Cuaca Ekstrem hingga 10 Februari, Walkot Eri Ingatkan Hal Ini

Cuaca Ekstrem hingga 10 Februari, Walkot Eri Ingatkan Hal Ini

Esti Widiyana - detikJatim
Jumat, 06 Feb 2026 18:45 WIB
Cuaca Ekstrem hingga 10 Februari, Walkot Eri Ingatkan Hal Ini
Hujan lebat mengguyur Surabaya (Foto: Esti Widiyana/detikJatim)
Surabaya -

Siang panas menyengat, sore sampai malam berubah mendung hingga hujan disertai angin kencang. Kondisi itu terjadi di Surabaya beberapa waktu terakhir akibat cuaca ekstrem.

Berdasarkan informasi dari BMKG, Surabaya dan wilayah sekitarnya berada dalam periode peringatan cuaca ekstrem pada 1-10 Februari 2026. Masyarakat diminta mewaspadai potensi hujan lebat, angin kencang, hujan es, hingga puting beliung.

Wali Kota Surabaha Eri Cahyadi mengatakan kondisi cuaca saat ini sulit diprediksi dan berpotensi menimbulkan risiko keselamatan masyarakat. Pemkot pun menginstruksikan seluruh jajaran kewilayahan aktif menyosialisasikan antisipasi kepada warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Cuaca ekstrem karena dalam beberapa hari terakhir kondisinya sangat luar biasa. Beberapa kejadian seperti robohnya reklame dan tumbangnya pohon sudah terjadi, dan (potensi hujan lebat, angin kencang) hal ini sudah kami sampaikan kepada warga melalui lurah dan camat," Eri kepada wartawan di Balai Kota, Jumat (6/2/2026).

Eri mengimbau masyarakat agar tidak berlindung di bawah pohon rindang saat hujan turun. Apalagi melihat potensi angin kencang yang dapat membahayakan dipengendara.

ADVERTISEMENT

"Saat hujan, mohon jangan berteduh di bawah pohon. Lebih aman berlindung di dalam bangunan, karena sekarang kecepatan angin sulit diprediksi. Seperti kemarin, angin kencang bisa menumbangkan pohon besar dan reklame," tuturnya.

Ia mengingatkan, kondisi cuaca bisa berubah secara tiba-tiba, terutama malam hari. Meski pada siang hari angin terasa normal, potensi hujan deras dan angin kencang tetap harus diwaspadai.

Fenomena cuaca ekstrem tidak hanya terjadi di Surabaya, tetapi di berbagai wilayah Jawa Timur. Oleh sebab itu, ia mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan saling menjaga.

Pemkot Surabaya dipastikan memberikan bantuan apabila terjadi kerusakan akibat cuaca. Seperti atap rumah ambrol akan diberi bantuan penutup dari terpal.

"Kalau ada rumah atau atap yang roboh, pemerintah akan hadir membantu. Kita pasang terpal dulu, setelah itu kita bantu perbaikan atapnya, seperti yang kemarin kita lakukan di Manyar," jelasnya.

Namun Eri mengingatkan bahwa penanganan dampak cuaca ekstrem tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Diperlukan peran aktif seluruh masyarakat agar upaya mitigasi dapat berjalan maksimal.

Sebagai langkah darurat, masyarakat juga diimbau segera menghubungi layanan 112 apabila menemui kejadian gawat darurat akibat cuaca ekstrem.

"Tidak semuanya bisa ditangani pemerintah. Kita harus berjibaku bersama, saling menjaga, dan saling mengingatkan," pungkasnya.




(auh/dpe)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads