Amalan untuk Mengejar Keberkahan Lailatul Qadar

Amalan untuk Mengejar Keberkahan Lailatul Qadar

Salma Nisrina Fahriyyah - detikJatim
Rabu, 04 Mar 2026 09:47 WIB
Mengenal Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar
Foto: 20Detik
Surabaya -

Lailatul Qadar adalah malam yang sangat istimewa dalam bulan Ramadhan. Allah SWT menyebutnya sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Karena keutamaannya yang luar biasa, setiap Muslim tentu berharap dapat menjumpainya dan mengisinya dengan amal terbaik.

Lalu, amalan apa yang paling utama menurut sunnah Nabi Muhammad SAW? Simak selengkapnya.

Dalil Keutamaan Menghidupkan Lailatul Qadar

Mengutip dari laman resmi NU Online, dalam hadits riwayat Imam Al-Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ، وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ القَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya:
"Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan barangsiapa menegakkan malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari)

ADVERTISEMENT

Hadits ini menegaskan bahwa menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan ibadah menjadi sebab diampuninya dosa-dosa yang telah lalu.

Apa yang Dimaksud Menegakkan Lailatul Qadar?

Menurut Ibnu Rajab al-Hambali dalam kitab Lathaiful Ma'arif, yang dimaksud dengan menegakkan malam Lailatul Qadar adalah menghidupkannya dengan shalat malam (tahajud).

Beliau juga menjelaskan bahwa Nabi SAW pada malam-malam Ramadhan menunaikan sholat malam dengan khusyuk, membaca Al-Quran dengan tartil, berdoa ketika membaca ayat yang rahmat, memohon perlindungan saat membaca ayat azab.

Singkatnya, saat malam Lailatul Qadar, Rasulullah SAW menggabungkan shalat, membaca Al-Qur'an, doa, dan tafakur dalam satu rangkaian ibadah.

Memperbanyak Doa adalah Yang Paling Utama

Menurut Sufyan At-Tsauri, seorang ulama tabi'in terkenal, amalan paling utama pada malam Lailatul Qadar adalah berdoa, yang bahkan lebih disukai daripada shalat semata.

Sufyan At-Tsauri berkata:

"الدعاء في تلك الليلة أحب إلي من الصلاة"

Artinya: "Berdoa pada malam itu lebih aku sukai daripada shalat".

Ia menjelaskan bahwa jika seseorang membaca Al-Quran sambil berdoa dan merasakan kerinduan kepada Allah dalam permohonannya, maka kemungkinan besar doanya dikabulkan. Berdoa dianggap utama karena Lailatul Qadar adalah malam penentu takdir, di mana doa sangat mustajab.

Penjelasan ini dikuatkan oleh Ibnu Rajab bahwa kombinasi antara shalat, membaca Al-Qur'an, doa, dan perenungan adalah amal yang paling sempurna di malam-malam sepuluh terakhir Ramadhan.

Doa yang Dianjurkan di Malam Lailatul Qadar

Sayyidah Aisyah RA pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang doa terbaik jika menjumpai Lailatul Qadar. Dalam hadits riwayat Imam Ahmad, Rasulullah SAW menjawab:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni.

Artinya:
"Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, mencintai kemaafan, maka maafkanlah aku."

Doa ini sangat dianjurkan untuk diulang-ulang sepanjang malam, terutama pada sepertiga malam terakhir sambil menghadirkan perasaan penuh harap akan ampunan Allah. Ulangi doa ini minimal 3-7 kali, idealnya 100 kali atau lebih sepanjang malam. Lakukan sambil merenungi makna ampunan Allah, terutama saat menunggu sahur di sepertiga malam terakhir.

Amalan-Amalan untuk Meraih Keberkahan Lailatul Qadar

1. Mendirikan Shalat Sunnah

Shalat tahajud dan shalat tasbih adalah ibadah yang dianjurkan saat mengejar keberkahan malam Lailatul Qadar.

Keutamaan shalat sunnah inimalam sangat besar sebab ini adalah kesempatan terkabulnya doa. Oleh karena itu, memperbanyak shalat sunnah di malam-malam terakhir Ramadhan sangat dianjurkan agar dapat meraih keutamaan Lailatul Qadar.

2. Memperbanyak Dzikir dan Doa

Berdzikir kepada Allah SWT dan berdoa untuk memohon ampunan serta keberkahan adalah amalan yang sangat dianjurkan di malam Lailatul Qadar. hal ini juga sebagaimana telah difirmankan pada QS. Al-A'raf ayat 205:

وَٱذْكُر رَّبَّكَ فِى نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ ٱلْجَهْرِ مِنَ ٱلْقَوْلِ بِٱلْغُدُوِّ وَٱلْءَاصَالِ وَلَا تَكُن مِّنَ ٱلْغَٰفِلِينَ

Artinya: "Ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, tanpa mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai." (QS. Al-A'raf: 205)

Ayat ini mengajarkan bahwa sesibuk apapun kita, tetaplah sempatkan waktu untuk brdzikir dan berdoa.

3. Melakukan I'tikaf di Masjid

I'tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Amalan ini sangat dianjurkan di sepuluh malam terakhir Ramadhan karena Rasulullah SAW juga melakukan i'tikaf hingga akhir hayatnya. Isilah i'tikah dengan sholat, dzikir, membaca Al Quran, serta berdoa.

4. Bersedekah dengan Ikhlas

Bersedekah sangat dianjurkan di bulan Ramadhan, terutama pada sepuluh hari terakhir. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits dari Anas bin Malik RA yang menegaskan keutamaan sedekah di bulan Ramadan sebagai amalan paling afdhal dibandingkan waktu lainnya, karena pahalanya dilipatgandakan secara luar biasa.




(irb/irb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads