Perempuan di Blitar Hanyut Setelah Lompat ke Sungai Brantas

Perempuan di Blitar Hanyut Setelah Lompat ke Sungai Brantas

Fima Purwanti - detikJatim
Senin, 12 Jan 2026 21:50 WIB
Simulasi penanganan kecelakaan di Sungai Luworo yang dilakukan usai peresmian Jembatan Luworo, Pilang Kenceng, Kabupaten Madiun (dok BNPB)
Foto: Ilustrasi (dok BNPB)
Blitar -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Salah seorang perempuan berusia 35 dilaporkan hanyut di Sungai Brantas yang berada di Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar. Korban diduga sengaja melompat ke sungai dan meninggalkan motor Yahama Mio di halaman rumah warga.

Kasi Humas Polres Blitar Kota AKP Samsul Anwar membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pukul 15.20 WIB. Salah seorang warga melihat adanya perempuan yang diduga melompat ke aliran Sungai Brantas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perempuan tersebut diketahui datang, kemudian memarkir sepeda motornya di jalan dekat rumah warga, dan selanjutnya turun dan menuju ke pinggir sungai Brantas," terangnya saat dikonfirmasi detikJatim, Senin (12/1/2026).

ADVERTISEMENT

Samsul menyebut salah seorang warga yang mengetahui suara orang tercebur sungai langsung mendatangi lokasi. Warga tersebut juga sempat menolong, namun korban melepaskan pegangannya pada akar pohon.

"Selanjutnya korban hanyut terbawa arus yang deras. Korban diduga hanyut ke arah barat (Tulungagung) di aliran Sungai Brantas," katanya.

Di TKP, polisi mendapati sejumlah barang milik perempuan tersebut. Diantaranya yakni, sepeda motor Yamaha Mio dengan nopol AG 5828 KAN, sepasang sandal berwarna hitam, identitas korban dan STNK.

Samsul menyebut pihaknya sudah menghubungi keluarga korban. Korban diduga mengalami depresi sejak tiga tahun yang lalu. Korban memiliki 2 anak, dan sempat berpamitan kepada ibunya untuk mengakhiri hidupnya.

"Keterangan sementara korban janda dengan 2 anak, dan memiliki riwayat depresi 3 tahun lalu. Untuk upaya pencarian akan dilanjutkan besok, mengingat kondisi hujan deras saat ini. Kami saat ini sudah berkoordinasi dengan tim SAR untuk upaya pencarian," tandasnya.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads