PMK Serang Ternak di Malang, 1.000 Vaksin Disiapkan

PMK Serang Ternak di Malang, 1.000 Vaksin Disiapkan

Muhammad Aminudin - detikJatim
Kamis, 29 Jan 2026 12:45 WIB
PMK Serang Ternak di Malang, 1.000 Vaksin Disiapkan
Sapi perah di Malang terpapar PMK (Foto: M Bagus Ibrahim/detikJatim)
Malang -

Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) kembali menyerang ternak sapi di Kota Malang. Namun, saat ini wabah penyakit itu telah bisa teratasi.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang menyebut, ada dua temuan kasus PMK menyerang ternak sapi warga. Yakni di Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru.

"Per Januari 2026, ada dua kasus PMK ditemukan di Kota Malang," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang Slamet Husnan kepada wartawan, Kamis (29/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski ditemukan dua kasus PMK menyerang ternak sapi, Pemkot Malang belum memberlakukan penyekatan wilayah. Tapi, pengawasan lalu lintas ternak dari luar daerah akan diperketat dengan mewajibkan surat keterangan sehat hewan.

ADVERTISEMENT

"Kami belum sampai sampai melakukan penyekatan, hanya memberlakukan surat sehat ternak dari luar daerah. Itu pasti kami lakukan," tegas Slamet.

Slamet mengatakan, ternak sapi terpapar PMK memiliki ciri-ciri yang sama pada umumnya. Yakni mulut berliur, dan adanya luka pada bagian kuku sapi.

Meski sempat terpapar PMK, Slamet meyakinkan bahwa ternak sapi tersebut sudah mendapatkan penanganan dan dinyatakan sembuh.

"Sudah ditangani dan sudah dinyatakan sembuh," tandasnya.

Menurut Slamet, penanganan dengan cepat dilakukan untuk mencegah penyebaran virus ke ternak lain. Dengan memberikan obat-obatan, vitamin, serta melakukan penyemprotan desinfektan di area kandang.

"Penanganan dengan pemberian obat, vitamin, serta pemberian desinfektan di area kandang," bebernya.

Pemerintah Kota Malang menerima 1.000 dosis vaksin PMK yang akan mulai diaplikasikan pada Februari 2026, sebagai langkah pencegahan wabah PMK menyerang ternak sapi.

Namun, jumlah tersebut masih belum mencukupi untuk melindungi seluruh populasi sapi di Kota Malang. Karena saat ini populasi sapi di Kota Malang mencapai sekitar 2.500 ekor.

"Nanti bertahap, setelah 1.000 dosis diaplikasikan dulu, kami akan bersurat kembali ke dinas provinsi untuk mengusulkan tambahan, karena pembagiannya se-Jawa Timur," bebernya.

Dispangtan Kota Malang mengimbau para peternak untuk tetap waspada, menjaga kebersihan kandang, serta segera melaporkan apabila menemukan gejala PMK pada hewan ternak mereka.

"Kami mengimbau agar peternak lebih menjaga kebersihan kandang. Itu sangat penting sebagai bentuk pencegahan awal," katanya.




(mua/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads