Angin puting beliung menerjang Desa Sukolilo, Kecamatan Sukodadi, Selasa (20/1/2026) sore. Akibat peristiwa tersebut, sejumlah rumah warga dan tempat usaha mengalami kerusakan dengan total kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Peristiwa angin kencang itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB dan dilaporkan oleh warga ke Polsek Sukodadi. Petugas yang menerima informasi tersebut langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal.
Kapolsek Sukodadi IPTU M. Sokep, S.H., mengatakan, pihaknya bersama personel turun langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pendataan serta membantu warga terdampak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah menerima laporan dari masyarakat, kami langsung mendatangi lokasi kejadian. Personel bersama warga bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan serta melakukan langkah-langkah penanganan awal," ujar Sokep, Selasa (20/1/2026).
Berdasarkan hasil pendataan sementara, kerusakan akibat angin puting beliung tersebut cukup beragam. Sebuah warung sekaligus tempat tinggal dilaporkan mengalami kerusakan sekitar 70 persen dengan estimasi kerugian mencapai Rp 100 juta.
Selain itu, satu warung kopi angkringan rusak sekitar 90 persen dengan taksiran kerugian Rp 30 juta. Kerusakan juga terjadi pada kandang ayam sekitar 20 persen dengan estimasi kerugian Rp 5 juta, serta atap rumah warga yang rusak hingga 50 persen dengan nilai kerugian sekitar Rp 10 juta.
Kepala Desa Sukolilo menyebut, angin puting beliung datang secara tiba-tiba dan langsung merusak sejumlah bangunan warga, terutama pada bagian atap dan dinding.
"Angin datang mendadak dan cukup kencang. Beberapa rumah dan tempat usaha warga mengalami kerusakan cukup parah," ujarnya.
Meski menimbulkan kerusakan material, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat ini, kondisi di lokasi kejadian dilaporkan sudah kondusif.
Polsek Sukodadi menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memantau perkembangan situasi serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat pascakejadian. Sokep mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya angin kencang dan hujan deras yang masih berpeluang terjadi.
"Kami mengimbau warga agar segera melapor kepada pihak kepolisian atau pemerintah desa jika terjadi kejadian serupa. Pastikan juga keamanan bangunan dan lingkungan sekitar untuk menghindari risiko yang lebih besar," pungkasnya.
(auh/hil)











































