PMK Merebak Lagi, Dinas Peternakan Trenggalek Gelar Vaksinasi Massal

PMK Merebak Lagi, Dinas Peternakan Trenggalek Gelar Vaksinasi Massal

Adhar Muttaqin - detikJatim
Selasa, 03 Feb 2026 15:15 WIB
PMK Merebak Lagi, Dinas Peternakan Trenggalek Gelar Vaksinasi Massal
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Disnakkan Trenggalek, Ririn Hari Setiani (Foto: Adhar Muttaqin/detikJatim)
Trenggalek -

Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Trenggalek menggelar vaksinasi massal untuk meminimalisir dampak buruk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Vaksinasi digelar sejak munculnya puluhan kasus baru.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Disnakkan Trenggalek, Ririn Hari Setiani, mengatakan vaksinasi digelar secara bertahap di seluruh kecamatan. Sasaran vaksinasi meliputi hewan ternak jenis sapi, kambing dan kerbau.

"Kami baru mengambil stok vaksin dari Pemprov Jatim sebanyak 12 ribu dosis. Mulai hari ini kami lakukan vaksinasi massal hingga 40 hari ke depan," kata Ririn, Selasa (2/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya untuk memaksimalkan proses vaksinasi, pihaknya menerjunkan tujuh tim vaksinator yang disebar ke kantong-kantong peternakan di Trenggalek.

ADVERTISEMENT

"Target kami selama 40 hari ke depan selesai," jelasnya.

Penyuntikan vaksin PMK digelar agar sapi dan hewan ternak memiliki kekebalan jika sewaktu-waktu mendapatkan serangan PMK. Sapi yang telah tervaksin dinilai akan lenih aman dibandingkan yang belum.

"Pemberian vaksin kami laksanakan di masing-masing kandang, sedangkan di pasar hewan tidak kami lakukan," jelasnya.

Ririn mengakui program pemerintah tersebut tidak selamanya berjalan mulus, di beberapa peternakan, kehadiran petugas justru mendapatkan penolakan.

"Ya ada, tapi tidak banyak," ujarnya.

Rencana bulan Maret mendatang pihaknya juga akan kembali menerima bantuan belasan ribu dari Pemprov Jatim.

Dari catatan Disnakkan Trenggalek, kasus PMK kembali muncul pada bulan Desember 2025 dengan tujuh kasus. Kasus PMK kembali mengalami peningkatan pada Januari 2025 dengan 22 kasus, satu si antaranya mati," kata Ririn.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads