Belasan Pelajar Madrasah di Singosari Malang Diduga Keracunan MBG

Belasan Pelajar Madrasah di Singosari Malang Diduga Keracunan MBG

Muhammad Aminudin - detikJatim
Sabtu, 14 Feb 2026 10:55 WIB
ilustrasi keracunan
Ilustrasi Keracunan Foto: Dok.Detikcom
Malang -

Kabar kurang sedap menimpa program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Malang. Belasan pelajar di sebuah madrasah ibtida'iyah dilaporkan mengalami gejala keracunan makanan setelah mengonsumsi menu MBG pada Rabu (11/2/2026).

Peristiwa ini mencuat setelah unggahan di media sosial menjadi viral dan menyebut adanya siswa yang diduga keracunan MBG di Desa Randuagung, Kecamatan Singosari, Malang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, para pelajar mengeluhkan mual, muntah, sakit perut, hingga pusing usai menyantap menu makan siang yang disediakan oleh pihak SPPG Randuagung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kejadian bermula ketika pihak sekolah meminta agar pengiriman makanan dilakukan lebih awal, yakni pukul 06.45 WIB, dengan tujuan agar bisa dikonsumsi sebagai sarapan. Namun di lapangan, makanan tersebut baru dibagikan dan dikonsumsi sekitar pukul 08.45 WIB.

Tak lama setelah menyantap makanan tersebut, sejumlah siswa kelas VB mulai merasakan gejala sakit perut dan mual. Dua siswa bahkan harus dilarikan ke Puskesmas setempat, kemudian disusul lima siswa lainnya yang diantar guru pendamping.

ADVERTISEMENT

Dari total tujuh siswa yang sempat mendapatkan perawatan, enam di antaranya diperbolehkan pulang setelah menjalani penanganan intensif di Puskesmas dan kondisi mereka berangsur membaik.

MBG di Singosari Malang diduga menyebabkan keracunan belasan siswaMBG di Singosari Malang diduga menyebabkan keracunan belasan siswa Foto: Istimewa

Sementara, satu siswa berinisial HM harus dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani rawat inap karena memiliki riwayat penyakit penyerta serta suhu tubuh yang terus meningkat.

Berdasarkan keterangan para siswa, menu yang dicurigai menjadi penyebab adalah tempe sambal ijo dan tumis baby buncis tauco. Kedua menu tersebut dilaporkan mengalami perubahan rasa dan aroma saat dikonsumsi.

Dugaan sementara mengarah pada paparan bakteri akibat jeda waktu distribusi yang terlalu lama di suhu ruang. Meski total penerima manfaat program MBG di sekolah tersebut mencapai 494 siswa, kasus ini dilaporkan hanya menimpa sejumlah siswa dalam kelas yang sama.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Wiyanto Wiyono membenarkan terjadinya peristiwa tersebut.

"Iya benar, total ada 11 anak (siswa) diduga keracunan dari sekolah tersebut," ungkap Wiyanto saat dikonfirmasi, Sabtu (14/2/2026).

Di sisi lain, Wiyanto menyebut jumlah siswa yang terdampak relatif kecil jika dikaitkan dengan program MBG secara keseluruhan.

"Ini kayaknya keracunan lokal, bukan karena MBG. Apakah karena mengonsumsi makanan lain, seperti cilok hingga menyebabkan mual dan muntah," paparnya.

Meski demikian, pihaknya telah mengambil sampel makanan untuk dilakukan uji laboratorium guna memastikan penyebab pasti munculnya gejala pada para siswa.

"Sampel sudah kami ambil, untuk diuji," pungkasnya.




(ihc/ihc)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads