Pelajar SMA di Probolinggo Ditemukan Meninggal Diduga Gantung Diri

Pelajar SMA di Probolinggo Ditemukan Meninggal Diduga Gantung Diri

M Rofiq - detikJatim
Rabu, 07 Jan 2026 16:00 WIB
Pelajar SMA di Probolinggo Ditemukan Meninggal Diduga Gantung Diri
Ilustrasi gantung diri/Foto: Mindra Purnomo
Probolinggo -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Seorang pelajar SMA berinisial berusia 16 tahun, warga Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, ditemukan meninggal dunia di rumahnya, Selasa (7/1/2026), sekitar pukul 12.00 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi tergantung di lantai dua rumahnya.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh kakak perempuan korban. Mengetahui kejadian itu, pihak keluarga dan warga sekitar segera melaporkannya kepada Ketua RT setempat, yang kemudian diteruskan ke pihak kepolisian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Petugas dari Polres Probolinggo Kota yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi dan keluarga korban.

ADVERTISEMENT

Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, jasad korban dibawa ke kamar jenazah RSUD dr Mochamad Saleh Kota Probolinggo untuk dilakukan pemeriksaan medis. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban, apakah murni bunuh diri atau terdapat faktor lain.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, AKP Zaenal Arifin mengatakan, pihaknya menerima laporan dari masyarakat sekitar satu jam sebelum petugas mendatangi TKP.

"Setelah menerima laporan, kami langsung mendatangi lokasi dan tim Inavis melakukan serangkaian olah TKP. Indikasi awal mengarah pada bunuh diri, namun kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian korban," ujarnya.

Zaenal menambahkan, polisi masih mendalami keterangan dari saksi-saksi serta keluarga korban guna mengungkap latar belakang kejadian tersebut.

Sementara itu, Ketua RT setempat, Winarti mengaku terkejut saat mendapat kabar tersebut. Menurutnya, korban dikenal sebagai pribadi yang baik, pendiam, dan aktif berolahraga.

"Saya kaget sekali saat diberi tahu warga. Korbannya anaknya baik, pendiam, dan tidak pernah bermasalah di lingkungan," kata Winarti.

Ia juga menyampaikan, keluarga sempat bercerita bahwa korban pernah mengeluhkan perlakuan dari teman-teman sekolahnya. Korban disebut merasa tidak disapa oleh teman di sekolahnya.

"Katanya sempat cerita ke orang tuanya dan kakaknya kalau merasa tidak disapa oleh teman sekolahnya. Soal itu, biar nanti polisi yang memastikan apakah ada unsur perundungan atau tidak," tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan peristiwa ini.




(auh/hil)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads