Pengakuan Penjual Dawet di Mojokerto yang Difitnah Lecehkan Siswi SD

Pengakuan Penjual Dawet di Mojokerto yang Difitnah Lecehkan Siswi SD

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Senin, 09 Feb 2026 19:45 WIB
Slamet Riyadi (61), penjual dawet di Desa Jetis, Mojokerto yang difitnah melecehkan siswi SD
Slamet Riyadi (61), penjual dawet di Desa Jetis, Mojokerto yang difitnah melecehkan siswi SD (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Mojokerto -

Slamet Riyadi (61) viral karena difitnah melecehkan siswi kelas 5 sekolah dasar (SD) di Desa/Kecamatan Jetis, Mojokerto. Padahal ia membantu menyeberangkan siswi tersebut tanpa berniat melecehkan. Begini pengakuannya saat difitnah.

Slamet sekitar 5 tahun dagang es dawet di depan Lapangan Desa Jetis. Setiap harinya, bapak 4 anak ini buka pukul 09.30-17.00 WIB. Tempatnya julan cukup dekat dengan sekolah dasar negeri (SDN). Lapaknya maupun sekolah tersebut sama-sama di jalan raya yang ramai dilewati kendaraan besar.

"Saya sering membantu menyeberangkan anak-anak yang pulang sekolah. Karena kasihan, banyak truk besar lewat, namanya orang tua ingin menolong," kata Slamet kepada detikJatim di tempatnya jualan es dawet, Senin (9/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak terkecuali pada Kamis (5/2) sekitar pukul 13.30 WIB, Slamet melihat seorang siswi kelas 5 SD yang pulang jalan kaki sendirian. Siswi ini pulang terlambat karena mengikuti latihan drum band di sekolah.

Seperti kebiasaannya selama ini, suami Kasiati (61) tersebut berinisiatif menyeberangkan bocah perempuan itu. Sebab untuk pulang, siswi tersebut harus menyeberang Jalan Raya Desa Jetis. Baik ke rumah neneknya maupun ke rumah kontrakan orang tuanya.

ADVERTISEMENT

"Saya lihat anak itu sendirian, jalan kaki, tidak ada temannya. Saya kasihan, saya seberangkan," terangnya.

Sejauh ingatan Slamet, siang itu untuk kedua kalinya ia menyeberangkan siswi tersebut. Tangan kirinya memegang tangan kanan si akan sambil berdiri di pinggir jalan untuk menunggu jalan lengang.

"Posisi berdiri mepet jalan, ada truk lewat, tangannya saya tarik supaya mundur," ungkapnya.

Usai menyeberangkan siswi ini, Slamet kembali ke lapaknya. Sedangkan bocah perempuan itu jalan kaki untuk pulang. Sebelum berpisah, siswi sempat mengucapkan terima kasih kepada Slamet. Tak lama kemudian, ibu siswi bersama temannya berinisial NV datang melabraknya.

Dua perempuan ini menuduh Slamet telah melecehkan siswi tersebut. Ia difitnah sengaja menyentuhkan tangan kanan siswi ke kemaluannya saat menyeberang jalan. Bahkan, video saat Slamet difitnah dan dicaci-maki diviralkan oleh NV melalui akunnya Knayas Umak.

"Padahal itu spontan saya menarik tangannya supaya mundur karena ada truk dari selatan, saya juga mundur. Saya khawatir terserempet truk itu," jelasnya.

Malamnya di hari yang sama, Slamet ditemani 4 anak dan 1 cucunya mendatangi rumah orang tua siswi di Kecamatan Jetis. Pertemuan di rumah ketua RT itu akhirnya mengungkap kalau Slamet tidak pernah melecehkan siswi tersebut.

Sehingga keesokan harinya, Jumat (6/2) pagi, ibu siswi dan NV datang ke tempat jualan Slamet untuk klarifikasi dan meminta maaf. Pagi itu pula, video klarifikasi dan permintaan maaf mereka diposting di akun Facebook yang sama, yaitu Knayas Umak.

Cucu Slamet, Danik (24) menambahkan, klarifikasi dan permintaan maaf itu atas permintaan keluarganya. Sebab pihaknya ingin memulihkan nama baik Slamet yang telah difitnah melecehkan anak-anak SD.

"Saat mereka klarifikasi juga ada ibu yang biasa jualan kue di sini. Ibu ini siap menjadi saksi kalau kakek saya memang sering dan tulus menyeberangkan anak-anak pulang sekolah, tidak punya niat apa-apa," tandasnya.

Sebelunnya, sebuah video yang menampilkan pria yang berjualan es di pinggir jalan difitnah emak-emak melakukan pelecehan seksual viral di media sosial. Kejadian tersebut diketahui terjadi di Mojokerto.

Pria yang difitnah bernama Slamet Riyadi (61). Ibu siswi yang sempat memaki-maki dan memfitnah pria penjual es dawet itu akhirnya meminta maaf.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads