Sudah jadi tradisi jelang Bulan Suci Ramadan setiap tahunnya, warga Gresik selalu memadati Pemakaman Tlogopojok untuk menjalankan padusan. Padusan adalah tradisi ziarah dan memanjatkan doa untuk keluarga yang telah berpulang.
Tradisi padusan di Tlogopojok terus dirawat. Tradisi ini menjadi ruang perjumpaan spiritual sekaligus penggerak ekonomi warga jelang Ramadan.
Suasana makam tampak lebih ramai daripada hari-hari biasanya. Warga datang berkelompok bersama keluarga, menggelar alas duduk, membaca ayat suci Al-Qur'an, dan memanjatkan doa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sepanjang pintu masuk hingga area makam, deretan pedagang UMKM yang menjajakan makanan dan minuman juga ketiban rezeki.
Baca juga: Lima Tradisi Sambut Ramadhan di Jawa Timur |
Selain itu, anak-anak yang tinggal di sekitar makam biasanya juga membuka jasa bersih-bersih makam. Mereka tidak mematok bayaran, hanya berharap sedekah sukarela dari peziarah.
"Setiap menjelang Ramadan, kami sekeluarga selalu datang ke sini untuk kirim doa," ujar Jerry (42), warga Gresik Kota Baru (GKB), Selasa (17/2/2026).
"Ini sudah jadi kebiasaan tahunan, mendoakan orang tua dan menyiapkan hati sebelum puasa," imbuhnya sambil menggendong anaknya.
Hal serupa disampaikan oleh Ayu (34), warga Randuagung. Ayu berziarah bersama suaminya.
"Tradisi setahun sekali. Sebelum puasa kami ziarah, nanti biasanya sebelum Lebaran juga kembali ke makam keluarga," ucapnya.
Dampak tradisi ini juga dirasakan pelaku usaha kecil. Aldi, seorang pedagang minuman di area makam mengatakan, dagangannya laris manis dibeli peziarah.
"Kalau padusan begini, dagangan ramai. Alhamdulillah bisa nambah rezeki menjelang Ramadan," katanya.
Pantauan detikJatim di lapangan, kendaraan peziarah tampak berjejer di sepanjang Jalan Gubernur Suryo. Diperkirakan hari ini jumlah peziarah akan bertambah karena 1 Ramadan akan segera ditentukan.
"Biasanya kalau libur, pengunjung bisa dua kali lipat," imbuh Aldi.
(ihc/dpe)











































