Kelenteng Kim Hin Kiong, Ikon Imlek Bersejarah di Gresik

Kelenteng Kim Hin Kiong, Ikon Imlek Bersejarah di Gresik

Allysa Salsabillah Dwi Gayatri - detikJatim
Senin, 16 Feb 2026 15:00 WIB
Kelenteng Kim Hin Kiong merupakan yang tertua di Jawa Timur.
Kelenteng Kim Hin Kiong. Foto: Website Diskominfo Gresik
Surabaya -

Kelenteng Kim Hin Kiong di Gresik menjadi salah satu tujuan umat Konghucu dan masyarakat Tionghoa untuk beribadah saat perayaan Imlek.

Tempat ibadah yang kaya nilai sejarah ini juga dapat menjadi referensi bagi warga yang ingin menjalankan ibadah di momen tahun baru China.

Momentum Imlek biasanya menghadirkan suasana khas di kelenteng, mulai dari ornamen bernuansa merah hingga aroma dupa yang menguar di area sembahyang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejarah Kelenteng Kim Hin Kiong

Kelenteng Kim Hin Kiong adalah kelenteng tertua di Jawa Timur (Jatim). Konon, bangunan ini dibangun pada Agustus 1153 oleh para pendatang dari Tiongkok yang ingin berdagang di Gresik.

Tujuan dibangunnya kelenteng ini sebagai persembahan kepada Dewi Pelindung Lautan, Ma Co Thian Siang Seng Boo. Berdasarkan sejumlah catatan, berdirinya kelenteng ini berkaitan dengan kisah seorang putri yang lahir dan besar di pesisir Gresik.

ADVERTISEMENT

Ia dikenal berhati mulia serta kerap membantu para nelayan yang tengah sakit atau menghadapi bahaya. Kebaikan tersebut membuat banyak pria ingin mempersuntingnya, tetapi lamaran tersebut ditolak secara halus.

Singkat cerita, putri itu wafat di usia muda dalam posisi bersemedi. Untuk mengenang jasanya, masyarakat setempat membangun tempat pemujaan lengkap dengan patung Ma Co sebagai bentuk penghormatan.

Kelenteng Kim Hin Kiong sendiri tidak berukuran besar. Dahulu, bangunannya hanya berukuran sepetak bangunan induk di tengah. Sementara bagian kanan dan kiri baru dibangun secara bertahap pada awal tahun 2000-an.

Daya Tarik Kelenteng Kim Hin Kiong

Salah satu daya tarik Kelenteng Kim Hin Kiong adalah usianya yang mencapai ratusan tahun. Hal tersebut menimbulkan rasa penasaran banyak orang terhadap bentuk bangunan serta interior Kelenteng Kim Hin Kiong.

Daya tarik ini turut mendorong penganut Tri Dharma untuk beribadah, sekaligus melakukan wisata religi sambil menelusuri sejarah berdirinya bangunan tersebut. Tempat ibadah ini juga mempunyai altar dan patung yang lengkap.

Ketika masuk ke Kelenteng Kim Hin Kiong, pengunjung akan disambut dengan sepasang patung Qilin yang bentuknya mirip singa. Patung di sisi kanan membawa bayi, sementara patung di sisi kiri membawa bola.

Kemudian di bagian tengah terdapat Hiolo berwarna emas dengan ornamen naga yang berbentuk belanga besar. Hiolo tersebut digunakan untuk menancapkan hio. Tak hanya itu saja, pada bagian altar depan terdapat tembok yang mempunyai ukiran dengan tulisan berdirinya klenteng tersebut tahun berapa.

Lebih ke dalam, terdapat altar Ma Co Thian Siang Seng Boo yang berada di bagian tengah. Sementara itu, altar Dewa Kwan Kong terletak di sisi kanan dan altar Dewi Kwan Im Po Sat berada di sisi kiri.

Biasanya para penganut Tao akan beribadah di altar Ma Co. Sementara penganut Buddha beribadah di altar Dewi Kwan Im, serta penganut Konghucu sembahyang di altar Dewa Kwan Kong.

Yang menarik lainnya, kelenteng ini pernah ditutup pada zaman Orde Baru. Hal ini karena pada masa tersebut agama Konghucu tidak diakui. Berdasarkan keterangan pengelola kelenteng, pada saat itu tempat ibadah ini akan ditutup semua dan tidak boleh dipakai untuk ibadah.

Selanjutnya, daya tarik yang cukup dikenal dari Kelenteng Kim Hin Kiong adalah ritual pengobatan bernama Ciam Si. Dalam tradisi masyarakat Tionghoa, Ciam Si merupakan metode pengobatan, sekaligus ramalan nasib yang diyakini berasal dari petunjuk dewa dan umumnya dilakukan setelah beribadah.

Ritual ini menggunakan tabung berisi sejumlah bilah bambu bernomor yang telah diasapi dengan dupa. Tabung kemudian dikocok hingga salah satu bilah bambu keluar. Nomor yang tertera selanjutnya dapat ditukarkan dengan resep obat yang tersedia pada rak khusus.

Lokasi dan Jam Operasional Kelenteng Kim Hin Kiong

Apabila detikers tertarik untuk datang ke sini, bisa langsung menuju lokasi yang berada di Jalan Dr Setia Budi Gang Klentheng, Nomor 56, Bedilan, Kelurahan Pulopancikan, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Jam operasional Kelenteng Kim Hin Kiong buka setiap hari pada pukul 07.00 hingga 22.00 WIB. Akan tetapi, bisa jadi ada penyesuaian jam operasional ketika ada hari-hari besar atau acara-acara tertentu.




(hil/irb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads