Tradisi yang Biasa Dilakukan Masyarakat Tionghoa Saat Cap Go Meh

Tradisi yang Biasa Dilakukan Masyarakat Tionghoa Saat Cap Go Meh

Chilyah Auliya - detikJatim
Senin, 02 Mar 2026 17:30 WIB
Ilustrasi Cap Go Meh.
Ilustrasi Cap Go Meh. Foto: detikcom/Thinkstock
Surabaya -

Perayaan tahun baru Imlek belum benar-benar usai sebelum puncaknya dirayakan nih, detikers. Masyarakat Tionghoa mengenalnya dengan sebutan Cap Go Meh. Jatuh tepat pada hari ke-15 setelah bulan baru, momen ini menjadi tirai penutup seluruh rangkaian festival musim semi dengan penuh kemeriahan.

Di Jawa Timur, dan berbagai wilayah Indonesia lainnya, Cap Go Meh bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan pesta budaya yang selalu menyedot perhatian ribuan pasang mata. Simak ulasan mendalam mengenai sejarah, filosofi, hingga tradisi unik yang selalu dinanti setiap tahunnya di bawah ini.

Asal-usul Cap Go Meh

Secara etimologi, nama Cap Go Meh berasal dari dialek Hokkian. Cap berarti sepuluh, Go berarti lima, dan Meh berarti malam. Secara harfiah, nama ini merujuk pada malam ke-15 setelah Imlek, yang juga bertepatan dengan munculnya bulan purnama pertama di tahun baru lunar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Histori mencatat tradisi ini sudah eksis sejak zaman Dinasti Han (206 SM - 221 M). Awalnya, perayaan ini dilakukan secara tertutup di lingkungan istana sebagai penghormatan kepada Dewa Taiyi (Dewa Langit).

Namun, seiring berjalannya waktu, perayaan ini bertransformasi menjadi festival rakyat yang terbuka bagi semua kalangan, lengkap dengan pendar cahaya lampion yang menghias langit malam.

ADVERTISEMENT

Bagi masyarakat Tionghoa, bulan purnama pada malam Cap Go Meh adalah simbol kesempurnaan. Ini adalah waktu yang dianggap paling mustajab untuk memanjatkan doa agar segala harapan di tahun baru dapat terwujud.

Ragam Tradisi Unik

Setiap wilayah memiliki cara tersendiri untuk merayakan malam puncak ini. Namun, ada beberapa hal yang biasa dilakukan dan selalu menjadi elemen "wajib" dalam setiap perayaan Cap Go Meh yang perlu detikers ketahui.

1. Festival Lampion

Lampion identik dengan cahaya pengusir kegelapan. Konon, menyalakan lampion di malam ke-15 dipercaya dapat menjauhkan diri dari energi negatif dan membuka jalan bagi keberuntungan. Di kota-kota besar, ribuan lampion merah biasanya menghiasi klenteng dan jalanan, menciptakan suasana magis yang ikonik.

2. Atraksi Barongsai serta Liong

Barongsai (singa) dan Liong (naga) bukan sekadar hiburan visual. Dalam kepercayaan Tionghoa, tarian ini melambangkan keberanian dan kekuatan untuk mengusir roh jahat. Suara simbal dan drum yang bertalu-talu diyakini dapat membersihkan suatu kawasan dari kesialan.

3. Hidangan Khas Lontong Cap Go Meh

Inilah sisi menarik Cap Go Meh di Indonesia. Alih-alih hanya makan kue keranjang (Nian Gao), masyarakat identik dengan hidangan Lontong Cap Go Meh. Sajian ini merupakan bentuk akulturasi budaya Tionghoa dengan lokal (Jawa).

Lontong Cap Go Meh memiliki filosofi, lontong yang panjang melambangkan panjang umur, sementara kuah opor kuning keemasan melambangkan kemakmuran dan kekayaan. Gurih banget ya, detikers!

4. Parade Budaya dan Pawai Tatung

Di beberapa daerah, Cap Go Meh dirayakan dengan skala besar lewat pawai budaya. Jika di Singkawang, ada atraksi tatung yang ekstrem, di wilayah Jawa Timur seperti Surabaya atau Malang, perayaan sering kali diisi dengan kirab budaya yang memadukan barongsai dengan kesenian lokal seperti reog atau musik gamelan.

Ide Merayakan Cap Go Meh Bersama Keluarga

Ingin merasakan euforia Cap Go Meh dengan cara yang lebih berkesan tahun ini? Ada banyak ide sederhana namun bermakna yang bisa detikers coba, mulai dari makan malam spesial di rumah, berbagi angpao, hingga menikmati suasana festival lampion bersama orang-orang tercinta.

  • Kunjungi klenteng atau vihara terdekat untuk melihat persiapan ritual dan dekorasi lampion yang indah.
  • Sajikan menu wajib seperti mie panjang umur, kue keranjang, dan lontong Cap Go Meh untuk mempererat tali persaudaraan.
  • Maknai penutupan Imlek dengan berbagi kebahagiaan kepada sesama atau memberikan angpao kepada anak-anak sebagai simbol syukur.
  • Jangan lewatkan event spesial di mal atau tempat wisata seperti Trans Studio yang sering mengadakan Fire Dance bertajuk Legenda Naga Api atau drama kolosal untuk pengalaman liburan yang lebih seru.

Cap Go Meh adalah pengingat bahwa setelah doa dipanjatkan di hari pertama Imlek, kita menutupnya dengan perayaan penuh cahaya dan optimisme. Nah, kalau detikers sendiri, apa nih tradisi favorit kalian saat Cap Go Meh?




(hil/irb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads