Sederet Fakta Flyover yang Korbankan Kampung Tengah Jalan Ahmad Yani

Sederet Fakta Flyover yang Korbankan Kampung Tengah Jalan Ahmad Yani

Denza Perdana - detikJatim
Jumat, 23 Jan 2026 11:45 WIB
Sederet Fakta Flyover yang Korbankan Kampung Tengah Jalan Ahmad Yani
Lokasi pembangunan flyover yang mengorbankan Kampung Tengah Jalan Ahmad Yani Surabaya. (Foto: Istimewa/Dok. Kominfo Kota Surabaya)
Surabaya -

Pembangunan flyover di Bundaran Taman Pelangi, Jalan Ahmad Yani, Surabaya akan segera direalisasikan. Infrastruktur ini dirancang untuk mengatasi kemacetan yang selama ini menghantui pengendara.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa proyek ini merupakan langkah strategis untuk memutus rantai kemacetan di titik tersebut. Berikut adalah poin-poin utama mengenai rencana pembangunan flyover yang akan berdiri di atas lahan bekas pemukiman Kampung Tengah tersebut:

1. Konsep Desain yang Megah

Flyover Ahmad Yani direncanakan menjadi ikon baru kota dengan mengadopsi kemegahan struktur Flyover Juanda (Aloha) di Sidoarjo. Proyek ini mengedepankan konsep free flow (arus mengalir) guna meniadakan hambatan di persimpangan jalan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena itulah dikurangi kemacetannya dengan flyover. Berdasarkan perhitungan Dishub, Bundaran Taman Pelangi merupakan titik yang paling krusial atau paling padat. Maka kita potong di titik itu, sambil nanti kita melihat titik-titik lainnya," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi kepada wartawan, Kamis (22/1/2026).

ADVERTISEMENT

Eri juga menyoroti keberadaan perlintasan kereta api yang sering memicu antrean panjang. Dengan adanya jalan layang, aspek keamanan dan kelancaran lalu lintas akan meningkat. "Pertama membahayakan, kedua pasti memengaruhi arus lalu lintas. Karena itu, nanti akan bertahap," tambahnya.

2. Mengadopsi Model Flyover Juanda

Meskipun sempat ada wacana pembangunan underpass, Pemerintah Kota Surabaya akhirnya memilih opsi flyover setelah melakukan kajian teknis bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Pilihan ini dianggap lebih efektif secara fungsi.

Struktur visualnya akan menyerupai jembatan layang di Bundaran Aloha, sehingga kendaraan dari arah Sidoarjo maupun pusat kota Surabaya dapat melintas tanpa perlu berhenti di lampu lalu lintas.

"Kami sudah sampaikan karena desainnya juga belum final. Iya, kayak gitu (Bundaran Aloha Sidoarjo)," ungkap Eri mengonfirmasi gambaran desain yang tengah dimatangkan.

3. Transformasi Lahan Kampung Tengah

Untuk memberikan ruang bagi proyek ini, kawasan Kampung Tengah di wilayah Jemur Gayungan kini telah diratakan. Kampung ini memiliki sisi sejarah yang memprihatinkan karena telah terisolasi sejak tahun 1974 akibat pengembangan Jalan Ahmad Yani.

Setelah puluhan tahun terjepit di tengah padatnya lalu lintas, riwayat pemukiman ini berakhir seiring tuntasnya proses ganti rugi melalui sistem konsinyasi oleh Pemkot Surabaya. Saat ini, lokasi tersebut telah bersih dari bangunan dan siap menjadi tapak fondasi jembatan layang.

4. Target Penyelesaian Proyek

Pembangunan fisik flyover yang didanai APBN sebesar kurang lebih Rp 400 miliar ini dijadwalkan mulai dikerjakan tahun ini. Pemerintah menargetkan proyek tersebut rampung dan dapat beroperasi penuh pada tahun 2027.

Eri Cahyadi meyakini bahwa manfaat jangka panjang dari proyek ini akan sangat dirasakan oleh masyarakat luas, meskipun ada nilai sejarah lokal yang harus dikorbankan.

"Tapi yang terpenting di titik ini segera bisa dilakukan pembangunan, sehingga kemacetan di simpul yang paling parah ini bisa terselesaikan," pungkasnya.




(irb/dpe)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads