Bencana angin kencang menerjang empat kecamatan di Trenggalek. Akibatnya, dua unit tower telekomunikasi roboh, puluhan rumah rusak dan seorang warga tewas tertimpa pohon.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek Stefanus Triadi Atmono mengatakan, lima kecamatan terdampak angin kencang meliputi Durenan, Bendungan, Gandusari, Tugu dan Kecamatan Watulimo.
"Bencana ini ada yang pagi hingga siang. Saat ini kami masih melakukan pendataan," kata Triadi, Sabtu (24/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Kecamatan Bendungan, angin merusak 40 rumah di kawasan hunian tetap sementara (huntara) korban longsor Desa Sumurup. Kerusakan mayoritas pada bagian atap.
"Kemudian di Desa Botoputih ada tower telekomunikasi setinggi 42 meter yang ambruk dan menimpa rumah milik Suwinto," kata Triadi, Sabtu (24/1/2026).
Selain itu, sejumlah pohon tumbang dan melintang di ruas jalan utama antarkecamatan.
Di Kecamatan Durenan angin kencang mengakibatkan pohon trembesi setinggi 20 meter di ruas jalan utama Trenggalek-Tulungagung roboh dan menimpa sepeda motor dan truk yang melintas.
"Untuk korban mengeluh sesak napas dan sudah dibawa ke puskesmas untuk menjalani perawatan," jelasnya.
Sementara itu di Kecamatan Tugu pohon tumbang menutup akses utama Trenggalek-Ponorogo KM 7,5. Kejadian tersebut juga menimpa sebuah kendaraan pikap yang tengah melintas.
"Kondisi pengemudi selamat," imbuhnya.
Triadi menambahkan di Kecamatan Watulimo angin kencang mengakibatkan tower telekomunikasi setinggi 42 meter di Desa Dukuh ambruk dan menimpa dapur rumah milik Iswanto.
"Jadi untuk tower yang roboh itu ada dua, satu di Kecamatan Bendungan dan satunya di Kecamatan Watulimo," jelasnya.
Sementara itu, Kasihumas Polres Trenggalek AKP Katik, mengatakan bencana angin kencang di Kecamatan Gandusari mengakibatkan dahan pohon mahoni di jalan Desa Sukorame patah dan menewaskan seorang pengendara sepeda motor.
"Korban atas nama Suhadi (58) warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Pogalan ini tertimpa dahan pohon dari ketinggian 15 meter dan meninggal dunia," kata Katik.
Kepala BPBD Trenggalek Triadi Atmono, menjelaskan hingga saat ini tim gabungan masih melakukan penambangan di sejumlah titik yang terdampak. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan karena angin kencang diprediksi masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
"Dari informasi BMKG bencana ini akibat dari Siklon Tropis Luana. Dampak siklon diperkirakan akan melemah dalam 24 jam ke depan dan bergerak ke arah tenggara menjauhi wilayah Indonesia," kata Triadi.
Namun, BMKG memprediksi dampak tidak langsung dari siklon masih akan dirasakan hingga Minggu besok dengan potensi hujan lebat dan angin kencang di Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
