Memasuki bulan Februari 2026, intensitas hujan di Jawa Timur dilaporkan mencapai puncaknya. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung hingga 10 Februari 2026.
Fenomena ini dipicu aktifnya Monsun Asia serta adanya gangguan gelombang atmosfer (Low Frequency, Gelombang Rossby, dan Kelvin) yang melintasi wilayah Jawa Timur. Ditambah lagi, suhu muka laut di Selat Madura yang hangat memicu pertumbuhan awan konvektif yang masif.
Daerah di Jatim Waspada Cuaca Ekstrem
Hampir seluruh wilayah di provinsi ini masuk dalam zona waspada, sehingga warga diimbau mewaspadai hujan lebat, angin kencang, hingga risiko bencana hidrometeorologi. Berikut titik wilayah di Jawa Timur yang harus waspada cuaca ekstrem.
1. Minggu 8 Februari 2026
Waspada Hujan Sedang-Lebat
- Bangkalan
- Banyuwangi
- Bondowoso
- Gresik
- Jember
- Kediri
- Kota Kediri
- Lamongan
- Lumajang
- Pasuruan
- Probolinggo
- Situbondo
- Sumenep
- Tulungagung
- Magetan
- Ngawi
Hujan Disertai Petir
- Bangkalan
- Banyuwangi
- Bojonegoro
- Bondowoso
- Gresik
- Jember
- Jombang
- Kediri
- Kota Batu
- Kota Madiun
- Kota Mojokerto
- Kota Surabaya
- Lamongan
- Madiun
- Mojokerto
- Nganjuk
- Pamekasan
- Pasuruan
- Probolinggo
- Sidoarjo
- Situbondo
- Sumenep
- Tuban
- Magetan
- Ngawi
- Pacitan
- Ponorogo
Angin Kencang
- Gresik
- Sumenep
- Pacitan
2. Senin 9 Februari 2026
Waspada Hujan Sedang-Lebat
- Bangkalan
- Banyuwangi
- Blitar
- Bojonegoro
- Bondowoso
- Gresik
- Jember
- Jombang
- Kediri
- Kota Kediri
- Kota Malang
- Lamongan
- Lumajang
- Madiun
- Malang
- Mojokerto
- Pasuruan
- Probolinggo
- Situbondo
- Sumenep
- Trenggalek
- Tulungagung
- Magetan
- Ngawi
- Pacitan
Hujan Disertai Petir
- Bangkalan
- Bojonegoro
- Gresik
- Jombang
- Lamongan
- Madiun
- Mojokerto
- Pamekasan
- Sampang
- Sumenep
- Tuban
- Ngawi
detikers diimbau untuk tidak meremehkan peringatan ini karena cuaca ekstrem tersebut dapat memicu bencana hidrometeorologi, antara lain banjir dan banjir bandang terutama di wilayah aliran sungai dan dataran rendah.
Lalu, tanah longsor khususnya di wilayah bertopografi curam, seperti pegunungan maupun pemukiman dekat tebing, angin kencang disertai puting beliung dapat menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan atap bangunan, serta yang sedang ramai yakni fenomena hujan es.
Panduan Keselamatan bagi Masyarakat
Untuk meminimalkan risiko dampak hujan lebat, petir, hingga angin kencang, warga perlu memahami panduan keselamatan dasar yang dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. Berikut langkah antisipasi yang bisa dipelajari.
- Jika terjadi petir dan angin kencang, segera cari bangunan yang kokoh. Jangan berlindung di bawah pohon besar atau papan reklame.
- Bagi pengguna jalan, waspadai jalan licin dan berkurangnya jarak pandang saat hujan lebat.
- Pastikan saluran air di sekitar rumah tidak tersumbat untuk meminimalkan risiko banjir genangan.
- Selalu pantau radar cuaca terkini melalui website resmi BMKG, media sosial @infobmkgjuanda, atau saluran telepon 24 jam.
Simak Video "Video Prediksi BMKG: Video: Suhu di RI pada 2026 Tak Sepanas 2024"
(hil/irb)