Sumur bor milik warga di Desa Planggaran Timur, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, mengeluarkan gas yang mudah tersulut api. Untuk mengantisipasi potensi bahaya, polisi menutup sementara lokasi dan memasang garis polisi (police line).
Kapolres Sampang AKBP Hartono melalui Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo mengatakan, personel Polsek Banyuates telah mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengamanan.
"Petugas telah memastikan situasi kondisi di lapangan sebagai antisipasi potensi bahaya bagi masyarakat," kata Eko Puji Waluyo, Jumat (16/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengeboran sumber air itu dilakukan sejak Selasa (13/1/2026) di ladang milik Madus (49), warga Dusun Kertaker, Desa Planggaran Timur. Pada saat pengeboran mencapai kedalaman sekitar 51-53 meter sumur itu ,tiba-tiba keluar gas.
"Kejadian itu berlangsung pada Rabu malam (14/1/2026) sekitar pukul 20.00 WIB," katanya
Karena insiden itu, pemilik lahan menghentikan sementara proses pengeborannya. Gas yang keluar melalui pipa itu mengeluarkan aroma bau menyengat.
"Karena dapat memicu risiko kebakaran, Polsek Banyuates memasang police line di sekitar lokasi," ujarnya.
Polisi juga memberikan imbauan kepada warga agar tidak mendekati area sumur bor. Polisi tengah melakukan koordinasi dengan Kementerian ESDM guna memeriksa kandungan gasnya apakah berbahaya atau tidak bagi masyarakat.
"Lokasi sumur bor berjarak sekitar 100 meter dari pemukiman warga. Namun tetap kami lakukan pengamanan karena berpotensi membahayakan," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, pengeboran sumber air di Dusun Kertaker, Desa Pelanggaran Timur, Kecamatan Banyuates, Sampang, Madura, mendadak viral setelah sumur bor tersebut mengeluarkan gas. Kejadian itu direkam warga dan videonya ramai beredar di media sosial.
Dalam video yang beredar, terlihat warga menunjukkan adanya gas yang keluar dari pipa kecil yang tersambung ke sumur bor. Dari jarak aman, salah seorang warga menyalakan korek api ke arah pipa tersebut hingga api menyala.
