8 Hidangan Khas Cap Go Meh yang Penuh Makna dan Harapan Baik

8 Hidangan Khas Cap Go Meh yang Penuh Makna dan Harapan Baik

Anastasia Trifena - detikJatim
Senin, 02 Mar 2026 13:15 WIB
Lontong Cap Go Meh.
Lontong Cap Go Meh. Foto: Getty Images/iStockphoto
Surabaya -

Perayaan Imlek tidak berhenti pada hari pertama tahun baru saja. Memasuki hari ke-15, masyarakat Tionghoa merayakan Cap Go Meh yang menjadi penutup rangkaian tahun baru Imlek.

Momen ini biasanya dirayakan dengan doa bersama, pertunjukan budaya, hingga tradisi makan bersama keluarga. Cap Go Meh merupakan simbol harapan dan rasa syukur menyambut tahun yang baru.

Dalam tradisinya, ada sejumlah hidangan khas yang hampir selalu tersaji di meja makan. Setiap makanan yang menggugah selera ini juga memiliki makna filosofis tentang keberuntungan, kemakmuran, panjang umur, hingga keharmonisan keluarga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Daftar Makanan Khas Cap Go Meh

Makanan yang disantap saat Cap Go Meh sudah menjadi tradisi tersendiri karena kebiasaan ini diturunkan dari generasi ke generasi. Bermacam-macam ragamnya, ada hidangan manis, asam, maupun asin. Berikut daftarnya berdasar rangkuman detikJatim dari beberapa sumber.

ADVERTISEMENT

1. Lontong Cap GoMeh

Lontong Cap Go MehLontong Cap Go Meh Foto: Getty Images/iStockphoto

Lontong Cap Go Meh menjadi sajian utama dalam perayaan Cap Go Meh di Indonesia. Hidangan ini merupakan hasil akulturasi budaya Tionghoa dan Nusantara, berisi lontong yang disajikan bersama opor ayam, sambal goreng ati, telur pindang, sayur labu siam, hingga taburan koya dan kerupuk.

Sajian tersebut banyak ditemui di Pulau Jawa dan menjadi tradisi turun-temurun di keluarga Tionghoa peranakan. Secara filosofis, lontong melambangkan kebersamaan dan kemakmuran.

Isi lauk yang beragam mencerminkan harapan akan rezeki yang melimpah dan kehidupan yang harmonis. Kehadiran Lontong Cap Go Meh juga menjadi bukti bahwa perayaan budaya bisa beradaptasi dengan cita rasa lokal tanpa meninggalkan makna aslinya.

2. Kue Keranjang (NianGao)

Kue Keranjang.Kue Keranjang. Foto: Muhammad Reevanza/detikFoto

Dari perayaan Imlek hingga Cap Go Meh, kue keranjang masih turut meramaikan meja makan. Kue berbahan dasar tepung ketan dan gula ini memiliki tekstur lengket dan rasa manis.

Biasanya disusun bertingkat saat perayaan sebagai simbol peningkatan kesejahteraan dari tahun ke tahun. Maknanya tak lepas dari harapan akan kehidupan yang lebih manis dan hubungan keluarga yang semakin erat.

Teksturnya yang lengket dipercaya melambangkan keeratan persaudaraan. Di sejumlah daerah, kue ini diolah kembali dengan cara digoreng dengan balutan tepung atau ditaburi parutan kelapa selagi panas agar lebih variatif saat disajikan di hari Cap Go Meh.

3.Tangyuan atau Wedang Ronde

Tangyuan, makanan khas Imlek.Tangyuan, makanan khas Imlek. Foto: Freepik

Tangyuan merupakan bola-bola ketan yang biasanya disajikan dalam kuah manis hangat. Di Indonesia, hidangan ini lebih dikenal sebagai wedang ronde dengan kuah jahe yang menghangatkan. Bentuknya yang bulat menjadi ciri khas utama makanan ini.

Bentuk bulat tersebut melambangkan kesatuan, keharmonisan, dan keutuhan keluarga. Karena Cap Go Meh identik dengan momen berkumpul, tangyuan sering disantap bersama sebagai simbol kebersamaan. Rasa manisnya juga menjadi doa agar kehidupan di tahun baru dipenuhi kebahagiaan.

4. Mi Panjang Umur

Ilustrasi mi panjang umur.Ilustrasi mi panjang umur. Foto: Getty Images/iStockphoto/Phacharason Mongkhonwikuldit

Mi panjang umur kerap hadir dalam perayaan Cap Go Meh sebagai simbol doa untuk kesehatan dan usia yang panjang. Mi biasanya digoreng maupun dimasak berkuah, dengan tambahan sayuran dan daging.

Dalam tradisi Tionghoa, mi tidak boleh dipotong karena panjangnya melambangkan panjang umur dan kelancaran rezeki. Hidangan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kesehatan dan hubungan baik sepanjang tahun yang baru.

5. Jeruk Mandarin

Jeruk Mandarin.Jeruk Mandarin. Foto: jcomp/Freepik

Sama seperti kue keranjang, jeruk Mandarin hampir selalu ada dalam setiap rangkaian perayaan Imlek hingga Cap Go Meh. Warna oranye keemasan pada kulitnya dikaitkan dengan simbol keberuntungan dan kemakmuran.

Selain disajikan sebagai buah meja, jeruk Mandarin juga kerap dibagikan kepada keluarga atau tamu sebagai bentuk doa dan harapan baik. Memberikan jeruk dipercaya sebagai simbol berbagi rezeki dan kebahagiaan.

6.Onde-onde

Ilustrasi onde-onde.Ilustrasi onde-onde. Foto: Getty Images/iStockphoto/AmalliaEka

Onde-onde menjadi salah satu camilan yang turut meramaikan menu makan bersama saat Cap Go Meh. Bola ketan berlapis wijen ini biasanya berisi kacang hijau manis dan digoreng hingga renyah di luar serta lembut di dalam.

Bentuknya yang bulat dan mengembang melambangkan keberuntungan dan rezeki yang terus bertumbuh. Taburan wijen yang menempel di seluruh permukaan juga dipercaya sebagai simbol kelimpahan yang menyebar luas.

7. Ikan (Bandeng atau Ikan Kukus)

Ilustrasi masakan bandeng.Ilustrasi masakan bandeng. Foto: Getty Images/iStockphoto/PuspaSwara

Hidangan ikan kerap disajikan dalam perayaan Cap Go Meh karena melambangkan kelimpahan. Dalam bahasa Mandarin, kata "ikan", yΓΊ (ι±Ό) memiliki pelafalan yang mirip dengan kata "surplus" yΓΊ (δ½™).

Biasanya ikan dimasak dengan cara dikukus atau dibumbui sederhana agar tetap mempertahankan cita rasa aslinya. Penyajiannya utuh, lengkap dengan kepala dan ekor, menyiratkan awal dan akhir yang baik dalam satu tahun penuh.

8. Telur Teh

Telur teh..Telur teh. Foto: iStock

Telur teh atau tea egg juga kerap hadir dalam rangkaian perayaan Cap Go Meh. Telur ayam direbus bersama campuran teh dan rempah-rempah seperti kayu manis, bunga lawang, dan kecap asin hingga menghasilkan warna kecokelatan dengan motif seperti retakan yang khas di permukaannya.

Telur dalam tradisi Tionghoa melambangkan kelahiran, awal baru, serta harapan akan kehidupan lebih baik. Proses perebusan yang lama hingga bumbu meresap juga dimaknai sebagai simbol kesabaran dan ketekunan menjalani tahun baru. Sajian sederhana ini menjadi pelengkap yang sarat filosofi dalam perayaan Cap Go Meh.

Itulah deretan menu khas Cap Go Meh yang selalu hadir di meja makan saat puncak perayaan tahun baru Imlek.




(irb/irb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads