Istri Gus Dur Buka Puasa di Gereja Jawi Wetan Sidoarjo

Istri Gus Dur Buka Puasa di Gereja Jawi Wetan Sidoarjo

Suparno - detikJatim
Jumat, 27 Feb 2026 19:24 WIB
Istri Gus Dur, Sinta Nuriyah buka puasa bersama di Gereja Jawi Wetan Sidoarjo
Istri Gus Dur, Sinta Nuriyah buka puasa bersama di Gereja Jawi Wetan Sidoarjo (Foto: Suparno/detikJatim)
Sidoarjo -

Istri Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid hadir dalam buka puasa bersama di Sidoarjo. Acara digelar di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jalan Kombes Pol M. Durriyat Jumat (27/2/2026).

Kegiatan bertajuk "Puasa Berbalut Bencana dan Goyahnya Demokrasi" ini diikuti oleh lintas agama. Ratusan warga lintas agama, tokoh masyarakat, komunitas ojek online hingga kaum marginal hadir dalam buka puasa ini.

Meski diguyur hujan deras, antusiasme peserta tinggi hingga memadati ruang gereja dan halaman. Dalam sambutannya, Shinta menekankan pentingnya merawat kebhinekaan dan saling menghormati di tengah keragaman Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di Indonesia ini ada beraneka ragam suku dan budaya. Kita diwajibkan saling hormat-menghormati. Semua perbedaan itu justru memperkuat persatuan bangsa," ujar Shinta dalam ceramahnya, Jumat (27/2/2026).

ADVERTISEMENT

Shinta juga mengingatkan bahwa setiap warga berhak meraih posisi apa pun, termasuk kursi Dewan Perwakilan Rakyat, selama tidak digunakan untuk memecah belah bangsa.

Ia menuturkan, tradisi sahur dan buka puasa bersama kaum dhuafa dan marjinal telah ia lakukan sejak mendampingi Gus Dur sebagai presiden ke-4. Kegiatan itu dijalankan lebih dari dua dekade dengan cara membaur langsung bersama tukang becak, buruh pasar, hingga anak jalanan.

"Sejak di Istana dulu, saya sudah terbiasa sahur bersama kaum marginal, di terminal, di kolong jembatan, atau di pasar. Tujuannya membangun solidaritas kemanusiaan dan memaknai puasa bukan sekadar menahan lapar, tapi menahan hawa nafsu," jelasnya.

Menurut Shinta, puasa harus berdampak pada perubahan perilaku menuju ketakwaan yang berkelanjutan, bukan sekadar ritual tahunan. Ia lantas mengutip Surat Al-Baqarah ayat 183 tentang tujuan puasa agar manusia menjadi pribadi bertakwa.

Sementara itu, Koordinator Gusdurian Sidoarjo, Febrian Aryani mengatakan kegiatan buka puasa lintas iman bersama Shinta Nuriyah memang rutin digelar setiap tahun di berbagai daerah di Jawa Timur. Tahun ini, Sidoarjo mendapat kesempatan menjadi tuan rumah.

"Tidak semua daerah mendapat slot kegiatan bersama Ibu Shinta. Tahun ini Sidoarjo dipercaya menjadi tuan rumah. Antusias masyarakat lintas iman luar biasa, bahkan melebihi kapasitas gedung yang sekitar 800 orang," kata Febrian.

"Tema dari pusat memang 'Puasa Berbalut Bencana dan Goyahnya Demokrasi'. Ada dua agenda, sahur dan buka bersama. Di Sidoarjo kebetulan buka bersama," pungkasnya.



(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads