Demo Buruh Depan Tunjungan Plaza Surabaya Sempat Bikin Macet hingga Sore

Demo Buruh Depan Tunjungan Plaza Surabaya Sempat Bikin Macet hingga Sore

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Rabu, 11 Feb 2026 18:58 WIB
Buruh gelar aksi blokade jalan masuk halaman Pakuwon Tower Surabaya.
Buruh gelar aksi blokade jalan masuk halaman Pakuwon Tower Surabaya. (Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)
Surabaya -

Buruh dari PT Pakerin gelar aksi di Embong Malang Surabaya. Mereka sempat menutup lalin hingga menyebabkan macet dan berupaya untuk bertemu dengan pihak LPS.

Dari pantauan detikJatim, para peserta aksi memadati depan TP 5 dan 6 Embong Malang Surabaya. Hal tersebut menyebabkan arus lalin tersendat hingga kawasan Basuki Rahmat dan Tunjungan Surabaya hingga sekitar pukul 16.45 WIB.

Baik motor maupun mobil, hanya dapat melintas dapat melaju bergantian. Sebab, hanya disisakan 2 dari total 5 lajur di lokasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ayo, perwakilan korlap 5, setiap korlap bawa 10 orang, masuk ke sana (LPS)," kata seorang korlap aksi lalu berotasi di atas mobil komando dengan logo FSPMI, Rabu (11/2/2026).

ADVERTISEMENT

Selang 10 menit setelahnya, perwakilan 55 massa diterima perwakilan LPS di Pakuwon Tower. Lalu, massa aksi yang sebelumnya memadati halaman depan TP 5 dan 6 menepi, kemudian arus lalin kembali normal.

Massa aksi juga ditemui oleh Pengacara Pakuwon Jati Tbk George Handiwiyanto. Ia mengaku empati dengan nasib para pekerja Pakerin. Namun, ia meminta para peserta aksi untuk melakukan aksi tanpa mengganggu arus lalin, pekerja mal, hingga pengunjung.

"Kami dukung sampaikan aspirasi tapi dengan baik dan benar, serta tidak mengganggu atau membuat gaduh, membuat takut orang lain, terutama pekerja di TP dan pengunjung mal," kata George saat ditemui detikJatim di lokasi, Rabu (12/2/2026).

George menjelaskan semakin kerap aksi serupa dilakukan, justru membuat publik kian resah. Sebab, akan berdampak pada arus lalin dan perekonomian pekerja di maupun warga di kawasan Basra hingga Embong Malang Surabaya.

"Kalau sering demo dan bikin macet, justru masyarakat tidak empati dan simpati, kami pun demikian. Jadi, kami harap sampaikan aspirasi secara bijak, baik, dan benar. Tak perlu sampai membuat macet, apalagi merusak dan membuat resah masyarakat Surabaya," tuturnya.

Ia berharap aksi tersebut tak kembali terjadi di kota pahlawan. Supaya masyarakat bisa beraktivitas normal tanpa ada hambatan dan tak ada ketakutan saat hendak berbelanja di mal.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads