Apabila berkunjung ke Bali, wisatawan hampir selalu menjumpai kain atau sarung pantai berwarna cerah yang dipajang di berbagai art shop, bahkan kerap dikenakan wisatawan mancanegara.
Namun siapa sangka, kain pantai dengan beragam motif menarik tersebut ternyata merupakan hasil karya perajin muda asal Kabupaten Probolinggo.
Tak hanya laris di Pulau Dewata, produk ini juga telah menembus pasar ekspor ke sejumlah negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namanya Hana Tasya Salsabila, perajin kain pantai painting asal Dusun Bulak, Desa Tambakrejo, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Berbekal pendidikan desain serta meneruskan usaha keluarga, Hana mengembangkan kerajinan kain pantai dengan teknik perpaduan batik canting dan seni lukis yang unik dan bernilai seni tinggi.
Usaha kerajinan kain pantai painting ini dirintis sejak tahun 2023. Saat ini, Hana telah mempekerjakan sekitar 20 hingga 30 orang, menyesuaikan dengan jumlah pesanan yang masuk. Sebagian besar tenaga kerja berasal dari masyarakat sekitar.
Proses pembuatan kain pantai ini tergolong rumit dan membutuhkan ketelitian tinggi. Kain putih yang telah diberi pola terlebih dahulu dilukis menggunakan canting berisi cairan malam. Setelah kering, kain kemudian diberi gradasi warna dan motif sesuai desain yang diinginkan.
"Proses pencampuran warna menjadi kunci utama. Takaran sedikit saja bisa menghasilkan warna yang berbeda," ujar Hana, Sabtu (7/2/2026).
Semakin kompleks gradasi warna dan motif yang diterapkan, maka semakin tinggi pula nilai jual kain pantai tersebut. Motif yang dihasilkan pun sangat beragam, mulai dari flora, fauna, hingga motif klasik dengan warna-warna berani. Tak heran jika kain pantai ini menjadi tren fashion saat berlibur ke pantai dan diburu wisatawan.
Untuk harga, sehelai kain pantai batik painting dijual mulai dari Rp 60.000 hingga Rp 65.000 per potong. Produk-produk ini dipasarkan di berbagai art shop dan toko oleh-oleh di sejumlah kawasan wisata di Bali.
Selain itu, kain pantai buatan Hana juga telah diekspor ke berbagai negara di Asia, Eropa, Australia, hingga Amerika.
Menurut Hana, pemasaran ekspor biasanya dilakukan melalui agen. Beberapa negara tujuan ekspor antara lain Malaysia, China, Tahiti, Madagaskar, Australia, Prancis, Turki, hingga Amerika Serikat. Bahkan, tak sedikit pembeli luar negeri yang memesan motif khusus atau berkolaborasi dalam pengembangan desain.
Sementara itu, ketekunan generasi muda dalam mengembangkan kerajinan lokal ini juga mendapat dukungan dari pemerintah setempat. Camat Tongas, Rochmad Widiarto, mengatakan pihaknya terus memfasilitasi promosi dan pemasaran produk kain pantai painting tersebut.
"Kami sudah mengenalkan produk ini ke DKUPP dan Deskranada. Bahkan, dalam beberapa event tingkat kabupaten, produk batik Mbak Hana difasilitasi untuk dipamerkan. Respons pengunjung sangat positif, termasuk dari wisatawan luar daerah dan luar negeri," ungkap Rochmad.
Melihat tingginya permintaan, khususnya dari pasar luar negeri, Hana berencana untuk membuka cabang usaha baru guna meningkatkan kapasitas produksi, sekaligus memperluas lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
Jika berniat membeli dan memesan batik kain pantai painting, bisa langsung data ke tempat produksi Hana Batik di Dusun Bulak, Desa Tambakrejo, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, atau bisa menghubungi nomer telepon (0852232441211).
