Cacar air masih menjadi penyakit yang mudah menular di lingkungan anak-anak. Pakar mengingatkan, penularan virus cacar air bisa terjadi bahkan sebelum ruam khas muncul di kulit, sehingga kerap luput disadari orang tua.
Pakar Kesehatan Anak Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSura) dr Gina Noor Djalilah SpA MM mengatakan, cacar air paling sering menyerang anak-anak. Orang dewasa pun tetap berisiko tertular.
"Cacar air merupakan penyakit infeksi virus yang sangat menular. Anak sudah bisa menularkan virus sejak satu hingga dua hari sebelum ruam muncul, sehingga sering kali tampak masih sehat saat sudah menularkan ke orang lain," kata dr Gina, Senin (19/1/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penularan Cacar Air
Dokter spesialis anak ini menambahkan, cacar air dapat menular melalui beberapa cara. Pertama, melalui udara atau percikan droplet saat penderita batuk, bersin, atau berbicara, terutama di ruangan tertutup.
Kedua, melalui kontak langsung dengan cairan lepuh cacar air, baik dari kulit, pakaian, handuk, maupun benda yang terkontaminasi. Penularan tidak langsung melalui benda juga dapat terjadi meski relatif jarang.
"Masa menular berlangsung hingga semua lepuh mengering dan berkeropeng, biasanya sekitar lima sampai tujuh hari setelah ruam muncul," ujarnya.
Tingkat penularan cacar air sangat tinggi, sekitar 90% anak yang rentan dapat tertular apabila melakukan kontak atau serumah dengan penderita. Beberapa kelompok anak berisiko tinggi tertular cacar air, yakni belum pernah terinfeksi sebelumnya, belum mendapatkan vaksin varisela, bayi terutama usia di bawah satu tahun, hingga anak dengan daya tahan tubuh rendah.
Gejala dan Penanganan Cacar Air
dr Gina menyebut, gejala cacar air umumnya diawali demam, lemas, dan nafsu makan menurun. Kemudian muncul ruam yang berkembang menjadi lepuhan berisi cairan dan terasa gatal.
Menurutnya, vaksin cacar air atau vaksin varisela adalah cara paling efektif mencegah penyakit ini. Orang tua juga diimbau menghindari kontak anak dengan penderita cacar air hingga seluruh lepuh benar-benar mengering.
Pada penanganan, anak dengan cacar air dianjurkan cukup istirahat. Lalu diberikan obat penurun demam (tanpa aspirin), antihistamin untuk mengurangi rasa gatal, serta menjaga kebersihan kulit agar tidak terjadi infeksi sekunder dan bekas luka.
"Orang tua perlu waspada terhadap tanda bahaya dan segera berkonsultasi ke tenaga kesehatan jika muncul keluhan berat," pungkasnya.
(esw/hil)











































