Langkah PLN Usai Viralnya Warga Pasuruan Minta Tiang Listrik Dipindah

Langkah PLN Usai Viralnya Warga Pasuruan Minta Tiang Listrik Dipindah

Muhajir Arifin - detikJatim
Rabu, 04 Feb 2026 14:15 WIB
Warung milik Mustofa warga Pasuruan yang berada di antara tiang listrik dan boks panel tegangan tinggi.
Tiang listrik dan boks panel tegangan sedang yang berada di warung milik Mustofa warga Pasuruan. (Foto: Istimewa)
Pasuruan -

Viral warga Dusun Krajan, Desa Karanganyar, Kecamatan Kraton, Pasuruan meminta kepada PLN agar 2 tiang listrik di lahan miliknya dipindah tapi ditarik Rp 28 juta. PLN mengklaim telah melakukan tindak lanjut.

PLN mengaku telah ada kesepakatan dengan warga bersangkutan meski menurut PLN bukan tiang dan panel di lahan warga itu yang menyalahi, melainkan keberadaannya sudah ada lebih dulu.

Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Pasuruan, M Rizal Fauzi mengatakan tiang dan panel 20 ribu volt itu awalnya berdiri di lahan kosong. Justru pihaknya terkejut tiba-tiba ada bangunan warung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebelumnya tiang dan panel itu ada di lahan kosong. Ternyata sudah ada bangunan warung yang menempel tiang," kata Rizal saat dikonfirmasi detikJatim, Rabu (4/2/2025).

Menurutnya, PLN sudah melakukan tindak lanjut. Tepatnya pada Maret 2025, pihaknya sudah memindahkan panel yang awalnya berada di bawah tiang dipindahkan ke atas demi keselamatan warga.

ADVERTISEMENT

"Kami sudah melakukan pemindahan panel pada bulan Maret. Dari bawah ke atas. Tapi tiangnya tetap di posisi awal, karena waktu itu masih kosong, belum ada warung," terangnya.

Setelah warung dibangun di lahan itu, pemilik merasa terganggu. Rizal mengakui ada regulasi yang mengatur mekanisme dan biaya atas pemindahan tiang listrik.

"Tapi untuk kasus ini ada pertimbangan lain yang harus kami perhatikan, yakni azas keselamatan ketenagalistrikan. Kami dan pemilik lahan sudah sepakat melakukan pergeseran tiang ke posisi yang lebih aman. Pemindahan itu dengan biaya dari PLN," terang Rizal.

Dua tiang itu digeser namun masih di lahan milik Mustofa.

"Pengerjaan paling lama seminggu, ini kategori listrik bertegangan sedang. Jadi nanti juga ada pemadaman juga," pungkas Rizal.

Mustofa mengaku senang atas kesepakatan yang telah ada dengan PLN. Dia merasa ruangannya terasa lebih luas tak ada tiang dan menjadi lebih tenang.

Selama proses pemindahan tiang, dia tetap bisa membuka warung mi seperti biasa. Hanya saja, saat pengejaraan pencopotan instalasi panel dan trafo, warungnya harus tutup sehari.

"Petugas bilang warung ditutup saat proses pencopotan panel lama dan trafo saja. Perlu waktu sehari," pungkasnya.




(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads