofik menyebut Polresta Banyuwangi yang tergabung dalam satgas pangan di tingkat daerah juga bertugas memastikan seluruh upaya pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam menjaga stabilitas harga pangan dan ketersediaan barang dapat terealisasi optimal.

Personel polresta Banyuwangi disiagakan di setiap titik operasi pasar yang digelar tim gabungan satgas pangan. Pada kesempatan operasi pasar di KKMP Tukangkayu, Combes Rofik memeriksa langsung kecukupan pangan påkok dan kualitasnya, sembari memberikan pesan kepada masyarakat untuk turut menjaga kondusifitas selama antrian berlangsung.

"Satgas pangan ini khan satgas yang dibentuk lintas sektoral, di situ kegiatan kami memastikan tidak ada permainan harga, memastikan ketersediaan bahan pokoknya, memastikan kualitas yang tidak membahayakan kesehatan sehingga kita juga berkoordinasi ke BPOM, koordinasi ke Disperindag, ke Bulog insyaallah untuk cadangan aman, upaya kecurangan ditekan," kata Rofik usai membuka pasar murah di KKMP Tukangkayu, Kamis (5/3/2026).

Termasuk dalam setiap pasar murah yang digelar, satgas pangan juga berkewajiban memastikan tak ada bahan pangan berbahaya yang dikonsumsi oleh masyaraka

"Terus operasi-operasi terkait bahaya yang mengandung zat yang berbahaya juga kita lakukan, yang berpotensi kadaluarsa dan diubah juga kita lakukan," lanjutnya.

Rofik bersyukur, hingga pertengahan ramadhan satgas pangan tidak menemukan tindak pelanggaran di sektor niaga yang melakukan pelanggaran-pelanggaran tersebut. Menurutnya, iklim peradaban di Banyuwangi di sektor tersebut telah terbentuk dengan baik sehingga tidak ditemukan aksi kecurangan selama Ramadhan.

"Alhamdulillah untuk saat ini kesadaran masyarkaatnya cukup tinggi sehingga potensi terjadinya juga bisa ditekan dan diminimalisir dengan sebuah iklim peradaban yang bagus," pungkas Rofik.

Pasar murah di KKMP Tukangkayu menghabiskan 100 kupon bantuan dari pemerintah Provinsi Jawa Timur dan berlangsung kondusif, komoditi yang banyak diburu masyarkat diantaranya Telur, Minyak Goreng, Cabai dan Beras.

Ketua KKMP Tukangkayu sekaligus Ketua Umum Soisasi KDKMP Kabupaten Banyuwangi Imam Maskun menyebut, pasar murah tersebut digelar atas recomendase Dinas Koperasi Provinsi Jawa Timur dengan menyiapkan kupon dan sejumlah komoditi pokok untuk dibagikan kepada warga di kelurahan Tukangkayu.

"Dinas Koperasi Provinsi Jawa Timur yang memberikan dukungan pasar murah ini dengan pemerintah daerah selaku pembina di KKMP Tukangkayu yang memastikan bahwa pasar murah ini menjadi salah satu upaya untuk menekan harga berbagai kebutuhan pokok selama ramadhan," tutup Imam.



(ihc/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads