Serunya Belajar Kesehatan Lewat Bermain Peran Jadi Dokter Kecil

Serunya Belajar Kesehatan Lewat Bermain Peran Jadi Dokter Kecil

Anastasia Trifena - detikJatim
Minggu, 08 Feb 2026 11:45 WIB
Serunya Belajar Kesehatan Lewat Bermain Peran Jadi Dokter Kecil
Belajar kesehatan dengan jadi dokter kecil. Foto: Anastasia Trifena/detikJatim
Surabaya -

Suasana riang memenuhi kelas Taman Penitipan Anak (TPA) atau Daycare Rumah Ceria Ubaya saat anak-anak diajak bermain peran menjadi "dokter kecil". Lewat kegiatan edukatif ini, mereka dikenalkan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini, terutama di tengah musim rawan penyakit yang kerap menyerang anak-anak.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak dikenalkan dengan profesi dokter. Pembicara yang dihadirkan, yaitu dr Rike Sukmawati dari Klinik Kencana Medika yang juga merupakan orang tua murid. Anak-anak belajar mengenal alat-alat medis sederhana, fungsi penggunaannya, serta bagian tubuh yang diperiksa.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan konsep bermain peran. Anak-anak mengenakan jas dokter kecil dan saling memeriksa secara bergantian dengan peralatan dokter mainan yang dibagikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suasana kelas pun dipenuhi tawa saat anak-anak memeriksa mulut, dada, hingga tangan teman maupun kakak pendamping yang berperan sebagai pasien. Tak hanya itu, pembelajaran juga disisipkan melalui skenario sederhana.

ADVERTISEMENT

Salah satu anak berpura-pura jatuh, lalu dokter mengajarkan cara melakukan pertolongan pertama pada luka dasar. Anak-anak diperkenalkan langkah awal yang perlu dilakukan saat ada teman yang terluka agar tidak panik dan tahu harus berbuat apa.

"Selu (seru) kok.. senang, kayak kemarin-kemarin itu (lihat) di klinik," ucap Elvano, salah satu murid saat ditanya mengenai kesan mengikuti kegiatan hari ini.

Rike menuturkan edukasi kesehatan sejak dini perlu disampaikan dengan cara yang menyenangkan agar mudah diterima anak. Selain pengenalan alat dokter, anak-anak juga diajarkan etika batuk yang benar.

"Batuk-batuk kan (biasanya) caranya salah tuh, jadi bisa menular dan batuk-batuk semua. Nah, saya ajarkan etika batuk yang benar," jelasnya kepada detikJatim, beberapa waktu lalu.

Lanjut, anak-anak diingatkan pentingnya menjaga kebersihan dengan mencuci tangan secara benar dan langsung mempraktikkannya. Kebiasaan sederhana ini menjadi benteng utama untuk mencegah kuman dan penyakit.

Kepala Divisi TPA Rumah Ceria Ubaya Ivonne Edrika mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari tema bulanan pengenalan profesi. Menurutnya, profesi dokter dipilih karena relevan dengan kondisi kesehatan anak-anak belakangan ini.

"Karena banyak flu ya, pilek, batuk, jadi anak-anak harus apa? Cuci tangan tadi sudah diberi tahu oleh dr Rike, harus cuci tangan yang bersih. Kemudian kalau batuk itu ada etika batuknya kan. Nggak boleh langsung batuknya, nanti virusnya menyebar. Kemudian batuk harus begini (menutup mulut dengan lengan), tadi sudah disampaikan oleh dokter rike," ujar Ivonne.

Ia berharap lewat kegiatan ini anak-anak dapat lebih memahami pentingnya menjaga kebersihan, kesehatan, serta langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegah sakit di tengah musim rawan penyakit.




(irb/hil)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads