Angin puting beliung menerjang empat kecamatan di Kabupaten Probolinggo pada Jumat (16/1/2026). Bencana yang terjadi saat hujan deras ini mengakibatkan empat tembok rumah roboh dan empat rumah lainnya rusak setelah tertimpa pohon tumbang. Selain itu, sejumlah fasilitas umum juga mengalami kerusakan.
Peristiwa angin puting beliung tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB, bersamaan dengan hujan berintensitas tinggi yang disertai angin kencang.
Dalam hitungan detik, angin berputar merusak atap rumah warga dan menumbangkan sejumlah pohon di permukiman serta sepanjang jalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Video amatir yang direkam warga dan pengguna jalan menunjukkan detik-detik terjadinya angin puting beliung di sejumlah desa di Kecamatan Leces.
Warga tampak panik ketika angin kencang menyapu rumah-rumah dan membuat pohon tumbang. Desa Leces dan Desa Sumber Kedawung dilaporkan menjadi wilayah yang paling terdampak.
Setelah angin mereda, warga bergotong royong memperbaiki atap rumah mereka yang rusak. Sementara itu, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo bersama dinas terkait, TNI, dan Polri langsung melakukan pembersihan material bangunan serta evakuasi belasan pohon tumbang di lokasi terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengatakan angin puting beliung menerjang empat kecamatan, yakni Kecamatan Leces, Gending, Banyuanyar, dan Besuk.
"Puting beliung terjadi sekitar pukul 15.30 WIB di Desa Leces dan Desa Sumber Kedawung. Ada empat pohon tumbang yang menimpa empat rumah, serta empat rumah lainnya terdampak langsung angin puting beliung. Pohon tumbang juga terjadi di wilayah Banyuanyar, Besuk, dan Burumbungan Lor," ujar Oemar.
Ia menambahkan, proses pembersihan dilakukan secara terpadu bersama Damkar, PLN, Dinas Perhubungan, Satpol PP, pemerintah desa, serta warga setempat.
Sebagian besar pohon tumbang telah berhasil dievakuasi, meski masih ada satu titik yang membutuhkan penanganan teknis lanjutan dengan pengawalan petugas.
"Alhamdulillah, hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa. Kami masih melakukan asesmen dan akan bergeser ke wilayah Banyuanyar untuk melihat dampak secara teknis," tambahnya.
BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam bencana ini. Namun, warga mengalami kerugian material akibat kerusakan rumah dan fasilitas umum.
BPBD Kabupaten Probolinggo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, mengingat cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang diperkirakan masih akan terjadi hingga 20 Januari 2026. Puncak musim hujan diprediksi berlangsung pada Januari hingga awal Maret mendatang.
(auh/abq)











































