Mengapa Kita Tidak Tahu Kapan Lailatul Qadar?

Mengapa Kita Tidak Tahu Kapan Lailatul Qadar?

Salma Nisrina Fahriyyah - detikJatim
Rabu, 04 Mar 2026 20:00 WIB
Mengenal Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar
Ilustrasi Malam Lailatul Qadar. Foto: 20Detik
Surabaya -

Lailatul Qadar adalah malam istimewa yang nilainya lebih baik dari seribu bulan, namun Allah SWT merahasiakan waktunya agar umat Islam bersungguh-sungguh beribadah sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadhan, bukan hanya pada satu malam tertentu.

Hal ini sebagaimana yang dijelaskan Rasulullah:

إِنَّ هَذَا الشَّهْرَ قَدْ حَضَرَكُمْ وَفِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَهَا فَقَدْ حُرِمَ الْخَيْرَ كُلَّهُ وَلاَ يُحْرَمُ خَيْرَهَا إِلاَّ مَحْرُومٌ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: Sesungguhnya bulan ini (Ramadhan) telah datang kepada kalian. Padanya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Siapa saja yang terhalangi darinya, sungguh ia telah terhalangi dari semua kebaikan. Dan tidak ada yang terhalangi (darinya), kecuali orang yang memang terhalangi dari kebaikan.

Berbeda dari hari raya atau tanggal penting lainnya, waktunya tidak pernah diumumkan secara pasti. Allah SWT sengaja merahasiakannya. Lalu, apa saja alasan dan hikmah di balik dirahasiakannya malam yang begitu mulia ini?

ADVERTISEMENT

Mengapa Waktunya Dirahasiakan?

Dirahasiakannya waktu datangnya Lailatul Qadar bukan tanpa alasan. Seperti dikutip dari NU Online, ada hikmah agung di balik ketetapan tersebut. Berikut alasan di balik rahasia datangnya Lailatul Qadar.

1. Agar Umat Islam Bersungguh-sungguh

Syekh Fakhruddin al-Razi dalam kitab Mafatih al-Ghaib menjelaskan Allah merahasiakan waktu-waktu utama dalam ibadah agar manusia senantiasa berlomba-lomba dalam kebaikan, tanpa terpaku pada waktu atau tempat tertentu.

أنه تعالى أخفى هذه الليلة لوجوه أحدها: أنه تعالى أخفاها، كما أخفى سائر الأشياء، فإنه أخفى رضاه في الطاعات، حتى يرغبوا في الكل، وأخفى الإجابة في الدعاء ليبالغوا في كل الدعوات، وأخفى الاسم الأعظم ليعظموا كل الأسماء، وأخفى في الصلاة الوسطى ليحافظوا على الكل، وأخفى قبول التوبة ليواظب المكلف على جميع أقسام التوبة، وأخفى وقت الموت ليخاف المكلف، فكذا أخفى هذه الليلة ليعظموا جميع ليالي رمضان

Artinya: Sesungguhnya Allah SWT telah merahasiakan malam Lailatul Qadar karena beberapa alasan. Pertama, Allah telah merahasiakannya sebagaimana Ia rahasiakan beberapa hal. Sebagaimana Allah merahasiakan ridho-Nya dalam ketaatan, sehingga manusia menyukai semua ketaatan.

Merahasiakan dikabulkan doa di antara doa-doa, agar manusia bersungguh-sungguh dalam setiap doanya. Merahasiakan ismul a'dzham di antara nama-nama-Nya, agar manusia mengagungkan semua nama-Nya. Merahasiakan shalatul wustha di antara semua shalat lima waktu, agar manusia menjaga semua waktu shalat.

Merahasiakan diterimanya taubat di antara taubat-taubat, supaya manusia bersungguh-sungguh dalam setiap taubatnya. Merahasiakan kematian di dalam kehidupan, supaya manusia takut kepada Allah. Demikian pula merahasiakan malam Lailatul Qadar di antara malam-malam Ramadhan, supaya manusia bersungguh-sungguh beribadah pada semua malam Ramadhan.

2. Agar Tidak Lalai dan Tidak Bermalas-malasan

Ulama lain, Syekh Nidzamuddin an-Naisaburi menjelaskan hikmat ini mirip dengan dirahasiakannya waktu kematian dan hari kiamat. Karena tak tahu kapan ajal datang, manusia akan termotivasi untuk selalu memperbaiki diri.

Begitu pula dengan Lailatul Qadar, ketidaktahuan ini membuat umat Islam senantiasa semangat beribadah sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadhan.

الحكمة في إخفاء ليلة القدر في الليالي كالحكمة في إخفاء وقت الوفاة ويوم القيامة حتى يرغب المكلف في الطاعات ويزيد في الاجتهاد ولا يتغافل ولا يتكاسل ولا يتكل

Artinya: Hikmah dirahasiakannya malam Lailatul Qadar di antara malam-malam bulan Ramadhan adalah seperti dirahasiakannya kematian dan hari kiamat. Sehingga manusia dengan penuh suka cita menjalankan ibadah, lebih bersungguh-sungguh, tidak lalai, dan tidak bermalas-malasan.

Pendapat Ulama tentang Kapan Malam Lailatul Qadar

Karena waktunya dirahasiakan, para ulama memiliki banyak pendapat tentang kapan tepatnya Lailatul Qadar terjadi. Dikutip buku Fiqh Shalat Terlengkap karya Abu Abbas Zain Musthofa Al-Basuruwani, Imam asy-Syaukani menyebutkan perbedaan pendapat di kalangan para ulama dalam menentukan Lailatul Qadar hingga mencapai 47 (empat puluh tujuh) pendapat.

Namun, pendapat paling kuat menyatakan Lailatul Qadar terjadi pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan. Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad dari Ubadah bin Shamit, bahwa Rasulullah SAW menganjurkan untuk mencarinya pada tanggal 21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadan.

Diceritakan, ia bertanya kepada Rasulullah SAW tentang Lailatul Qadar. Lalu, Rasulullah SAW menjawab,

"Di Ramadan maka carilah di sepuluh terakhir, dan sesungguhnya Lailatul Qadar itu di tanggal ganjil, pada tanggal 21, 23, 25, 27, 29 atau malam terakhir, siapa yang qiyamul lail dengan mencari rida Allah dilandasi iman dan ikhlas, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu dan yang akan datang,". (HR Ahmad)

Sementara itu, menurut Ibnu Hajar al-Asqalani, berdasarkan hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, Lailatul Qadar juga dikaitkan dengan tujuh malam terakhir Ramadhan. Pendapat tersebut didasarkan pada hadis berikut yang berbunyi:

"Dari Ibnu Umar RA bahwa ada seorang dari sahabat Nabi SAW diperlihatkan Lailatul Qadar dalam mimpi ketika tujuh hari terakhir (dari bulan Ramadan). Rasulullah SAW pun bersabda, "Aku tahu bahwa kalian melihat Lailatul Qadar pada tujuh hari terakhir Ramadan. Siapa yang sungguh-sungguh dalam mencarinya maka carilah di tujuh hari terakhir dari bulan Ramadan." (HR Bukhari dan Muslim)

Hikmah Besar di Balik Kerahasiannya

Menurut Ali Ahmad Al-Jarjawi dalam buku Indahnya Syariat Islam, Allah SWT tidak menetapkan tanggal pastinya agar manusia tidak hanya memuliakan satu malam saja, tetapi menghargai seluruh waktu di bulan Ramadan.

Sebagian ulama berpendapat bahwa Lailatul Qadar hadir setiap tahun, namun waktunya berpindah-pindah. Itulah mengapa kapan pastinya dirahasiakan, agar umat Islam terus menghidupkan seluruh malam Ramadan, atau setidaknya sepuluh malam terakhirnya dengan ibadah yang maksimal.

Sebaliknya, jika tanggalnya sudah ditentukan secara pasti, bisa jadi banyak orang hanya akan fokus beribadah pada malam itu saja, lalu kembali lalai di malam lainnya. Karena itulah, Lailatul Qadar dirahasiakan agar umat Islam berlomba-lomba mengisi setiap malam Ramadan dengan amal saleh.



(auh/irb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads