Pembangunan Flyover Ahmad Yani Bakal Libatkan Polisi Atur Lalin

Pembangunan Flyover Ahmad Yani Bakal Libatkan Polisi Atur Lalin

Esti Widiyana - detikJatim
Jumat, 23 Jan 2026 21:20 WIB
Pembangunan Flyover Ahmad Yani Bakal Libatkan Polisi Atur Lalin
Kampung Tengah Jalan Ahmad Yani Surabaya (Foto: Istimewa / Dok. Kominfo Kota Surabaya)
Surabaya -

Flyover Jalan Ahmad Yani bakal dibangun pada triwulan kedua akhir atau triwulan ketiga 2026 oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Nantinya, Pemkot Surabaya akan menggandeng pihak kepolisian untuk mengatur lalu lintas.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Hidayat Syah, mengatakan koordinasi dengan kepolisian menjadi hal wajib karena proyek ini berada di titik rawan kemacetan, khususnya Bundaran Taman Pelangi.

"Ya, (koordinasi dengan) pihak kepolisian, pihak Dishub nanti. Kita koordinasi pasti itu," kata Hidayat saat dihubungi detikJatim, Jumat (23/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan, kemacetan di Bundaran Taman Pelangi dipicu oleh adanya perlintasan kereta api. Lokasi ini menjadi jalur pertemuan arus kendaraan dari arah Ahmad Yani menuju Rungkut maupun sebaliknya, serta akses dari Ahmad Yani menuju pusat kota Surabaya dan Sidoarjo.

ADVERTISEMENT

"Karena itulah dikurangi kemacetannya dengan flyover. Berdasarkan perhitungan Dishub, Bundaran Taman Pelangi merupakan titik yang paling krusial atau paling padat. Maka kita potong di titik itu, sambil nanti kita melihat titik-titik lainnya," kata Eri.

Eri menjelaskan, keberadaan rel kereta api hampir selalu menimbulkan kemacetan di kawasan sekitarnya. Oleh sebab itu, pembangunan flyover dipilih dengan mempertimbangkan faktor keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas.

"Pertama membahayakan, kedua pasti mempengaruhi arus lalu lintas. Karena itu, nanti akan bertahap. Setelah Taman Pelangi, kita akan ke titik-titik lain yang memang crowded untuk dibuatkan overpass atau underpass," jelasnya.

Menurut Eri, keberadaan flyover akan secara signifikan mengurangi kemacetan karena tidak lagi menggunakan lampu lalu lintas.

"Jadi langsung dari arah Ahmad Yani itu langsung naik-turun ke arah Jemur atau sebaliknya. Ya seperti Aloha di Sidoarjo, tidak macet karena ada perputaran di atas dan tidak ada traffic light. Kalau ada traffic, pasti ada kemacetan panjang," pungkasnya.

Diketahui, pembangunan flyover Bundaran Taman Pelangi direncanakan berlangsung pada akhir triwulan II atau triwulan III tahun 2026 dengan anggaran sekitar Rp 400 miliar. Pengerjaan akan dilakukan setelah kampung di tengah Jalan Ahmad Yani selesai diratakan.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads