Hujan deras yang terjadi lebih dari lima jam mengakibatkan sejumlah wilayah di Trenggalek dan Tulungagung diterjang banjir. Sementara itu akses utama Bandung-Prigi tertimbun tanah longsor.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, mengatakan tanah longsor terjadi pada ruas jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Bandung, Tulungagung dengan Kecamatan Watulimo, Trenggalek. Timbunan material longsor berupa lumpur sepanjang 50 meter menutup total badan jalan.
"Untuk sementara putus total karena material longsornya cukup tebal, lebih dari setengah meter," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akses menuju Kecamatan Watulimo sementara dialihkan melalui Jalur Lintas Selatan (JLS) melalui Kecamatan Besuki, Tulungagung.
Selain menutup akses jalan utama, matarial longsor juga masuk ke enam rumah warga di sekitarnya. "Ada enam rumah yang terdampak, lumpur tersebut masuk ke rumah dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter," imbuhnya
Triadi menambahkan saat ini alat berat dari Pemkab Trenggalek didatangkan ke lokasi bencana untuk membersihkan matarial longsor. Pihaknya menargetkan pembersihan akan tuntas malam ini.
"Karena ini merupakan jalur vital bagi masyarakat di Kecamatan Watulimo," ujarnya.
Di sisi lain Triadi menjelaskan, untuk bencana banjir di Trenggalek terjadi di ruas Jalan Raya Gandusari-Kampak di Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari.
"Tadi akses lalu lintas sempat terganggu akibat banjir ini, tapi saat ini kondisinya sudah surut," imbuhnya.
Sementara itu di Tulungagung terjadi di Desa Besole, Gamping, Tunggangri dan Desa Besuki. Ketinggian banjir variasi antara 50 sentimeter hingga lebih dari satu meter.
"Kami masih update terus datanya. Banjir ini terjadi di pemukiman penduduk dan akses jalan utama. Ada beberapa yang airnya sampai masuk rumah," jelas Sudarmaji.
Bnajir dan longsor terjang Trenggalek dan Tulungagung Foto: Dok. Istimewa |
Bencana banjir tersebut dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan sejak sore hari. Akibatnya air dari lereng pegunungan meluncur deras dan membanjiri perkampungan.
"Beberapa titik sudah mulai surut, semoga cepat surut semua," ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah Kanitreskrim Polsek Besuki Ipda DC Subagyo, mengatakan di Desa Basuki dan Besole telah surut. Warga secara mandiri melakukan pembersihan matarial banjir yang masuk rumah.
"Alhamdulillah sudah mulai surut, warga mulai bersih-bersih," kata Ipda DC Subagyo.

