Mengapa Perut Begah Saat Berbuka? Ini Pemicu dan Cara Mengatasi

Mengapa Perut Begah Saat Berbuka? Ini Pemicu dan Cara Mengatasi

Salma Nisrina Fahriyyah - detikJatim
Selasa, 24 Feb 2026 18:00 WIB
Kenapa perut begah saat buka puasa? Simak pemicu hingga cara mencegahnya!
Ilustrasi perut begah. Foto: Getty Images/Chinnapong
Surabaya -

Niatnya mau membalas rasa lapar seharian dengan makan banyak, tapi baru beberapa suap sudah terasa sesak dan kembung.

Nah, kejadian ini cukup sering dialami saat puasa, dan pemicunya biasanya karena tubuh syok setelah kosong cukup lama.

Kalau detikers tak mau ini terjadi, mari simak apa saja yang harus dihindari dan bagaimana sebaiknya cara mengatasinya saat terjadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyebab Perut Begah Ketika Berbuka

Dikutip dari konten kanal YouTube dr Tirta, ia membenarkan makanan bersantan sebaiknya tidak dikonsumsi saat berbuka untuk mencegah risiko maag. Ia menjelaskan bahwa dalam satu hari berpuasa, sejak fajar hingga Maghrib, lambung tidak terisi apa pun.

ADVERTISEMENT

Karena lambung kosong, asam lambung akan keluar, lalu lambung akan terisi gas. Lambung yang penuh gas, lalu saat berbuka mengonsumsi santan yang sebenarnya merupakan lemak jenuh, otomatis lambung akan bekerja ekstra.

Kondisi ini akan memunculkan dispepsia atau rasa tidak nyaman pada perut bagian atas yang berulang. Itulah mengapa disarankan ketika berbuka, sebaiknya jangan langsung makan makanan berat dengan karbohidrat atau rantai lemaknya panjang.

Cara Mencegah Perut Begah Saat Berbuka

Mengutip dari video yang sama, dr Tirta menjelaskan sebaiknya saat berbuka dahulukan minum air putih untuk membasmi atau menetralisasi mikroorganisme yang ada di mulut. Ini untuk menghindari bau mulut.

Disarankan pula setelahnya mengonsumsi tiga biji kurma. Lalu, bisa dilanjutkan dengan memakan makanan berat. Hal ini tujuannya karena saat puasa tubuh mengalami hipoglikemia.

Dalam medis ini adalah kondisi ketika saat kadar gula darah (glukosa) turun di bawah batas normal, umumnya di bawah 70 mg/dL. Kondisi ini menyebabkan tubuh kekurangan energi.

dr Tirta menjelaskan saat hipoglikemik tubuh membutuhkan sumber energi cepat, untuk memenuhinya perlu mengonsumsi buah, misalnya tiga biji kurma yang tadi disarankan. Barulah setelah sholat Maghrib, bisa makan makanan berat.

Cara Mengatasi Perut Begah Saat Buka Puasa

Menurut dr Mira Dewi dari IPB University, ketika berbuka sebaiknya jangan makan tergesa-gesa, dan hindari pula makanan pemicu kembung saat sahur dan berbuka. Apabila sudah terjadi, begini cara mengatasi perut begah.

  • Berjalanlah sebentar di sekitar rumah, ini dapat meredakan gejala perut kembung karena membantu meningkatkan aliran darah sehingga gas bisa keluar dengan mudah.
  • Konsumsi obat kembung atau yang mengandung simetikon.
  • Kompres perut dengan handuk yang dibasahi air panas selama 15 menit.
  • Konsumsi teh hijau setelah makan.

Makanan Pemicu Kembung

Makanan pemicu kembung utamanya adalah jenis yang sulit dicerna, tinggi gas, atau mengandung senyawa seperti raffinose, fruktosa, dan FODMAP, sehingga memicu fermentasi di usus. Berikut makanan pemicu kembung yang sebaiknya dihindari.

  • Kubis-kubisan seperti kol, brokoli, kembang kol, sawi, kale yang mengandung raffinose sulit dicerna di lambung.
  • Bawang-bawangan (bawang bombay, prei) dan mentimun karena dapat memicu peningkatan produksi gas.
  • Buah tinggi fruktosa/sorbitol seperti apel, pir, mangga, nanas, anggur, plum, semangka.
  • Kacang-kacangan, kacang polong, biji-bijian (gandum, barley) karena punya serat tinggi dan FODMAP.
  • Makanan tinggi lemak, gorengan, makanan pedas, cokelat, kopi, dan makanan cepat saji.
  • Minuman bersoda karena mengandung gelembung karbonasi dan produk olahan susu yang sebaiknya dihindari untuk penderita intoleran laktosa.



(hil/irb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads