Akses Warga Tiga Dusun di Probolinggo Lumpuh Usai Jembatan Putus

Akses Warga Tiga Dusun di Probolinggo Lumpuh Usai Jembatan Putus

M Rofiq - detikJatim
Senin, 19 Jan 2026 10:43 WIB
Jembatan putus di Probolinggo
Jembatan putus di Probolinggo/Foto: M Rofiq/detikJatim
Probolinggo -

Akses warga di tiga dusun Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo lumpuh setelah jembatan penghubung antardusun putus diterjang banjir pada Sabtu malam (17/1/2026). Jembatan yang menghubungkan Dusun Beji dan Dusun Banjar Utara itu selama ini menjadi jalur utama aktivitas pendidikan, ekonomi, hingga sosial masyarakat.

Putusnya jembatan membuat mobilitas warga terganggu, termasuk anak-anak sekolah yang terpaksa mencari jalur alternatif dengan jarak tempuh lebih jauh dan risiko lebih tinggi.

Jembatan yang dibangun menggunakan Dana Desa tahun 2018 itu menelan anggaran sebesar Rp 277.532.000, dengan panjang sekitar 20 meter dan lebar 4 meter. Ambrolnya jembatan membuat mobilitas warga dari dan menuju tiga dusun terganggu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tasri (54), warga Desa Banjarsari mengatakan, jembatan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat karena menjadi jalur utama aktivitas sehari-hari.

ADVERTISEMENT

"Jembatan ini sering dilewati setiap hari, pagi dan sore. Anak-anak sekolah, ngaji, orang bekerja ke sawah. Saya sendiri bisa lewat jembatan ini dua sampai tiga kali sehari," ujarnya, Senin (19/1/2026).

Ia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan. Menurutnya, jika dibiarkan terlalu lama, kondisi tersebut akan sangat menyulitkan warga, terutama anak-anak sekolah.

"Kalau lama diperbaiki, kasihan anak-anak yang mau sekolah. Jembatan ini benar-benar penghubung utama," tambahnya.

Dampak kerusakan jembatan juga dirasakan para pelajar. Silvana, siswi kelas 6 SDN Banjarsari 02, mengaku sedih karena tidak bisa lagi melewati jembatan yang biasa ia gunakan saat berangkat dan pulang sekolah.

"Biasanya jalan kaki atau naik sepeda angin. Sekarang harus diantar naik motor sama orang tua. Saya ingin jembatannya diperbaiki supaya bisa lewat lagi," katanya.

Sementara itu, Korwil Sumberasih Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Probolinggo, Maini Yudiningsih, menyampaikan pihaknya telah melakukan pengecekan ke sekolah-sekolah yang terdampak banjir, khususnya di Kecamatan Sumberasih.

"Terkait jembatan yang ambrol diterjang banjir pada Minggu malam, Alhamdulillah kemarin sudah ditinjau langsung oleh Bapak Bupati bersama OPD Pemkab Probolinggo dan ditanggapi dengan cepat. Insya Allah hari ini akan ada diskusi lanjutan terkait tindak lanjutnya," jelasnya.

Ia berharap perbaikan jembatan dapat segera dilakukan agar aktivitas belajar mengajar kembali normal dengan kondisi jembatan yang lebih kokoh dan aman.

Berdasarkan pendataan pihaknya, terdapat tujuh siswa dari Dusun Beji yang tidak masuk sekolah, mulai kelas 3 hingga kelas 6.

"Mengingat kondisi darurat dan akses belum normal, hari ini kami berikan dispensasi bagi siswa yang tidak bisa mengikuti pelajaran. Selanjutnya, apa yang dikeluhkan dan dibutuhkan, insya Allah akan dicarikan solusi," pungkasnya.



(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads