Sebuah video yang menampilkan pria yang berjualan es di pinggir jalan difitnah emak-emak melakukan pelecehan seksual viral di media sosial. Kejadian tersebut diketahui terjadi di Mojokerto.
Pria yang difitnah bernama Slamet Riyadi (61). Ibu siswi yang sempat memaki-maki dan memfitnah pria penjual es dawet itu akhirnya meminta maaf.
Kejadian tersebut viral setelah video emak-emak yang menudingnya melecehkan siswi kelas 5 sekolah dasar (SD) di Desa/Kecamatan Jetis, Mojokerto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Video Slamet difitnah melecehkan siswi SD pertama kali diposting akun Facebook Knayas Umak di grup Info Lantas Mojokerto. Postingan ini diberi keterangan yang memojokkan Slamet, yaitu ia dituduh telah melecehkan siswi SD dan korbannya sudah banyak.
Postingan ini memperlihatkan Slamet dilabrak emak-emak di tempatnya jualan es dawet di depan Lapangan Desa Jetis. Bapak 4 anak ini dituduh melecehkan putrinya.
Dalam video, Slamet tampak tak diberi kesempatan untuk menjelaskan karena terus dicaci-maki dan diintimidasi oleh ibu siswi tersebut. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (5/2) sekitar pukul 13.30 WIB.
Saat difitnah, Slamet tengah sendirian di depan lapak es dawetnya. Tak lama, ibu siswi kemnudian datang bersama perempuan berinisial NV, pemilik akun Knayas Umak.
"Tiba-tiba tanpa permisi, ibunya langsung marah. Saya dituduh melakukan pelecehan seksual saat menyeberangkan anaknya, tangan kanannya saya sentuhkan ke kemaluan saya. Saya sudah membantah, tapi malah dicaci maki," kata Slamet kepada detikJatim di tempatnya jualan es dawet, Senin (9/2/2026).
"Leher saya dicekik oleh NV, teman ibunya. Saya takut karena saya kira pria. Saya diancam diadukan ke suaminya, akan dibunuh suaminya, juga diancam dilaporkan polisi," imbuhnya
Hari itu juga sekitar pukul 19.30 WIB, Video viral itu sampai kepada Danik (24), cucu Slamet . Ia berinisiatif menghubungi akun Knayas Umak untuk menanyakan alamat siswi. Malam itu pula, Danik bersama Slamet dan 4 anak Slamet mendatangi rumah orang tua siswi di salah satu perumahan di Kecamatan Jetis, Mojokerto.
Dua keluarga ini akhirnya duduk bersama di rumah ketua RT setempat untuk meluruskan fakta terkait momen Slamet menyeberangkan siswi tersebut. Menurut Danik, ketika di rumah ketua RT, video yang viral ternyata sudah dihapus oleh NV. Namun, ia sempat merekam layar postingan tersebut untuk jaga-jaga.
"Pelecehan itu tidak ada. Ayah siswi meminta maaf dan menyampaikan terima kasih sudah menyeberangkan putrinya. Ibunya yang melebih-lebihkan. Saat itu, kakek saya reflek menarik tangan si anak karena ada truk melaju kencang," terangnya.
Dalam pertemuan tersebut, lanjut Danik, keluarganya meminta ibu siswi dan NV melakukan klarifikasi di medsos untuk memulihkan nama baik kakeknya. Keesokan harinya, Jumat (6/2) pagi, ibu siswi dan NV datang ke lapak es dawet Slamet untuk klarifikasi dan meminta maaf.
"Video klarifikasi diposting saat itu juga pakai akun yang sama," ungkapnya.
Dalam video klarifikasi itu, ibu siswi menyampaikan permintaan maaf kepada Slamet. Ia mengakui kurang akurat dalam menyaring informasi yang diterima.
"Saya mohon maaf kepada bapak (Slamet) karena pencemaran nama baik dan terima kasih sudah berniat untuk menolong anak saya," ujarnya.
Disusul NV yang juga meminta maaf kepada Slamet. Ia mengakui kesalahannya membuat postingan yang memfitnah Slamet melakukan pelecehan seksual kepada anak-anak.
"Bapak ini (Slamet) memang berniat menyeberangkan adik saya dan tidak ada niat melecehkan," tandasnya.
