Apa Itu Tarhib Ramadhan? Arti, Dalil dan 5 Amalan Menyambut Bulan Suci

Apa Itu Tarhib Ramadhan? Arti, Dalil dan 5 Amalan Menyambut Bulan Suci

Allysa Salsabillah Dwi Gayatri - detikJatim
Senin, 16 Feb 2026 08:40 WIB
Colorful Ramadan Lanterns Ramadan Month Background, Eid Mubarak Concept Photo, Uskudar Istanbul, Turkiye (Turkey)
Ilustrasi Ramadhan. Foto: Getty Images/Raul C
Surabaya -

Memasuki bulan suci Ramadhan, umat Islam di berbagai daerah memiliki beragam tradisi untuk menyambut kedatangannya. Salah satu tradisi yang cukup populer adalah Tarhib Ramadhan. Lantas, apa itu Tarhib Ramadhan dan bagaimana praktiknya dalam Islam?

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026, awal Ramadhan 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Februari 2026. Namun, pemerintah akan menetapkan tanggal resmi melalui sidang isbat yang dijadwalkan pada 17 Februari 2026.

Berikut penjelasan lengkap mengenai pengertian Tarhib Ramadhan, dasar dalilnya, serta amalan yang dapat dilakukan untuk menyambut bulan penuh berkah ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu Tarhib Ramadhan?

Mengacu pada penjelasan Kementerian Agama (Kemenag), kata tarhib berasal dari bahasa Arab yang berarti "penyambutan". Secara etimologi, kata ini berakar dari Rahiba-Yarhabu-Rahaban, yang bermakna ittasa'a yaitu melebarkan, meluaskan, atau melapangkan.

Secara istilah, Tarhib Ramadhan berarti menyambut datangnya bulan suci dengan hati yang lapang, penuh kebahagiaan, serta kesiapan fisik dan spiritual untuk menjalankan ibadah puasa.

ADVERTISEMENT

Dalam buku "Keluargaku di Bulan Ramadhan" karya Abdul Wahid Al-Wakil, dijelaskan bahwa Imam Ahmad dan Imam an-Nasa'i meriwayatkan hadits shahih dari Abu Hurairah RA. Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW menyampaikan kabar gembira tentang datangnya bulan Ramadhan:

قَدْ أَتَاكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ كَتَبَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ فِيهِ تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَانِ وَتُغْلَقُ أَبْوَابُ الجحيم، وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ، فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

Artinya: Sungguh telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan kepada kamu sekalian untuk berpuasa. Pada bulan itu pintu-pintu surga dibuka dan pintu neraka Jahanam dikunci, dan setan-setan dibelenggu. Pada bulan itu ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Maka siapa yang tidak berusaha untuk mendapatkan kebaikannya, maka luputlah semua kebaikannya. (Muttafaq 'Alaih).

Menurut Ibnu Rajab, hadis tersebut menegaskan bahwa umat Islam dianjurkan menyambut Ramadhan dengan rasa gembira dan penuh kebahagiaan. Inilah esensi dari Tarhib Ramadhan.

5 Amalan Tarhib Ramadhan

Berikut sejumlah amalan yang dapat dilakukan untuk menyambut bulan suci Ramadhan, atau dalam rangka Tarhib Ramadhan.

1. Membayar Utang Puasa

Bagi umat Islam yang memiliki utang puasa dari Ramadhan sebelumnya, dianjurkan segera mengqadhanya sebelum datang Ramadhan berikutnya. Hal ini terutama berlaku bagi wanita yang meninggalkan puasa karena haid. Sebagaimana dijelaskan Aisyah RA:

"Kami pernah dalam keadaan haid di masa Rasulullah SAW masih hidup, maka beliau menyuruh kami untuk mengqadha puasa yang tertinggal dan tidak disuruh untuk mengqadha sholat." (HR Bukhari dan Muslim)

Aisyah RA juga menuturkan:

"Dulu saya memiliki utang puasa Ramadhan. Dan saya tidak mampu untuk mengqadhanya kecuali di bulan Syaban." (Muttafaq 'alaih)

Hadis ini menunjukkan bahwa bulan Syaban merupakan waktu yang tepat untuk menunaikan qadha puasa yang tertinggal.

2. Membekali Ilmu tentang Puasa Ramadhan

Menyambut Ramadhan juga dapat dilakukan dengan memperdalam ilmu tentang puasa. Umat Islam dianjurkan mempelajari hukum, tata cara, serta berbagai ketentuan syariat yang berkaitan dengan ibadah puasa.

Selain itu, memahami keutamaan Ramadhan juga menjadi bagian penting dari persiapan spiritual. Sebagaimana disebutkan dalam hadis:

"Barang siapa menginginkan akhirat hendaklah ia menguasai ilmu, dan barangsiapa yang menginginkan keduanya (dunia dan akhirat) hendaklah ia menguasai ilmu." (HR Ahmad)

3. Memperbanyak Doa Jelang Ramadhan

Berdoa merupakan ibadah yang dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja. Menjelang Ramadhan, memperbanyak doa menjadi salah satu amalan yang dianjurkan karena diharapkan membawa keberkahan. Berikut doa yang dapat dibaca saat menyambut Ramadhan.

اَللَّهُمَّ سَلِّمْنِي إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا

Arab Latin: Allahumma sallimni ila Ramadhan, wa sallim li Ramadhan wa tasallamhu minni mutaqabbalan.

Artinya: Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan. (Lathaif Al-Ma'arif, hlm. 264)

4. Memperbanyak Istighfar dan Muhasabah

Ramadhan dikenal sebagai bulan penuh ampunan. Karena itu, menjelang datangnya bulan suci ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak istighfar, membersihkan hati dari dosa, serta melakukan muhasabah atau evaluasi diri agar lebih siap secara spiritual.

5. Menjaga Kesehatan Tubuh

Menjaga kesehatan fisik juga menjadi bagian dari persiapan menyambut Ramadhan. Tubuh yang sehat akan membantu menjalankan ibadah puasa dan ibadah lainnya secara maksimal.

Rasulullah SAW bersabda:

"Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah Azza wa Jalla daripada mukmin yang lemah." (HR Muslim)

Dengan memahami apa itu Tarhib Ramadhan dan mengamalkan berbagai persiapannya, umat Islam diharapkan dapat menyambut bulan suci dengan hati yang lapang, penuh kebahagiaan, serta kesiapan ibadah yang optimal.




(ihc/irb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads