Warga dua desa di Kabupaten Pamekasan, Madura, kompak membangun jembatan darurat secara swadaya setelah jembatan penghubung Desa Panguraian, Kecamatan Proppo, dan Desa Rek Kerek, Kecamatan Palengaan, rusak berat hingga ambruk.
Jembatan tersebut dilaporkan ambles karena diduga tidak kuat menahan beban. Akibatnya, akses jalan penghubung antardesa terputus dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Sebelum ambruk, kondisi jembatan telah dilaporkan ke dinas terkait dan sempat dilakukan pengecekan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pamekasan. Jembatan diketahui mengalami retak sebelum akhirnya ambruk secara tiba-tiba.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kejadian tersebut juga telah dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan. Petugas sempat memasang rambu peringatan karena kondisi jembatan dinilai membahayakan dan tidak lagi berfungsi.
Mengingat peran jembatan yang sangat vital, terutama untuk aktivitas anak sekolah dan warga yang hendak bekerja, masyarakat bersama TNI dan Polri berinisiatif membangun jembatan darurat dari bambu. Pembangunan dilakukan secara gotong royong pada Kamis pagi, 12 Februari 2026.
Komandan Kodim 0826 Pamekasan, Letkol Kav Agus Wibowo Hendratmoko mengatakan, pihaknya langsung memerintahkan jajaran Koramil untuk bergerak cepat membantu masyarakat.
"Kami telah menerima laporan dari anggota. Melihat kondisi jembatan yang sangat dibutuhkan masyarakat, kami perintahkan agar Koramil kompak bersama Polri dan masyarakat membuat jembatan alternatif dari bambu. Alhamdulillah warga antusias dan didukung semua pihak, termasuk Camat Proppo," terangnya, Kamis (12/2/2026).
Berkat kerja sama berbagai pihak, jembatan darurat tersebut kini sudah dapat digunakan sementara oleh warga.
Meski demikian, masyarakat berharap pemerintah segera melakukan perbaikan permanen agar aktivitas warga kembali normal dan akses penghubung antardesa dapat digunakan dengan aman dan nyaman.
(irb/hil)











































