Jembatan Putus Akibat Banjir, 1.500 Warga Jatibanteng Terisolir

Jembatan Putus Akibat Banjir, 1.500 Warga Jatibanteng Terisolir

Chuk Shatu W - detikJatim
Minggu, 25 Jan 2026 11:30 WIB
Warga terpaksa menyeberangi sungai akibat banjir Situbondo.
Warga terpaksa menyeberangi sungai akibat banjir Situbondo. Foto: Chuk SW/detikJatim
Situbondo -

Sekitar 1.500 warga Desa Wringinanom, Kecamatan Jatibanteng, saat ini terisolir karena jembatan terputus dampak banjir yang terjadi di lima kecamatan Situbondo. Oleh sebab itu, pembangunan jembatan menjadi prioritas utama sebagai solusi membuka akses isolasi tersebut.

"Kondisinya memang sangat memprihatinkan dan harus segera ditangani," kata Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, kepada detikJatim, Minggu (25/1/2026).

Lebih jauh disampaikan Mas Rio, sapaan karib bupati, ia sudah turun langsung memantau situasi dan kondisi itu di lapangan, selain momentum kunjungan Gubernur Khofifah Indar Parawansa pada Jumat (23/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pendistribusian bantuan dan layanan dasar jadi terbatas. Sebab, jembatan saru-sarunya menuju desa tersebut putus dan tak bisa dilewati kendaraan," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Namun begitu, imbuhnya, Pemerintah Kabupaten Situbondo akan tetap berupaya melakukan penanganan darurat, meski tetap dengan keterbatasan.

"Pada tahap awal, pemerintah menyalurkan bantuan logistik berupa sembako guna memenuhi kebutuhan dasar warga. Itu jangka pendeknya," papar Mas Rio.

Sementara untuk jangka berikutnya, akunya, Pemkab Situbondo akan segera menganggarkan untuk perbaikan infrastruktur. Terutama pembangunan kembali jembatan dan jalan penghubung.

"Karena tanpa jembatan dan jalan, wilayah itu sama sekali tidak memiliki akses," pungkas Yusuf.

Data dihimpun, di wilayah Jatibanteng, terdapat dua jembatan yang putus di Dusun Wringin dan Dusun Krajan. Akibatnya, warga terisolir total dan tak bisa menyeberang atau sama sekali tak bisa lewat.

Kalaupun memaksa, harus menyeberangi sungai. Akses keluar-masuk desa menjadi terputus untuk beraktivitas. Termasuk untuk berbelanja memenuhi kebutuhan pokok.

Sebab, jembatan yang putus tersebut merupakan satu-satunya akses masyarakat untuk berbelanja ke wilayah Kecamatan Jatibanteng maupun Besuki. Selama ini jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses bagi warga Desa Patemon, serta Dusun Krajan, Desa Wringinanom, Kecamatan Jatibanteng.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads