Sebanyak 40 personel gabungan diterjunkan untuk membersihkan tumpukan pring (bambu) dan sampah kiriman yang tersangkut di kaki Jembatan Lama Kota Kediri, aliran Sungai Brantas, Rabu (18/2/2026). Langkah ini dilakukan demi menjaga kelancaran arus sungai sekaligus melindungi bangunan cagar budaya tersebut.
Personel yang terlibat berasal dari DLHKP, BPBD, PUPR Kota Kediri, serta Perum Jasa Tirta I. Sampah pring yang menumpuk disebut rutin terjadi saat musim hujan dengan curah tinggi, terutama kiriman dari wilayah selatan.
Kepala DLHKP Kota Kediri, Indun Munawaroh mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Kementerian Dalam Negeri agar pemerintah daerah aktif menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di kawasan strategis dan bersejarah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kegiatan ini bagian dari upaya menjaga kebersihan sekaligus melestarikan jembatan lama sebagai cagar budaya," kata Indun, Rabu (18/2/2026).
Ia menjelaskan, penanganan dilakukan secara manual dengan mengurai tumpukan pring yang tersangkut di bawah jembatan. Setelah diurai, bambu tersebut dihanyutkan ke aliran sungai untuk selanjutnya diangkat di bendungan yang memiliki peralatan lebih lengkap.
"Pring kita urai dulu karena kalau langsung diangkat di sini berisiko terhadap struktur jembatan. Nanti di bendungan akan diangkat dengan alat yang lebih memadai," tambahnya.
Pengawas Perum Jasa Tirta I, Edi Supriantoro menuturkan, metode manual dipilih demi keamanan dan kelestarian struktur jembatan lama.
"Ini memang rutin saat musim hujan. Hampir selalu ada kiriman pring dari selatan. Jadi kami lakukan penguraian lalu dihanyutkan, nanti di bendungan baru diangkat," jelas Edi.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Kota Kediri, Joko Arianto memastikan, aspek keselamatan personel menjadi prioritas selama proses pembersihan.
"Arus memang agak deras, tapi masih relatif aman. Semua personel wajib menggunakan alat pelindung diri dan bekerja sesuai prosedur," katanya.
Selain penanganan rutin, Pemkot Kediri bersama instansi teknis juga mengkaji langkah jangka panjang untuk mengantisipasi agar sampah kiriman tidak terus menumpuk di kaki jembatan lama. Upaya ini diharapkan dapat menjaga kelestarian cagar budaya, fungsi sungai, sekaligus mewujudkan Kota Kediri yang bersih dan asri.
(auh/hil)
