Para penjual bunga tabur di tepi Jalan Diponegoro, kawasan Terminal Lama Nganjuk, Senin (16/2/2026) ketiban berkah. Ini lantaran banyak orang berziarah ke makam keluarga dan leluhur jelang Ramadan.
Lebih dari 15 penjual bunga tabur mengadu peruntungan di sana. Lilik, menjadi salah satu penjual bunga tabur yang ada di sana. Perempuan 54 tahun itu merupakan warga Dusun Kalangan, Desa Candirejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk.
"Semua yang jualan di sini orang (Desa) Kalangan mas. Kalau saya sudah 15 tahun jualan bunga ini," ungkap Lilik ditemui detikJatim di lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Lilik, sehari-hari dia berjualan bunga tabur di wilayah Sukorejo, Loceret. Namun jelang ramadan, dia membuka lapak di tepi Jalan Diponegoro.
"Saya jualan di sini sejak Jumat (13/2/2026) kemarin. Tapi tiap tahun jelang Ramadan selalu di sini," ujarnya.
Lilik menjelaskan bahwa bila di hari biasa dia hanya mampu menjual 25 sampai 30 kantung bunga tabur, maka jelang Ramadan saat ini, bisa terjual 100 kantong tiap harinya.
"Satu kantung plastik harganya Rp 5 ribu. Terdiri dari bunga pandan, mawar, kenanga dan kantil," bebernya.
Lilik mengaku membeli bunga-bunga itu dari daerah Sawahan, Nganjuk, atau dari lereng Gunung Wilis. "Kulakan dari Sawahan. Trus saya pecah jadi kantong-kantong kecil harga Rp 5 ribu ini," tambahnya.
Dia menyebut bahwa harga yang ia bandrol semuanya sama dengan pedagang lain yang membuka lapaknya di sana.
(dnp/abq)
