42 Rumah di Tulungagung Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

42 Rumah di Tulungagung Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Adhar Muttaqin - detikJatim
Senin, 12 Jan 2026 21:05 WIB
42 Rumah di Tulungagung Rusak Diterjang Angin Puting Beliung
Rumah yang mengalami kerusakan akibat puting beliung di Tulungagung. (Foto: Adhar Muttaqin/detikJatim)
Tulungagung -

Bencana angin puting beliung kembali terjadi di Tulungagung. Akibatnya 42 rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap.

Camat Rejotangan, Didi Jarot Widodo, mengatakan wilayah yang terdampak puting beliung tersebar di tiga desa, meliputi Desa Panjerejo, Karangsari dan Desa Tugu. Kencangnya embusan angin membuat atap rumah warga porak poranda.

"Data sementara ada 42 rumah, paling banyak di Desa Panjerejo ada 22 rumah, sisanya di Karangsari dan Tugu," kata Didi, Senin (12/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya jumlah rumah yang terdampak diperkirakan masih akan bertambah. Hingga malam ini tim TRC BPBD Tulungagung bersama pemerintah desa dan kecamatan masih melakukan pendataan di lapangan.

ADVERTISEMENT

"Dari hasil peninjauan di rumah yang terdampak, kerusakan yang terjadi dalam kategori ringan karena hanya bagian yang rusak," ujarnya.

Pihaknya memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut. Meski demikian kerusakan rumah warga tersebut berdampak pada aktivitas masyarakat.

"Ada yang atap dapurnya hancur, sehingga aktivitas memasak harus dipindah ke tempat yang aman," imbuhnya.

Sementara itu salah seorang warga Desa Karangsari, Aziz Saiful Arifin, mengatakan angin kencang tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu kondisi cuaca sedang mendung, tak berapa lama muncul embusan angin kencang dari arah barat daya.

"Angin kencang itu terjadi sesaat sebelum hujan, tiba-tiba dari barat daya kencang sekali , kemudian atap-atap rumah banyak yang beterbangan dan rusak," kata Aziz.

Selain rumahnya, bencana alam tersebut juga merusak sejumlah atap rumah warga yang ada di sekitarnya. "Bahkan rumah di samping ini atap dapurnya hancur," ujarnya.

Terkait bencana yang terjadi, pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan karena sesuai prediksi BMKG, cuaca buruk masih akan terjadi pada sepekan mendatang.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads