BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jatim hingga 30 Januari 2026

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jatim hingga 30 Januari 2026

Salma Nisrina Fahriyyah - detikJatim
Jumat, 23 Jan 2026 17:45 WIB
Ilustrasi cuaca ekstrem di Surabaya hari ini.
Ilustrasi cuaca ekstrem di Surabaya. Foto: ChatGPT
Surabaya -

BMKG Juanda mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Jawa Timur pada periode 21-30 Januari 2026. Informasi ini disampaikan melalui unggahan resmi di Instagram BMKG Juanda, seiring meningkatnya potensi hujan lebat dan dampak hidrometeorologi di sejumlah daerah.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu berbagai bencana hidrometeorologi, seperti hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es.

Masyarakat yang tinggal di wilayah bergunung, curam, atau tebing diharapkan lebih waspada akan bencana yang mungkin muncul akibat cuaca ekstrem seperti longsor, banjir bandang, dan pohon tumbang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Daftar Wilayah Jawa Timur yang Diminta Tetap Siaga Cuaca Ekstrem

Sejumlah wilayah di Jawa Timur yang diminta untuk tetap siaga meliputi:

Kabupaten:

Banyuwangi, Bondowoso, Jember, Magetan, Mojokerto, Blitar, Bojonegoro, Jombang, Kediri, Nganjuk, Ngawi, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sampang, Situbondo, Tuban, Tulungagung, Lamongan, Madiun, Sidoarjo, Bangkalan, Gresik, Pamekasan, Sumenep, Trenggalek, Pacitan.

ADVERTISEMENT

Kota:

Batu, Kediri, Pasuruan, Malang, Mojokerto, Blitar, Probolinggo, Surabaya, Madiun.

BMKG Juanda juga menyampaikan bahwa seluruh wilayah Jawa Timur saat ini telah memasuki musim hujan, bahkan beberapa daerah diprakirakan sudah berada di fase puncak musim hujan.

Penyebab Cuaca Ekstrem

Dalam 10 hari ke depan, potensi cuaca ekstrem diperkirakan akan meningkat dan berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat. Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Aktifnya monsun Asia.
  • Adanya pola pertemuan angin (konvergensi).
  • Gangguan gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) dan Equatorial Rossby yang melintasi Jawa Timur.
  • Suhu muka laut Selat Madura yang masih cukup hangat.
  • Kondisi atmosfer lokal yang labil.

Faktor tersebut lah yang mendorong pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan intensitas sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang.

Selalu berhati-hati dan waspada selama 10 hari kedepan ya detikers. Amankan barang yang mudah terbawa angin. Hindari berteduh dibawah pohon dan jangan parkir kendaraan di bawah atau dekat pohon besar agar selalu aman.




(auh/irb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads