Sejumlah emak-emak di Kabupaten Sampang nekat menahan jenazah yang hendak diberangkatkan menuju kuburan gegara semasa hidup jenazah memiliki tanggungan hutang. Aksi itu pun terekam video warga hingga membuat heboh warganet dan viral.
Dalam video itu terlihat dua orang mendekati kiai yang tengah menyampaikan pesan sebelum memberangkatkan jenazah ke makam. Mereka kemudian meminta izin kepada kiai itu untuk menyampaikan tanggungan piutang jenazah semasa hidupnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kiaeh tak langkong, abdhinah bedeh se epadepak aginah, tak langkong (Kiai mohon maaf, saya ada yang ingin di sampaikan mohon maaf)," ujar emak-emak di tengah kerumunan petakziah, dalam video yang dilihat detikJatim, Senin (3/3/2026)
"Panikah almarhum andik otang, sagemik gram emas biasah, pesse lema belles juta, perkiraan duratos lema beles jutah otangah (Almarhumah ini punya hutang, 25 gram emas, uang 15 juta, diperkirakan 215 juta hutangnya)," lanjutnya sembari menyebut tanggungan piutang emas ke emak-emak yang lain.
Mereka mengaku terpaksa menyampaikan hal itu di tengah suasana duka karena merasa keluarga almarhumah selama ini tutup mata.
"Tak langkong jek koburagi montak tage bedeh nyandek nakpotonah maupun suaminah maupun tretannah tak langkong jek koburagi manggu petong Toron. (Maaf jangan dikuburkan sebelum ada yang bertanggung jawab anaknya maupun suaminya maupun saudaranya, maaf jangan dikuburkan meskipun sampai tujuh turunan)," bebernya.
Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko puji Waluyo, membenarkan kejadian itu. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (28/2/2026) di Desa Ragung, Kecamatan Pengarengan, Sampang.
"Itu terjadi pada hari Sabtu tanggal 28 Februari 2026 sekitar pukul 08.00 WIB di Dusun Ragung Timur, Desa Ragung, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang," terangnya.
(auh/abq)











































