Puluhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Malang berhenti sementara. Penghentian karena adanya evaluasi serempak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk SPPG di seluruh Indonesia awal.2026.
Koordinator Serikat Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kota Malang Muhammad Athoillah menyatakan penghentian SPPG berlaku sementara waktu, mulai 2 Januari sampai 7 Januari 2026.
"Pada hari Senin-Rabu di akhir tahun kami masih beroperasi. Tapi hanya melayani kelompok B3 (Balita, Ibu Hamil dan Ibu Menyusui)," kata Athoillah kepada wartawan, Sabtu (3/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Athok mengaku, setiap SPPG diberikan kesempatan untuk melakukan evaluasi dan memperbaiki kekurangan yang ada sebelum beroperasi kembali.
"Masa persiapan mulai tanggal 2-7 Januari 2026 itu. SPPG yang membutuhkan renovasi bisa segera merenovasi dan ada yang melengkapi peralatan serta fasilitas pendukung sesuai standar, termasuk kelengkapan lain-lain," ungkapnya.
Athoillah menambahkan, waktu persiapan tersebut diberikan, agar pelaksanaan MBG berjalan optimal sekaligus meringankan tugas para guru. Hal ini mengingat kegiatan sekolah masih dalam masa libur pasca tahun baru.
"Saat ini, jumlah SPPG yang ada di Kota Malang mencapai 43 unit. Sejauh ini belum ada perubahan standar operasional prosedur (SOP) dan kemungkinan masih sama seperti Juklak dan Juknis di bulan Oktober kemarin," jelasnya.
Dalam pelaksanaan Makan Bergizi Gratis, lanjut Athoillah, BGN kini menerapkan kuota berdasarkan jumlah siswa per kecamatan.
Dari jumlah tersebut, dapat dipetakan kebutuhan SPPG yang melayani dalam satu wilayab kecamatan.
Menurut Athoillah, bahwa target sebelumnya ada 85 SPPG berdiri di wilayah Kota Malang. Namun kemungkinan akan bertambah di tahun 2026, seiring terbitnya petunjuk teknis terbaru.
"Dalam petunjuk teknis terbaru, jumlah penerima manfaat dari tiap SPPG dibatasi maksimal 3 ribu penerima, termasuk maksimal 500 penerima dari kelompok B3," urainya.
(dpe/ihc)











































