Galian di Rumah Warga Surabaya Mengeluarkan Asap dan Udara Panas

Galian di Rumah Warga Surabaya Mengeluarkan Asap dan Udara Panas

Aprilia Devi - detikJatim
Senin, 19 Jan 2026 20:30 WIB
Galian di Rumah Warga Surabaya Mengeluarkan Asap dan Udara Panas
Lubang galian tanah di Jalan Bogen I, Ploso, Tambaksari, Surabaya mengeluarkan asap dan udara panas (Foto: Aprilia Devi/detikJatim)
Surabaya -

Sebuah galian tanah di Jalan Bogen I, Ploso, Tambaksari, Surabaya mengeluarkan asap disertai udara panas. Galian itu berada di area teras salah satu rumah.

Dari pantauan detikJatim, lebar galian tanah itu berukuran sekitar 30 cm. Asap tipis masih keluar dari galian tersebut. Udara panas juga terasa. Selain itu, ada bau terbakar yang menyelimuti.

Penghuni rumah tersebut, Cik Wen (70), mengatakan bahwa akibat asap yang keluar dari galian, lantai teras rumah hingga sekitar pintu ruang tamunya terasa panas. Ia pun harus menggunakan alas kaki saat melintasi area tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rupanya, peristiwa ini terjadi sejak beberapa waktu ke belakang. Mulanya area lantai terasa panas. Ia lantas meminta tukang untuk membongkar dan mengeceknya.

ADVERTISEMENT

"Terus saya biarkan 4-5 hari kok tambah panas. Kejadian pertama kali itu sudah satu mingguan. Terus saya panggil tukang buat ngecek (dibongkar), tanahnya keluar asap," ujarnya saat ditemui detikJatim, Senin (19/1/2026).

Ia lalu menceritakan kejadian ini ke keponakannya dan diteruskan laporan ke Command Center 112 Surabaya pada Senin (19/1) siang ini.

"Tadi petugas dicek katanya tidak apa-apa. Tapi ya masih misterius, hati saya ini masih penasaran. Ini masih ada asap dan ada bau sedikit," ungkapnya.

Dirinya menyebut bahwa petugas PLN juga turut mendatangi lokasi untuk pengecekan saluran kelistrikan.

"PLN tadi ngecek benerin juga kabel yang di atas itu ada lecet mengelupas karena kena seng, tapi sudah diganti. Dicek semua saluran kabel," tuturnya.

Menurutnya, selama tinggal di rumah itu puluhan tahun, kejadian ini baru yang pertama. Ia pun berharap ada solusi atas permasalahan ini agar tak lagi was-was.

"Saya tinggal di sini sudah 35 tahun, kejadian ya baru kali ini. Sementara saya tutup dulu seadanya dulu galiannya," pungkasnya.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads