Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengungkapkan, ada 839 kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Jatim sejak awal tahun 2026. Emil memastikan 1.050.000 vaksin PMK akan segera datang.
"Dirjen PKH telah mengalokasikan satu juta lima puluh ribu vaksin PMK di Jatim. Besok ini sebanyak 453 ribu vaksin akan sampai dan segera didistribusikan untuk pencegahan," kata Emil usai Rakerwil IPHI Jatim di Surabaya, Selasa (27/1/2026).
Untuk hewan yang sudah terpapar PMK, Emil memastikan Dinas Peternakan Jatim di masing-masing kabupaten/kota akan mendistribusikan obat-obatan PMK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang hewannya baru terkena penyakit, stok obat kami masih tersedia, stok sejak November. Akan didistribusikan oleh Dinas Peternakan kabupaten/kota," tambahnya.
Emil mengatakan Pemprov Jatim sangat serius menangani kasus PMK. Apalagi, Jatim merupakan provinsi dengan jumlah sapi pedaging terbanyak di Indonesia.
"Jatim pusatnya sapi pedaging, kami ekstra hati-hati. Kalau sebaran kasusnya merata, di Pasuruan ada 103 kasus, di Blitar 89 kasus, di Jombang 82 kasus, jadi relatif tersebar," jelasnya.
"Salah satu penyebabnya memang arus mobilitas pergerakan sapi dari daerah satu ke daerah lain meningkat, apalagi ini mau Ramadan dan menuju persiapan Idul Adha. Karena para pedagang ini siap-siap juga hari raya kurban, karena prosesnya kan dari sekarang termasuk penggemukannya. Pemerintah hadir dan serius menangani wabah PMK," tandasnya.
Data dari Dinas Peternakan Jatim sejak 1 Januari 2026-26 Januari 2026, ada 839 kasus PMK di Jatim. Dari jumlah itu, 605 kasus masih aktif. 221 telah sembuh, 8 kasus kematian, dan 5 ekor telah disembelih paksa.
(auh/hil)
